Boikot Produk Indomaret, Konsumen Indonesia Laporkan Himbara

Boikot Produk Indomaret Konsumen Indonesia Laporkan Himbara

PalembangtalkBoikot Produk Indomaret, Konsumen Indonesia Laporkan Himbara -Berita terkini ekonomi dan bisnis sepanjang Sabtu pagi hingga siang, 22 Mei 2021 dimulai dengan rencana boikot produk Indomaret oleh para buruh yang tergabung dalam FSPMI dan KSPI mulai pekan depan. Sikap ini menyusul pada kasus hukum yang menjerat salah satu pegawai Indomaret oleh manajemen perusahaan karena dugaan atas perusakan barang perusahaan.

Untuk informasi tentang cadangan devisa Indonesia yang disebutkan oleh salah satu calon Ketua Kamar Dagang Indonesia yaitu (Kadin) Anindya Bakrie, yaitu mencapai US$ 138,8 miliar pada April 2021. Berita terakhir yaitu berita tentang Komunitas Konsumen Indonesia melaporkan Himbara, yang terdiri dari Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Perlindungan Konsumen Nasional alias BPKN, terkait biaya tarik tunai dan biaya cek saldopada 1 Juni 2021.

Berikut adalah ringkasan dari ke3 berita tersebut:

1. Buntut Perkara THR, Buruh Boikot Produk Indomaret Mulai Pekan Depan

“Anggota FSPMI dan KSPI yang sudah menyatakan komitmennya untuk tidak berbelanja di Indomaret meliputi wilayah Jakarta, Serang, Tangerang, Cilegon, Depok, Bogor, Bekasi, Purwakarta, Karawang, Bandung, Medan, Deli Serdang, Semarang, Lampung, Batam, Sidoarjo, Surabaya, Mojokerto, dan kota-kota yang lainnya,” kata Presiden FSPMI Riden Hatam Aziz pada sabtu, 22 Mei 2021.

Buruh juga akan melakukan unjuk rasa di depan kantor Indomarco yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Adapun Presiden KSPI Said Iqbal mengklaim buruh yang bergabung dengan gerakan ini mencapai 2,2 juta dan tersebar di 30 provinsi. Bila rata-rata setiap buruh belanja Rp 500 ribu per bulan di Indomaret, diperkirakan kerugian perusahaan karena gerakan boikot tersebut mencapai Rp 1 triliun.

2. Sebut Ekonomi RI Akan Pulih, Anindya Bakrie: Cadangan Devisa RI Tembus Rekor

“Cadangan devisa kita yang tertinggi dalam sejarah mencerminkan optimisme sekaligus kepercayaan investor pada kebijakan ekonomi pemerintah dan prospek ekonomi Indonesia ke depan,” kata Anindya saat bertemu Kadin di Sumatera Selatan, Jumat, 21 Mei 2021.

Menurut Anindya, cadangan devisa itu tertinggi sejak 1945 setelah Indonesia merdeka. Adapun cadangan devisa tersebut merupakan salah satu pengukur kekuatan perekonomian.

Baca Juga : Viral Aksi Pencopet Di Angkot, Kepergok Nyopet Malah Mengamuk

3. Transaksi di ATM Link Bakal Dikenai Biaya, Himbara Dilaporkan ke OJK dan BPKN

Komunitas Konsumen Indonesia melaporkan Himbara, yang terdiri dari Bank Negara Indonesia,Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Perlindungan Konsumen Nasional alias BPKN.

“Jalin dan Himbara tidak bijak kalau memang akan memberlakukan biaya-biaya tersebut yang sebelumnya gratis hal ini memberatkan Nasabah,” kata David dalam keterangan tertulis, Jumat, 21 Mei 2021.

Baca Juga : Gempa Bumi Blitar Menimbulkan Kerusakan

Menurut David, kebijakan tersebut layak untuk ditolak karena memberatkan nasabah di Indonesia. Padahal, tujuan awal diadakannya ATM Link yaitu untuk mempermudah Nasabah Indonesia dalam melakukan transaksi melalui ATM secara efisien dan efektif. “Agar tidak terlalu banyak pengadaan ATM.”

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *