Apakah Covid 19 Berakhir Di 2021 Berkat Vaksin? Ini Penjelasan Nya

APAKAH COVID 19 BERAKHIR DI 2021 BERKAT VAKSIN

palembangtalk Apakah Covid 19 Berakhir Di 2021 Berkat Vaksin? Ini Penjelasan Nya – WHO Organisaisi Kesehatan Dunia, mengatakan bahwa tidak realistis untuk percaya bahwa dunia akan bebas dari pandemin covid-19 global pada akhit tahun 2021 ini.

Dengan begitu, badan PBB tersebut juga mengatakan bahwa kedatangan vaksin yang efektif baru-baru ini setidaknya bisa membantu secara dramatis mengurangi angka rawat inap dan kematian.

Direktur Kedaruratan Michael Ryan, mengatakan dibutuhkan langkah yang tepat untuk mengurangi angka rawat inap dan kematian akibat Covid-19.

“Ini akan menjadi sangat prematur dan saya pikir tidak realistis untuk berpikir bahwa kita akan menyelesaikan virus COVID-19 pada akhir tahun ini,” kata Ryan kepada wartawan.

“Tapi saya pikir apa yang bisa kita selesaikan yaitu mengurangi rawat inap, kematian, dan tragedi yang terkait dengan pandemi ini.”

Ryan menyatakan bahwa WHO berfokus menjaga agar penularan virus tetap rendah untuk membantu mencegah munculnya varian, tetapi juga untuk mengurangi jumlah orang yang sakit.

Beliau juga mengatakan bahwa memvaksinasi pekerja perawatan kesehatan garis depan dan mereka yang paling rentan terhadap penyakit parah akan “menghilangkan ketakutan dan tragedi dari pandemi.”

Sementara itu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menginginkan vaksinasi petugas kesehatan dilakukan di setiap negara dalam 100 hari pertama tahun 2021, yang berarti masih ada 40 hari tersisa, lapor Agence France-Presse (AFP).

Dia menyambut baik suntikan dosis pertama melalui fasilitas berbagi vaksin COVAX global, yang diberikan pada Senin (1/3) di Ghana dan Pantai Gading.

Baca juga : Berita Fakta Soal Mobil Kekaisaran Sunda Nusantara Saat Terjaring Penyekatan Di Posko Penyekatan Covid-19

“Sangat menggembirakan melihat petugas kesehatan di negara-negara berpenghasilan rendah mulai divaksinasi. Tetapi sangat disayangkan bahwa ini terjadi hampir tiga bulan setelah beberapa negara terkaya memulai kampanye vaksinasi mereka,” katanya.

“Dan sangat disesalkan bahwa beberapa negara terus memprioritaskan vaksinasi yang lebih muda, orang dewasa yang lebih sehat dengan risiko penyakit yang lebih rendah di populasi mereka sendiri daripada petugas kesehatan dan orang tua,” katanya, tanpa menyebut nama negara tersebut.

Menurut Budi vaksinasi COVID-19 di Indonesia sudah mencapai 10 juta penyuntikan pada periode 13 Januari-26 Maret 2021. Lalu, bertambah hingga 20 juta pada periode 26 Maret-30 April 2021. Angka vaksinasi Indonesia mengalami penurunan pada April 2021. Padahal, angka vaksinasi Indonesia tembus 500 ribu per hari pada Maret lalu.

Baca juga : Tanpa Vaksinasi, Biaya Kesehatan Akibat Covid-19 Bisa Meledak

Dalam catatan, program vaksinasi memang mengalami pelambatan pada bulan April 2021 akibat embargo vaksin yang dilakukan negara produsen vaksin. Berdasarkan keterangan awal yang disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Selasa 6 April 2021 lalu, pemangkasan kuota itu terjadi karena terjadi lonjakan kasus Covid-19 di negara produsen yaitu India.

Sehingga kebijakan soal janji hibah vaksin gratis untuk negara lain dalam hal ini Indonesia tak berlaku selama negara penghasil vaksin masih dalam kondisi darurat. Namun, Budi mengklaim masalah stok vaksin sudah tertangani berkat langkah Presiden Joko Widodo, Menteri BUMN Erick Thohir, dan kementerian lain dalam menyelesaikan masalah kelangkaan stok vaksin.

Baca juga : Berita Corona Global, Covid-19 India Menyebar ke Pelosok Hingga Jepang Perpanjang Masa Darurat

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *