85 Sekolah Di Kota Samarinda Siap Belajar Tatap Muka Terbatas

85 Sekolah Di Kota Samarinda Siap Belajar Tatap Muka Terbatas

Palembangtalk.com 85 Sekolah Di Kota Samarinda Siap Belajar Tatap Muka Terbatas – Wali Kota Samarinda, And Harun menyatakan mereka telah siap membuka┬ásekolah┬átatap muka pada Juli 2021 mendatang. Pemerintah kota Samarinda mengatakan telah berhasil uji coba pertama pembelajaran tatap muka di 14 sekolah dengan protokol kesehatan ketat di dalam sekolah dan di dalam kelas masing-masing.

“Sejak beberapa bulan yang lalu kita sudah melakukan percontohan pembelajaran tatap muka di 14 sekolah. Hasilnya dapat berjalan dengan baik, tentu dengan protokol kesehatan ketat,” Tutur Andi hari, Selasa (22/6).

Keputusan membuka sekolah tatap muka merujuk pada arahan dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim. Pembelajaran tatap muka yang dilakukan di sekolah nantinya adalah pembelajaran tatap muka terbatas.

Baca juga: Update Corona Tanggal 23 Juni, 5 Negara Kasus Tertinggi WHO Prihatin Dengan Pelonggaran di Euro 2020

kota Samarinda mengatakan telah berhasil uji coba pertama pembelajaran tatap muka di 14 sekolah dengan protokol kesehatan ketat di dalam sekolah dan di dalam kelas masing-masing.

Andi menyatakan tidak semua sekolah diizinkan tatap muka. Hanya 85 sekolah jenjang SD dan SMP yang diproyeksikan oleh Dinas Pendidikan Kota Samarinda, untuk sekolah tatap muka.

“Jadi tidak semua sekolah yang melakukan belajar tatap muka terbatas, hanya ada 85 sekolah yang sebelumnya sudah di konsep oleh Dinas Pendidikan di kota samarinda. Dan tetap mengedepankan protokol kesehatan ketat di dalam kelas dan di dalam sekolah,” terangnya.

Sistem pembelajaran yang diterapkan juga berbeda dari keadaan sebelum pandemi Covid-19 melanda semua kota indonesia. Hal ini untuk menghindari penyebaran Covid-19 di Kota Samarinda.

“Saya berharap pandemi covid-19 ini tidak menghentikan aktivitas masyarakat. Kita hanya ikuti arahan dari Pemerintah Pusat,” pungkasnya.

Pemerintah diketahui mendapat kritik karena tetap mewajibkan sekolah memberi opsi pembelajaran tatap muka.

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyoroti masih minimnya pihak sekolah yang melakukan pemetaan tentang risiko Covid-19 sebagai persiapan pembelajaran tatap muka yang ditargetkan pada Tahun Ajaran 2021/2022.

Hanya 85 sekolah jenjang SD dan SMP yang diproyeksikan oleh Dinas Pendidikan Kota Samarinda, untuk sekolah tatap muka.

“Salah satu yang tidak dilakukan itu pemetaan, yang padahal jelas dalam panduan PTM harus dilakukan terhadap siapa saja yang bersekolah di situ,” tambah Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji ketika dihubungi di palembangtalk.com.

Baca juga: Kasus Covid-19 Naik, Wali Kota Medan Tetap Gelar Sekolah Tatap Muka

Ubaid menjelaskan bahwa pemetaan seharusnya dilakukan terhadap seluruh siswa dan tenaga pendidik untuk memastikan warga sekolah yang rentan tertular atau berpotensi menyebarkan virus cocid-19.

“Misalnya kepada peserta didik dari daerah mana saja, apakah habis bepergian ke zona merah? kemudian tenaga pendidikan (tendik) apakah orang-orang di sekitar sekolah saja? Atau dalam seminggu terakhir bertemu orang di zona merah atau terkena Covid-19?,” tuturnya.

Berdasarkan pemantauannya, pemetaan itu belum dilakukan oleh sekolah-sekolah lainya menjelang tahun ajaran baru. Padahal, Ubaid menilai data tersebut penting dimiliki sekolah untuk upaya awal mengantisipasi adanya penularan Covid-19 di dalam lingkungan sekolah yang akan buka di tahun ajaran baru ini.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *