Covid Di Sumut Melonjak, Edy Tutup Tempat Hiburan Malam

Covid Di Sumut Melonjak, Edy Tutup Tempat Hiburan Malam

Palembangtalk.comCovid Di Sumut Melonjak, Edy Tutup Tempat Hiburan Malam – Halo sobat kembali lagi dengan admin nih, kali ini admin akan membahas informasi mengenai berita Covid Di Sumut Melonjak, Edy Tutup Tempat Hiburan Malam. Yuk simak dan ikuti ulasan-ulasan yang akan admin bagikan ini sampai selesai.

Penularan COVID-19 di Sumatera Utara setelah libur lebaran melonjak. Dalam seharinya, ada sekitar 80 kasus baru COVID-19.

Pada berita Harian kita untuk kemarin sudah 80 kasus aktif, yang biasanya kepala 7 (70-an) kepala 6 (60-an), kemarin sudah di kepala 8 (80-an) kasus,” kata Sekretaris Satgas COVID-19, Arsyad Lubis kepada wartawan di Rumah Dinas Gubernur, Kamis (18/5).

Baca juga: Terminal DKI Beroperasi Normal, Penumpang Dites Covid-19 Acak

Di akibat melonjaknya penularan COVID-19, Arsyad mengatakan, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memberitahu kepala daerah di Sumut menutup tempat hiburan malam untuk sementara waktu.

Tempat hiburan itu meliputi club malam, diskotek, pub, live music, karaoke, bar, griya pijat, spa, bola gelinding, bola sodok, mandi uap, seluncur dan area permainan ketangkasan.” Instruksi ini berlaku selama 14 hari terhitung mulai tanggal 18 Mei,” ujar Arsyad.

Edy Rahmayadi mengatakan, langkah ini diambil karena kegiatan di tempat hiburan malam, bukan termasuk kegiatan esensial. Selain itu, di tempat hiburan malam sering terjadi pelanggaran protokol kesehatan karena tempat itu sering terjadi kerumunan yang sulit di jaga protokol kesehatan pada tempat hiburan.

“Jadi untuk sementara kita larang beroperasi untuk saat ini,” kata EdySelain itu Edy mengimbau kepada bupati/wali kota segera menerbitkan peraturan wali kota atau peraturan bupati terkait instruksi ini.“ Ini sesuai dengan instruksi Pak Presiden, karena terjadi peningkatan kasus COVID-19 di Sumatera utara. Saya minta bupati/wali kota segera menanggapi instruksi ini dengan Perbub atau Perwal agar pengetatan Prokes bisa secepatnya kita lakukan,” tambah Edy.

Baca juga: Termakan Omongan Tetangga, Orangtua Tega Bunuh Anak Kandungnya

Lebih lanjut, Edy mengatakan jam operasional tempat makan ataupun restoran sudah dibatasi hingga pukul 21.00 WIB. Lalu pembeli makan juga dibatasi hanya 50 persen. “Mau tidak mau harus kita batasi karena kita tidak ingin masyarakat Sumatera utara lebih banyak lagi yang terinfeksi virus COVID-19,” pungkas Edy selaku Gubenur sumatera utara.

Edy menjelaskan juga penyekatan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona semakin meluas juga di Nias. Hingga kini, tambah Edy, penyebaran virus terus terjadi di Nias juga.

“Karena dari situlah orang orang yang membuat wabah, membuat datangnya virus. Karena satu bulan yang lalu, niat itu masih 0, belum ada yang kena. Diawali dari satu orang menjadi 12, dan sekarang sudah 90 (yang positif Corona),” jelasnya.

Baca juga: ART Aniaya Majikannya, karena Ditegur Boros Air Saat Cuci Piring

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *