Dalang Perampokan dan Pemerkosaan ABG, Sempat Kabur ke Bogor

Dalang Perampokan dan Pemerkosaan ABG, Sempat Kabur ke Bogor

Palembangtalk.com Dalang Perampokan dan Pemerkosaan ABG, Sempat Kabur ke Bogor – Halo sobat kembali lagi dengan admin nih, kali ini admin akan membahas informasi mengenai berita Dalang Perampokan dan Pemerkosaan ABG Sempat Kabur ke Bogor. Yuk simak dan ikuti ulasan-ulasan yang akan admin bagikan sampai selesai.

Pelaku utama atau dalang perampokan dan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di wilayah Bintara, Bekasi, berinisial RTS sempat kabur ke daerah Bogor. Dia yang berupaya menghindari pengejaran aparat kepolisian.

Baca juga: Polisi Tangkap Anak Pengdangdut Rita Sugiarto, Akibat Kasus Narkoba

Sebelum kabur, RTS lebih dulu mendatangi kediaman rekannya berinisial RP yang ikut berperan dalam aksi perampokan. Dia lalu mengetahui rekannya itu telah ditangkap oleh polisi.

“Dia sempat datang ke kediaman RP dan mengetahui bahwa RP baru saja ditangkap sehingga dia melarikan diri ke arah Bogor dan bersembunyi di rumah saudaranya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, pada hari Kamis (20/5).

Foto pelaku perampokan dan pemerkosaan terhadap gadis ABG

Penyidik kemudian mendapatkan informasi dari masyarakat tentang keberadaan RTS. Informasi itu ditindaklanjuti oleh pihak berwajib dan akhirnya berhasil meringkus RTS.

“RTS sehari hari pekerjannya sebagai tukang parkir juga sebagai pak ogah mengaku sudah lima kali melakukan pencurian, tetapi baru kali ini yang tertangkap,” tutur Yusri.

Yusri menyebut aksi perampokan yang sebelumnya dilakukan oleh RTS tidak disertai dengan pemerkosaan.

Dalam aksinya di Bintara, Bekasi pada hari Sabtu (15/5), Kata Yusri, niat bejat RTS itu timbul saat melihat korban sedang bermain handphone di ruang keluarga.

Baca juga: Daftar Daerah yang Masuk, Zona Merah dan Hijau Covid-19 di Indonesia

“Motifnya karena sempat melihat setengah jam korban bermain ponsel di ruang keluarga kemudian timbul niat yang pelaku karena pelaku pernah berkeluarga tapi bercerai,” ucap Yusri.

RTS sempat menyekap korban sebelum akhirnya melakukan aksi bejatnya. Tidak hanya itu, korban juga diancam oleh RTS jika berteriak akan membunuh si korban.

“Melampiaskan nafsunya dengan mengeluarkan ancaman akan membunuh jika korban berteriak,” ujar Yusri.

Berita Lebih lanjut, berdasarkan pengakuan RTS, uang hasil pencurian digunakan untuk bersenang-senang. Termasuk untuk membeli narkotika agar dapat di konsumsinya.

“Juga digunakan untuk mobilitas narkotika, karena seluruhnya ini positif mengandung amphetamin dan metamfetamin, jadi dia gunakan untuk beli sabu,” tutur Yusri.

Atas perbuatan yang dilakukannya, RTS dijerat Pasal 285 KUHP dan atau Pasal 76D Jo Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 12 tahun penjara.

Sebelumnya, aparat kepolisian telah lebih dulu menangkap RP dan AH. RP diketahui berperan untuk mengawasi keadaan di sekitar rumah saat aksi dilakukan. Sedangkan AH merupakan penadah hasil curian yang pelaku rampok dari rumah korban.

Baca juga: Polisi Selidiki Kasus Pelecehan Anak, Di Masjid Pangkalpinang

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *