Banyak Warga Luar Daerah Berwisata Ke Yogya, Terutama Di Pantai

Banyak Warga Luar Daerah Berwisata Ke Yogya, Terutama Di Pantai

Palembangtalk.comBanyak Warga Luar Daerah Berwisata Ke Yogya, Terutama Di Pantai – Halo sobat kembali lagi dengan admin nih. Kali ini admin akan membahas informasi mengenai berita Banyak Warga Luar Daerah Berwisata Ke Yogya, Terutama Di Pantai. Yuk simak dan ikuti ulasan-ulasan yang akan admin bagikan ini hingga selesai.

Berdasarkan laporan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mendapati wisatawan luar daerah yang berkunjung ke objek wisata di wilayahnya selama libur Lebaran Idulfitri 2021.

Laporan Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad menuturkan wisatawan luar daerah banyak dijumpai di obyek wisata pantai.

Foto: Banyak Warga Luar Daerah Berwisata Ke Yogya, Terutama Di Pantai

“Oh banyak, terutama di (Pantai) Glagah, kemudian Pantai Sepanjang, Pok Tunggal, banyak yang dari luar DI yogya juga masuk,” ujar Noviar saat dihubungi, pada hari Senin tanggal (17/5).

Baca juga: Puncak Arus Balik di Suramadu, Petugas Memutar Balik 300 Pengendara

Noviar menyebut wisatawan luar DI yogya ini mayoritas berasal dari Jawa Tengah. Beberapa di antaranya dari Kabupaten Purworejo dan Wonogiri.

“Kebanyakan Jateng, contohnya itu Glagah, (wisatawan) dari Purworejo pada masuk, kalau di daerah Wonogiri masuknya di Sepanjang itu,” tambahnya.

Noviar juga menyatakan di pintu masuk destinasi wisata yang diamati jajaran nya, tidak diberlakukan pengecekan maupun pemeriksaan kesehatan bagi wisatawan dari luar DI yogya.

“Seharusnya penyekatan ada di pintu gerbang, dan pintu gerbang itu yang bertugas petugas Dinas Pariwisata, nah itu yang banyak tidak diterapkan. Kedua, terkait dengan pengunjung dari luar DI yogya, itu tidak diperkenankan, tapi dalam kenyataannya lolos semua,” pungkasnya.

Noviar mengatakan para wisatawan luar daerah itu datang dan masuk ke obyek wisata di DIY selama masa larangan mudik atau perjalanan luar daerah yang berlaku sejak tanggal 6 Mei hingga tanggal 17 Mei 2021.

“Tujuannya memang berwisata ke DIY. Ya (datang) langsung hari itu saja. dan biasanya kan tidak nginap, kalau dia mau wisata ke Jogja (DIY) ya langsung datang. Ternyata kan juga penyekatan di perbatasan ada yang longgar, di situ peluang merka masuk,” tambahnya.

Lebih jauh, kata Noviar, pihaknya mencatat ribuan pelanggaran protokol kesehatan pencegahan Covid-19 oleh para wisatawan selama musim libur Lebaran. Data ini diperoleh melalui pengawasan di 37 obyek wisata di Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul.

“Di tiap 37 titik obyek wisata, itu pengunjungnya ada 117 ribuan orang. Pelanggarannya ada 1.299 dari mulai tanggal 13-16 Mei,” tutur Noviar.

Bentuk pelanggaran paling banyak, kata Noviar, adalah mengabaikan pemakaian masker. Para pelanggar, selanjutnya, diberi sanksi berupa penyitaan KTP. Lalu, yang bersangkutan diberi pembinaan dan diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulang perbuatan sama.

Baca juga: Viral! Pemudik Memaki Petugas Penyekatan, Petugas Memaafkan Pemudik

Sulit Mencegah Kerumunan

Selama libur Lebaran, terdapat 328 personel Satpol PP DIY yang diturunkan untuk melakukan pengawasan di 37 lokasi wisata. Jumlah tersebut diungkap Noviar tidak sama dengan angka wisatawan yang ada.

Ia mengatakan, dalam mengawasi protokol kesehatan di tempat wisata, agar mencegah terjadi kerumunan bukan hal yang mudah. Apalagi di tempat- tempat yang paling populer di kunjungi para wisatawan.

” Di beberapa tempat. Contohnya di pantai sepanjang, Baron itu penuh di kunjungi pengunjung. Dan keramaian tidak bisa di hindari, dan juga di Glagah panati baru itu pun penuh. Termasuk Parangtritis, juga sempat viral ramai pengunjungnya,” ungkap Noviar.

“Jumlah pengunjung terlalu banyak. Petugas kami sedikit telah memberi pengingat. Contohnya di Parangtritis petugas kami ada 69, tapi itu dibagi di Pantai Depok, Parangtritis sendiri, Parangkusumo. Sementara pengunjung di sana kan padat, mencegah keramaiannya sidikit sulit di amankan” pungkasnya

Singgih mengatakan para wisatawan non lokal tersebut sudah diseleksi dari segi persyaratan perjalanan luar daerah melalui operasi penyekatan di pos perbatasan provinsi.

“Kita tidak pungkiri ada yang kemudian lolos. Meski pemerintah sudah melakukan pelarangan mudik. Tapi tentu yang lolos ini sebagai syarat perjalanan, itu kan menunjukkan hasil swab antigen,” tambahnya.

Menurutnya, Satgas Covid-19 di beberapa lokasi pariwisata juga telah melakukan pemeriksaan kesehatan secara acak kepada ratusan pengunjung di Pantai Parangtritis. Hasilnya, diklaim sejauh ini belum ditemukan yang positif covid-19.

Terkait pelanggaran protokol kesehatan, Singgih mengklaim dari 37 destinasi wisata hanya tercatat 1,4 persen dari total puluhan ribu jumlah kunjungan. Dia menilai masyarakat kini mulai menyadari pentingnya protokol kesehatan saat ini.

“Ini menunjukkan wisatawan sudah mulai beradaptasi, menjadi budaya prokes itu,” pungkasnya.

Baca juga: Pelaku Perampokan dan Pemerkosaan ABG, Di Bekasi Diringkus Polisi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *