Evakuasi KRI Nanggala, Militer China Masuk Tahap Pengangkatan Kapal

Evakuasi KRI Nanggala, Militer China Masuk Tahap Pengangkatan Kapal

Palembangtalk.com Evakuasi KRI Nanggala, Militer China Masuk Tahap Pengangkatan Kapal – Halo sobat kembali lagi dengan admin nih, kali ini admin akan membahas informasi mengenai berita Evakuasi KRI Nanggala, Militer China Masuk Tahap Pengangkatan Kapal. Yuk simak dan ikuti ulasan-ulasan yang akan admin bagikan ini sampai selesai.

Pada Atase Pertahanan (Athan) China sedang bersiap membantu militer Indonesia untuk melakukan pengangkatan kapal KRI Nanggala 402 yang tenggelam diperairan bali sejak akhir bulan april lalu.

Baca juga: Polisi Tetapkan 2 Tersangka Pada Kasus Perahu Tenggelam Di Kedung Ombo

Ilustrasi proses pengangkatan kapal selam

“Saat ini, tugas kapal kami sudah beralih dari tahap observasi ke tahap pengangkatan,” ujar Atase Pertahanan China, Senior Komandan Chen Yongjin dalam konferensi pers, Selasa (18/5).

Dia mengatakan proses pengangkatan kapal dari bawah laut merupakan masalah yang rumit. Hal tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia.

Oleh sebab itu, kata dia, pihaknya akan memberikan upaya penuh dalam membantu militer Indonesia mengangkat badan kapal selam KRI Nanggala yang tenggelam.

Chen menerangkan, pihaknya sejauh ini telah melakukan belasan kali operasi bawah laut sebagai bentuk observasi dan pelacakan.

“Alat penyelam sudah melakukan 13 kali operasi di bawah laut,” tambah dia.

Setidaknya ada tiga kapal milik China yang dikerahkan untuk membantu operasi penyelamatan kapal selam tersebut. Kapal yang dimaksud adalah PRC Navy Ship Ocean Tug Nantuo 195, PRC Navy Ocean Salvage & Rescue Yong Xing Dao 863, serta kapal Penelitian Tan Suo 2 milik akademi ilmu pengetahuan Tiongkok.

Baca juga: Novel Baswedan Mengaku Sedih Laporkan Pimpinan KPK ke Dewan Pengawas

Seluruh temuan yang diperoleh langsung diserahkan ke TNI Angkatan Laut. Termasuk liferaft atau alat keselamatan KRI Nanggala-402 yang telah ditemukan.

Dalam waktu yang sama, Panglima Komando Armada II (Pangkormada II), Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto mengatakan bahwa proses evakuasi ditargetkan seluruhnya pada tanggal 26 Mei 2021.

Komunikasi secara intens masih dilakukan sehubungan dengan tingkat kesulitan dalam pengangkatan. Kata dia, pihak tentara China pun meminta agar proses evakuasi baru bisa dirampungkan pada akhir Mei.

“Kurang lebih waktu 2-3 hari dengan 3 hari cadangan lima hari. Maka tanggal 18 Mei 2021, mungkinkah tanggal 26 Mei 2021 batas waktu untuk operasi ini,” tambah Iwan.

Iwan juga menerangkan bahwa kesulitan pihaknya mengangkat jenazah awak kapal KRI Nanggala-402. Dia menduga jenazah sulit ditemukan karena jasad awak kapal berada di bagian badan tekan kapal yang juga belum ditemukan.

Diketahui, posisi badan tekan saat ini diprediksi berada di sebuah kawah yang ditemukan tidak jauh dari bagian-bagian kapal lain yang masih telah tenggelam.

“Belum lama ini disampaikan apakah personelnya di sana, dengan tidak ada temuan personel pengawak nya maka kemungkinan besar berada di sana, mungkin di badan tekan,” pungkas Iwan

Baca juga: Kecewa Marak Begal, Massa Bakar Polsek Candipuro Lampung

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *