Kasus Covid-19 Di Bogor, Bekasi, Dan Depok Melejit

PalembangtalkKasus Covid-19 Di Bogor, Bekasi, Dan Depok Melejit – Dengan kota Depok mengalami peningkatan kasus Covid-19 secara signifikan belakangan ini, dengan adanya akan pengaruh pada nyaris penuhnya rumah sakit, ibarat banyak wilayah lain di Jabodetabek dan Pulau Jawa.

Derah Pulau jawa akan Lewat Wali Kota Depok Mohammad Idris memutuskan untuk memperketat PSBB di wilayahnya. Dengan penggunaan ini diharapkan mampu menekan penularan Covid-19 di Depok yang akan di sekarang berlangsung cepat.

Kasus Covid-19 Di Bogor, Bekasi, Dan Depok Melejit

Dengan adanya keputusan itu termaksud dalam Keputusan Wali Kota Depok nomor 443/249/Kpts//Dinkes/Huk/2021 yang akan diteken Idris pada Senin (21/6/2021).

1. Dilarang makan di tempat

Dengan salah satu pengetatan di sebut adalah melarang kegiatan juga makanan ditempat Aktivitas, memang rentan dengan penularan covid-19 penyebab pelangganan penyebab tidak menggunakan masker.

Layanan) restoran/kafe/warung makan/pedagang kaki lima dan sejenisnya, hanya boleh take away atau dibawa pulang, tidak diperbolehkan makan dan minum di tempat,” kata Idris melalui keterangan resmi kepada wartawan, Senin (21/6/2021).

Dengan larangan ini hanya berlaku bagi seluruh gerai makanan, termasuk yang akan beroperasi di dalam mal, pusat perbelanjaan.

2. Bioskop dan tempat wisata, hiburan serta ruang pertemuan tutup

Tempat main, juga kolam renang, pokonya tempat wisata tersebut akan di tutup dan tidak ada lagi yang akan bermain dan juga akan dapat resiko, makan di tempat wisata pun akan kena marah, semua wisata.

Selain kawasan wisata juga hiburan, Indris dan meniadakan layanan makan di tempat bagi gerai dan riter makanan dan tempat bagi gerai dan riter makanan.

Pertemuan atau rapat-rapat di gedung-gedung juga ditiadakan, kecuali resepsi pernikahan yang masih dapat diselenggarakan dengan kuota maksimum 30 hadirin. “Kegiatan di fasilitas umum dan ruang pertemuan (gedung pemerintah, swasta dan masyarakat), seluruhnya ditutup dan kegiatan rapat, pertemuan, bimtek, workshop dan sejenisnya dilaksanakan secara daring,” kata Idris.

3. Operasional dan mal juga pasar swalayan serta tradisional dikurangi Sebelumnya, dan operasional mal dan pasar swalayan di Depok masih diizinkan sampai pukul 21.00 dengan ada jumlah pengunjung maksimum 50 persen. ” Dengan pusat perbelanjaan, mal, supermarket, midi market, minimarket, beroperasi sampai dengan pukul 19.00 WIB, dengan kapasitas 30 persen.

Dan juga akan ada pengetatan di mal, periwisata,dan restoran yang akan berada di dalam bukan di luar harus di dalam dan jangan membawa makanan dari luar.

4. Resepsi pernikahan dilarang, aktivitas ibadah berjemaah diperketat

Sebelumnya, akan ada kebijakan 15 Juni 2021, ada resepsi pernikahan juga pesta keluarga juga yang lain – lain, walau ada kegiatan harus di batasi.

Juga digelar dengan pembatasan maksimum pengunjung 20 persen dari kapasitas gedung tanpa makan di tempat serta atas rekomendasi camat atau lurah. “Hanya diperkenankan untuk akad nikah, dihadiri keluarga inti maksimum 30 orang,” ungkap Idris.

Semantara, acara khitanan juga dibatasi untuk dihadiri dengan keluarga dan maksimum jumlah 20 orang. Dalam beleid tersebut, Idris juga mengatur pengetatan aktivitas ibadah.

Berada di tempat ibadah hanya untuk ibadah wajib dengan kapasitas maksimal 30 persen. Dan penguburan jenazah dan takziyah, tahlilan diikuti oleh dengan keluarga maksimal 15 orang. “Sebuah pengajaran pengajian rutin, subuh keliling, dan ibadah bersama di luar tempat ibadah untuk sementara ditiadakan.”

5. Pengetatan lain

Penerimaan kunjungan kerja dan perjalanan dinas ke luar Depok untuk sementara dihentikan,” sambung Idris. Idris juga memutuskan bahwa kegiatan seni, budaya, dan komunitas, serta pertemuan-pertemuan dilangsungkan via daring. Kegiatan olah raga hanya dilakukan yang bersifat mandiri, sementara kegiatan belajar-mengajar dilaksanakan secara daring.

Transportasi umum, maksimal 50 persen (penumpang dari kapasitas) dengan waktu operasional dibatasi sampai pukul 22.00,” tutupnya. Semua pakai pembatasan dan kalau mau membuka ruko atau pun juala, dan acara juga pakai batas

Bogor

Wilaya bogor, sangat tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) dengan pasien Covid-19 telah mencapai angka 65 persen. Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut tren peningkatan kasus ini terjadi setelah libur lebaran 2021. “Sebelum libur Lebaran, tren penularan Covid-19 di Kota Bogor sudah sangat landai.

Tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien positif Covid-19 di rumah sakit di Kota Bogor, sudah kurang dari 20 persen,” dan Wali Kota Bogor, Bima Arya, di Kota Bogor, pada Minggu (13/6/2021). Dengan keadaan yang tinggi membuat rumah sakit kini harus disibukkan lagi dengan kedatangan pasien Covid-19.

Susunan keterisian pasien positif Covid-19 di rumah sakit di Kota Bogor saat ini sudah mencapai 65 persen, sudah diatas batas ambang yang ditetapkan WHO (lembaga kesehatan dunia) yakni 60 persen. Dengan kondisi saat ini bisa disebut sudah ‘lampu kuning’,”bijak dikutip dari Tempo.co, Rabu (16/6/2021). Akibatnya dengan, Kota Bogor kini mulai menghentikan uji coba sekolah tatap muka.

Pedoman dengan rapat Satgas penanganan Covid-19 Kota Bogor, menjadi Wali Kota Bima Arya memutuskan menghentikan pelaksanaan uji coba sekolah tatap muka. Dengan kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Hanafi mengatakan, karena itu adalah keputusan juga pimpinan, maka dia segera membuat surat edaran penghentian kegiatan belajar tatap muka.

Surat sudah sebaran itu akan disebarkan lewat email maupun WhatsApp. Saat ini, ada 37 SMP di Kota Bogor yang telah melaksanakan uji coba sekolah tatap muka mulai Senin, 31 Mei 2021. Menunggu, ada 36 SD yang akan tengah menjalani verifikasi untuk pembukaan pembelajaran tatap muka atau PTM ini. “Dengan semula, SD dijadwalkan melaksanakan uji coba PTM mulai 21 Juni mendatang,” kata dia seperti dikutip Antara, Selasa, 15 Juni 2021.

Selain itu penutupan sekolah tatap muka, juga Pemerintah Kota Bogor melakukan langkah-langkah antisipasi yakni memastikan ruang isolasi dan tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit di Kota Bogor tersedia dan siap digunakan. Bima Arya juga menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk melakukan penelusuran kontak erat dari setiap kasus positif Covid-19 untuk dilakukan tes.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *