Gempa Bumi Blitar Menimbulkan Kerusakan

berita gempa 21 mei 2021

palembangtalkGempa Bumi Blitar Menimbulkan Kerusakan – Gempa yang terjadi di Blitar berkekuatan M 6,2 yang terjadi pada hari Jumat (21/5/2021) pukul 19.09 dan sudah merusak banyak rumah dan fasilitas umum. Warga pun diminta untuk mewaspadai gempa susulan.

Gempa diketahui berpusat di 57 km Tenggara Kabupaten Blitar dengan kedalaman 110 km. Getaran gempa tersebut dirasakan di 31 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Gempa juga dirasakan di Jawa Tengah, Bali, dan Lombok.

Kerusakan bangunan sementara dilaporkan terjadi di Blitar, Kota Malang, Kabupaten Malang, Lumajang, dan Kota Pasuruan. Total ada 13 bangunan yang rusak.

Di Blitar, Unit Gawat Darurat Puskesmas Wates dilaporkan rusak. Kerusakan ada di bagian teras dan dinding ruang rawat inap. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Kabupaten Blitar Christine Indrawaty mengatakan tidak ada korban luka atau jiwa. Meski demikian, kerusakan diperkirakan mengganggu pelayanan puskesmas. ”Ruang rawat inap sebaiknya ditutup dulu kalau melihat kerusakannya,” ujarnya.

Selain Puskesmas Wates, menurut Christine, ada tiga rumah penduduk yang sejauh ini dilaporkan rusak, yakni di Talun, Selopuro, dan Udanawu. Satu korban luka akibat tertimpa genteng dilaporkan ada di Wonotirto, Blitar.Di Kota Malang, rumah milik Iwan Sutisna, di Perum Griya Tirta Aji, Kelurahan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, turut rusak. ”Plafon runtuh selebar 1,5 m x 2 meter.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Meminta Warga Untuk Waspada

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim meminta warga mewaspadai gempa susulan yang mengguncang Blitar. ”Kami imbau warga waspadai gempa susulan. Terutama di (pesisir) Pantai Selatan,” ujar Satriyo Nurseno Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Jatim .

PT KAI Daop 8 Surabaya memastikan jalur kereta api di wilayah Daop 8, khususnya lintas Bangil-Malang-Wlingi tetap aman pascagempa yang terjadi di Kabupaten Blitar pada Jumat 21 Mei 2021 sekitar pukul 19.09 WIB.

Baca juga : Banjir Masih Merendam, 3 Desa di Kabupaten Aceh Selatan

Sejumlah daerah merasakan getaran sangat kuat akibat gempa. Gempa yang berpusat 57 kilometer di tenggara Kabupaten Blitar itu dirasakan dengan guncangan II-V skala Mercalli atau MMI. Dua daerah paling kuat merasakan gempa adalah Kabupaten dan Kota Blitar.

Data BPBD menunjukkan, masyarakat di Kabupaten dan Kota Blitar merasakan getaran sehingga membuat orang banyak terbangun.

Selain itu, getaran V MMI juga diperkirakan mampu membuat gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, serta bandul lonceng bisa berhenti.

Di Malang, gempa dirasakan kuat. Di Perumahan Sigura Hills, Kecamatan Sukun, Kota Malang, warga berhamburan ke luar rumah saat terjadi guncangan. ”Kami panik karena gempa sangat terasa. Bangunan rumah bergoyang. Kami sekeluarga lari ke luar rumah. Anak-anak menangis,” kata Nurdiyanto (42), seorang warga.

Warga di Kelurahan Watu Gede, Kabupaten Malang, juga sudah berhamburan keluar rumah. Anak-anak menangis ketakutan karena suara berdecit akibat guncangan atap.

Gempa Blitar ini adalah gempa kedua yang dirasakan kuat oleh warga  sekitar Jawa Timur. Sebelumnya pada 10 April 2021, gempa berkekuatan M 6,1 juga mengguncang Malang. Gempa malang ini sudah menelan 10 korban jiwa dan merusak 2.000 rumah warga, serta bangunan sekolah, tempat ibadah, puskesmas dan fasilitas umum lain.

Sampai saat ini suudah banyak warga yang masih tinggal di tenda dan rumah semipermanen. Bangunan sekolah, tempat ibadah, dan puskesmas juga masih belum diperbaiki. (WER/DIA/ETA/NIK/NIT)

Baca juga : Sopir Truk di Kupang, Sudah Dua Kali Bunuh dan Perkosa Gadis Remaja

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *