Bos BMKG Soal Skenario Tsunami 30 Meter, Bukan Menakuti!

PalembangtalkBos BMKG Soal Skenario Stunami 30 Meter, Bukan Menakuti! – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan juga Geofisika (BMKG) dan peringatan terbaru mengenai kemungkinan dengan gempa bumi dan tsunami yang dapat mengguncang Jawa Timur.

Pimpinan RDP yang dilakukan antara Komisi V DPR RI dengan BMKG, dengan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati juga memberikan penjelasan dengan mengenai ucapannya pada webinar sebelumnya yang menyebut bahwa Jatim berada mencapai gempa 8,7 SR dan tsunami hingga 30 meter.

Sesuai arah (Presiden Joko Widodo) bahwa jikalau ada informasi yang membahayakan, jangan ditutup – tutupi harus segera disampaikan kepada saya.

Khusus untuk Jatim, memang ada juga peningkatan aktivitas gempa bumi. Dwikorita menemui Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk membicarakan masalah mitigasi bencana.

Baca juga : Kebakaran Di Perumnas Depok Jaya, Satu Lansia Tewas Terbakar

Jadi sebenarnya informasinya juga langsung ke Ibu Gubernur. Kemudian, kami wajib turun ke lapangan juga ke Bupati- bupati dan Wali Kota di sepanjang pesisir. Kami sudah mengunjungi langsung ke tempatnya langsung ke lapangan dengan aparat dan relawan yang ada di sana.

Bos BMKG Soal Skenario Tsunami 30 Meter, Bukan Menakuti!

Menambahkan bahwa hal itu juga sampaikan bukan bertujuan untuk menakut – nakuti publik, melainkan agar kondisi sarana dan prasarana antara lain jalur evakuasi, kelengkapan evakuasi lain – lain dapat dibenahi secara maksimal.

Hal – hal yang terjadi semacam itu yang sebetulnya kami sampaikan, tetapi langsung ke pemerintah daerahnya agar membahas lebih lanjut. Tujuan kami bukan untuk menakut – nakuti. Jadi mohon maaf kalau sampai ada yang khawatir.

Eks rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) juga menyampaikan, bahwa dari beberapa penyelamatan dari dua gempa yang terjadi di Jatim di dalam tahun ini. Mungkin banyak musibah yang akan datang beberapa menit kemudian dan warga harus wajib mendengar musibah yang akan datang.

Muncul juga di potensi, bahwasannya ada skenario terburuk bahwa gempa dengan magnitudo 8,7 SR dapat mengguncang Jatim. Bahkan juga warga sekitar pun sangat takut dengan musibah yang akan datang.

Bahkan kita juga ambil kemungkinan besaran tertinggi ini juga berdasarkan kajian dari Pusat Studi Nasional kemungkinan M 8.7. Banyak musibah yang akan datang selanjutnya di daerah setempat dan warga wajib berhati – hati.

Gempa yang menjadi dasar skenario untuk memprediksi kemungkinan terjadinya banyak tsunami, sudah berapa tinggi gelombang yang akan datang waktu jarak masuknya beberapa sehingga kami juga melakukan pemetahan bahaya dengan tsunami juga akan muncul.

Baca juga : Bentuk Penyekatan Di Suramadu, 50 Warga Positif Covid-19

Dia juga memaparkan pemetaan terhadap Kabupaten di Jawa Timur yang berpotensi mengalami tsunami. Berikut adalah rinciannya:

  • Pantai Teluk Sumbreng Trenggalek: 22 Meter (maksimal)
  • Pantai Popoh Tulung Agung: 30 Meter (maksimal)
  • Pantai Muncar Banyuwangi: 18 Meter (maksimal)
  • Pantai Pancer Banyuwangi: 12 Meter (maksimal)
  • Pantai Teluk Pacitan: 22 Meter (maksimal)
  • Pantai Pasirian Lumajang: 18 meter (maksimal)
  • Pantai Tempursari Lumajang: 18 meter (maksimal)

TSunami 30 Meter

Suasana tsunamBadan Pengkajian dan juga Penerapan Teknologi, Widjo Kongko, telah mengatakan hasil kajian paleo – tsunami di Pantai Selatan Jawa mengonfirmasi bahwa di wilayah juga tersebut pernah disapu tsunami setinggi lebih dari 30 meter.

Bencana tsunami di masa lalu terjadi dengan skala katastropik, dengan ketinggian bisa mencapai melebihi dari 30 meter,” kata Widjo dalam jumpa pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan di Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (31/7/2019).”

Widjo sedang mengatakan wilayah Indonesia di berada antara tiga lempeng bumi yang terus – menerus bergerak, yaitu Lempeng Eurasian di Barat Daya, Lempeng Pasifik di Timur Laut, juga Lempeng Indoaustralia di sebelah selatan.

Mungkin terdapat 16 megathrust yang memiliki potensi menyebabkan gempa bumi besar dan yang dapat memicu tsunami.

Bos BMKG Soal Tsunami

Dalam waktu 1629 hingga 2018, terdapat lebih dari 12.500 gempa juga berkekuatan di atas 5 Skala Richter, 1.000 gempa atau tsunami di atas 6 Skala Richter, dan 230 gempa di atas 7 Skala Richter, apabila serta 167 kejadian tsunami.

Dengan telitinya Kementerian Kelautan dan juga Perikanan Abdul Muhari, dengan mengatakan perlu ada upaya mitigasi untuk menghindari dampak besar dari tsunami.

Upaya mitigasi tidak mungkin akan berkelanjutan kalau tidak ada bangkitan ekonomi, masyarakat pantai meningkat walau perekonomian mereka akan memelihara upaya – upaya mitigasi tsunami.

Juga perlu ada juga upaya mitigasi tsunami di pelabuhan, untuk mencegah kapal – kapal besar terbawa gelombang dengan goncangannya tsunami ke daratan yang menyebabkan kerusakan.

Bila akan terjadi gempa bumi juga berkekuatan besar dan dalam waktu lama, kapal – kapal yang sandar di pelabuhan harus segera menjauh dari bibir pantai agar tidak terbawa gelombang tsunami ke daratan.

Direktur juga Kesiapsiagaan Bencana BNPB Wisnu Widjaja, mengatakan potensi tsunami telah disampaikan para pakar adalah sebuah kemungkinan bukan hanya perkiraan akan terjadi tsunami.

Kita perlu mengenali ancaman dan potensi, potensi belum tentu menjadi bencana kalau mitigasi disiapkan dengan baik. Tsunami tetap bisa terjadi tetapi belum tentu juga akan menjadi bencana alam.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *