Ada 7 Cara Untuk Mencegah Penularan Varian Delta

PalembangtalkAda 7 Cara Untuk Mencegah Penularan Varian Delta – Detik ini , kasus varian baru Corona terus bertambah di Indonesia. Penghabisan, dilaporkan terdapat sekitar 140 kasus varian baru yang telah diidentifikasi.

Bentuk baru yang telah diidentifikasi di Indonesia adalah varian Alpha (B117) yang ditemukan di Inggris, varian Beta (B1351) yang akan ditemukan di Afrika Selatan, serta varian Delta (B1617.2) yang akan ditemukan di India dan disebut lebih cepat menular.

Kecuali dengan lebih mengintensifkan tracing kasus baru, pencegahan penularan varian baru Corona juga bisa dilakukan dengan menerapkan beberapa protokol sederhana dalam kehidupan sehari – hari. Ada pula 7 cara untuk mencegah risiko tertular varian baru Corona yang dikutip dari Healthline.

1. Kurangi waktu berkumpul

Banyak kegiatan kumpul – kumpul bersama keluarga juga teman – teman seringkali memicu munculnya klaster Corona. Walau termasuk ke dalam lingkungan yang dekat, pastikan hanya melakukan kontak seminimal mungkin mengingat saat ini terdapat varian baru Corona yang disebut lebih cepat menular.

Setiap banyak orang yang menghabiskan waktu bersama Anda di dalam ruangan yang tinggal di luar rumah meningkatkan risiko Anda terpapar COVID-19 dan membuat pelacakan kontak lebih sulit,” akan sebut pakar mikrobiologi Jason Tetro.

Ada 7 Cara Untuk Mencegah Penularan Varian Delta

Biar sulit dilakukan, dengan ini penting untuk dilakukan agar pandemi COVID-19 bisa segera teratasi dan dapat kembali melakukan aktivitas seperti biasanya.

2. Batasi waktu ‘shopping’ di luar rumah

Di daerah banyak orang jangan pernah berkumpul soalnya kasus varian baru Corona, sangat penularan virus ini bisa menjadi dua kali lipat lebih tinggi. Kemudian itu, para ahli menyarankan agar masyarakat melakukan kegiatan belanja makanan hingga pakaian melalui aplikasi online.

“Langsung daripada berbelanja makanan, pakaian, dan kebutuhan lainnya dengan santai, cobalah persingkat waktu di luar, dengan berbelanja offline,” jelas Scott Braunstein, direktur medis Sollis Health di Los Angeles.

Baca juga : Kasus Covid-19 Bertambah Parah Di DKI, Anies Perketat Aturan

“Tetapi memungkinkan, gunakan opsi seperti delivery atau penjemputan di tepi jalan untuk mengurangi risikO terpapar COVID-19,” sarannya.

3. Waspadai klaster tempat ibadah

Mengikuti hasil survei ahli epidemiologi, tempat ibadah termasuk tempat risiko tinggi penularan virus Corona. Daerah lainnya yang juga berisiko tinggi yaitu restoran dalam ruangan, panti jompo, bar, hingga penjara.

Akhirnya kita melihat, keramaian pertemuan dengan nyanyian dan partisipasi vokal lainnya bisa menyebar secara masif,” kata Tetro.

Harus banyak berdoa di dalam rumah mungkin tidak terasa senyaman bersama sesama jemaat, tetapi itu akan membantu Anda merasa aman. Bantuan dari luar ruangan dan virtual juga dapat menghubungkan Anda dengan komunitas religius dan mengurangi risiko bagi siapapun,” jelasnya.

4. Waspada saat kembali bekerja dan sekolah

Memberikan mereka yang masih harus bekerja di luar rumah, para pakar menyarankan untuk tetap berhati-hati pada tempat atau ruangan yang memiliki ventilasi buruk.

Dengan pasalnya, banyak kasus hingga klaster COVID-19 diawali dari lingkungan pekerjaan. Kemungkin terjadi akibat banyaknya karyawan yang melakukan rapat atau bekerja di dalam ruangan berventilasi buruk, sehingga risiko penularan semakin besar.

Tidak terhitung infeksi didapat melalui kontak di tempat kerja, jadi pastikan untuk terus melakukan jarak sosial di tempat kerja, memindahkan rapat atau pertemuan lain di luar, jika memungkinkan, atau virtual,” katanya.

Tidak hanya itu, ini juga berlaku pada sejumlah negara yang sudah kembali membuka sekolah. Berarti untuk selalu diawasi, jumlah siswa yang hadir di setiap kelas tak melebihi batas maksimal.

“Banyak tempat pembelajaran sekolah juga harus mengurangi jumlah siswa, atau dipindahkan ke luar ruangan, jika cuaca memungkinkan,” kata Braunstein

5. Perlu pakai masker dobel?

Tidak terhitung penggunaan masker dobel atau double masking kini disarankan oleh banyak ahli, termasuk oleh pakar penyakit menular AS Anthony Fauci. Kemungkinan juga dinilai lebih efektif untuk mencegah penularan varian baru Corona yang saat ini sudah semakin menyebar.

Meskipun begitu, Tetro menyebut tidak perlu menggunakan masker ganda, jika masker yang digunakan sudah terdiri dari 2-3 lapisan.

“Pemeriksa telah menunjukkan bahwa ini cukup untuk menghentikan cukup banyak tetesan agar tidak masuk.Harus memakai masker apa pun harus dipakai dengan benar, diketatkan di atas hidung dan di sekitar dagu,” kata Tetro.

6. Jangan lupa hand sanitizer

Banyak mengurangi penularan varian virus Corona, kegiatan mencuci tangan dengan air dan sabun selama 20 detik harus tetap dilakukan. Kemungkinan, CDC juga menganjurkan untuk menggunakan hand sanitizer yang memiliki kandungan setidaknya 60 persen alkohol, jika sabun dan air tidak tersedia.

Memberi tahu dosis infeksi yang lebih kecil yang diperlukan untuk menularkan strain baru, aktivitas seperti menyentuh kartu kredit atau pegangan pompa bensin menjadi lebih berisiko,” kata Braunstein.

Sampaikan satu botol kecil hand sanitizer agar bisa segera membersihkan tangan dari kontaminasi virus di permukaan benda setelah beraktivitas.

7. Lakukan vaksinasi

Dengan cara lainnya untuk mencegah penularan varian baru Corona adalah dengan segera melakukan vaksinasi. Braunstein juga mengatakan varian baru Corona yang menyebar saat ini belum banyak mempengaruhi efikasi vaksin.

“Persamaan, bisa dibayangkan bahwa salah satu varian lain, atau varian masa depan, mungkin memerlukan vaksin baru atau diubah,” katanya.

Namun hanyalah satu alasan mengapa sangat penting bagi kami untuk memperlambat penyebaran dan memvaksinasi orang yang berisiko secepat mungkin.”

Beragam penelitian pun telah menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 yang ada saat ini masih efektif untuk menangkal varian baru, termasuk varian Delta yang disebut cepat menular. Juga vaksin tersebut di antaranya AstraZeneca dan Pfizer.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *