Banyak Kasus Covid-19 Daerah Jakarta Melonjak

PalembangtalkBanyak Kasus Covid-19 Daerah Jakarta Melonjak – Kasus Covid-19 di daerah DKI Jakarta kembali naik. Terbaru, ditemukan 2.455 kasus penularan Covid-19 pada hari Sabtu (12/6/2021). Dengan pertambahan tersebut, dengan jumlah kasus terkonfirmasi secara total di daerah Jakarta adalah 445.302 kasus. Sementara itu, kasus juga aktif Covid-19 di Jakarta naik 1.716 kasus. Dengan demikian, hingga saat ini ketika, terdapat 15.624 kasus aktif Covid-19 di Ibu Kota. Jumlah ini tersebar di 264 dari 267 kelurahan yang akan ada di Jakarta. Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, menjadi kelurahan dengan jumlah kasus aktif tertinggi.

Kemungkinan banyak manusia sensarah dengan kehidupan ini. Banyak juga masyarakat terkena covid-19 hingga manusia pun sangat banyak yang meninggal akibat tidak memakai masker tersebut.

Tetapi dunia di gelap dengan covid-19 tetapi manusia banyak melanggar peraturan tersebut. Banyak masyarakat sangat cuek dengan covid-19 yang sangat mematikan, walau sudah kena covid- 19 baru mereka menyadar covid-19 ini sangat mematikan untuk tubuh manusia.

Banyak Kasus Covid-19 Daerah Jakarta Melonjak

Makanya di seluruh lingkungan kita banyak orang di pabsin hanya meriksa penyakit yang tersebut, itu pun banyak juga yang tidak mau di pabsin, karena takut penyebab penyakit mereka.

Mereka sangat bingung di saat mereka akan di priksa. “Apa kah nanti aku akan kena sakit covid-19?,” itu yang mereka takut selama mereka akan d pabsin.

Ya kasus itu akan meledak banyak sebabnya, di antaranya memang dari Jakarta ini, kami inggin melakukan tes PCR itu sangat tinggi,” ucap Riza, Kamis 10 Juni 2021 malam.

Riza akan menuturkan, DKI Jakarta sangat berkontribusi 36,4 persen dengan jumlah testing PCR secara nasional. Jumlah ini masih lebih besar lagi jika tes cepat usap antigen dihitung juga dalam kuantitas testing.

Politikus Gerindra itu juga mengatakan, kontribusi Jakarta menangani Covid-19 terlihat dari tingginya persentase kesembuhan denganpersentase kematian terus menurun. Indikator itu lah menurut Riza patut dipertimbangkan terkait penanganan Covid-19 satu daerah.

“Ini artinya Pemprov bersama dengan jajaran dan seluruh pihak yang bekerja sama melakukan upaya-upaya dengan cukup baik,” tegasnya.

Akan melalui, Kepala dengan Bidang Pencegahan juga Pengendalian Penyakit, dengan dinas Kesehatan Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan 51 persen kasus baru atau 1.070 kasus yang mereka dilaporkan Kamis 10 Juni adalah hasil tracing Puskesmas yang mayoritas dilakukan di RT PPKM Mikro.

“Sedangkan 1.026 kasus ditemukan di fasilitas kesehatan,” ujar Dwi, Kamis. Dwi juga menambahkan, penambahan kasus terjadi pascalibur Lebaran. Dia akan menuturkan, terdapat 2.008 kasus positif dari 988 keluarga.

“Untuk itu akan, kami mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, jangan melonggarkan protokol kesehatan, karena penularan masih terus terjadi,” terangnya.

Adapun itu distribusi 2.096 kasus positif tersebut, yaitu Kepulauan Seribu 2 kasus, Jakarta Barat 422 kasus, wilaya Jakarta Pusat 331 kasus, Jakarta Selatan 499 kasus, Jakarta Timur 637 kasus, jugaJakarta Utara 205 kasus.

Dari sejumlah kasus positif tersebut, sebanyak 760 kasus adalah orang banyak tanpa gejala. Sedangkan, sebanyak 1.336 kasus adalah pasien bergejala 64 persen, dengan 232 orang di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit.

“Jika terlihat penambahan kasusnya merata, terjadi di 43 Kecamatan di DKI Jakarta, kemungkinan Kepulauan Seribu Utara. 5 Kecamatan penyumbang kasus terbanyak adalah Cengkareng 109 kasus, Cipayung 80 kasus, Jagakarsa 80 kasus, Duren Sawit 71 kasus, dan Kebon Jeruk 68 kasus,” paparnya.

Juga banyak orang terkena virus corona. Karena tidak memakai masker tersebut dan juga akan banyak manusia yang akan terkena covid-19

Dalam lingkungan kita jangan mendekati orang kita wajib menjauh orang asing dari kita. dan banyak orang yang akan mengerti ini.

“Di minggu-minggu terakhir, dua minggu terakhir, mulai ada peningkatan. Harian kita sudah mulai meningkat 200, 200 lebih bergerak terus,” kata Widyastuti dalam diskusi virtual, Jumat (16/4/2021).

“Kita (DKI Jakarta) tingginya tuh di bulan-bulan Januari sampai Februari 2021. Di mana posisi kasus aktif kita waktu itu pernah tertinggi sampai sekitar 25 ribu. Saat ini kasus aktif tertinggi 6.988. Artinya sangat-sangat turun dibanding sebelumnya,” sambungnya.

Hal yang menyebabkan kasus aktif Corona naik adalah kegiatan testing COVID-19 di DKI Jakarta yang disebut lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya. Dalam sepekan, Widyastuti menyampaikan ada 68 ribu lebih spesimen yang di-testing.

“Komitmen DKI tetap mempertahankan rasio testing tetap tinggi. Saat ini daerah posisi, banyak sepekan ini ada 68 ribu lebih testing. Di mana angka ini 6 kali dari WHO,” ucapnya.

Penyebab naiknya kasus aktif Corona yang kedua adalah mobilitas warga hanya meningkat. Bulan akhir Maret kemarin, Widyastuti menuturkan banyak warga yang berkegiatan di luar rumah.

“Sekitar 20 Maret, warga DKI yang akan keluar rumah itu banyak, dan kami sudah mulai khawatir nih. Banyak yg keluar, kemudian 6 Maret juga dapat banyak yang keluar,” jelasnya.

“Akhir minggu ini, menunjukkan dengan aktivitas penduduk sudah meningkat dan saya lihat angka kami sudah bergerak naik,” .

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *