Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Pulau Buru Maluku Utara

PalembangtalkGempa Magnitudo 5,4 Guncang Pulau Buru Maluku Utara – Rahmat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.Kemungkinan, diminta untuk menghindari dari bangunan yang retak.

Kemungkinan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang wilayah selatan Pulau Buru, Maluku pada hari ini, Selasa (9/8/2020) pukul 11.56 WIB. Begitu juga kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan, episenter gempa terletak pada koordinat 4,14 LS dan 126,43 BT.

Sewajarnya ada juga berlokasi di laut pada jarak 68 kilometer arah Selatan Kota Namrole, Kabupaten Buru Selatan, Maluku pada kedalaman 20 kilometer. Kendati demikian, ini tidak berpotensi tsunami.

Dengan ungkap Rahmat dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6/2020). Banyak juga akan mengunjungi, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Dengan hanya hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan geser (strike slip).

Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Pulau Buru Maluku Utara

Dengan pengaruh guncangan dirasakan di daerah Namrole dengan intensitas III-IV MMI, akan pada siang hari dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah. Di daerah Piru dengan intensitas III MMI, di mana getaran dirasakan nyata dalam rumah seperti seakan akan ada truk yang berlalu.

Beserta juga periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal bahwa cukup tahan gempa. Tampaknya tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali kedalam rumah.

Serta warga di Kabupaten Buru merasakan getaran gempa sedang sekitar 2 hingga 3 detik, sedangkan warga di Buru Selatan sekitar 3 hingga 4 detik. Bahkan pascagempa, Tim Reaksi Cepat (TRC) Buru Selatan masih mengumpulkan informasi terkait dampak gempa,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jmat (7/8/2020

Juga Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa gempa tidak memicu terjadinya tsunami. Dengan Pusat gempa tersebut berada di kedalaman 10 km, berada pada 116 km barat daya Buru dan 169 km barat laut Buru Selatan.

Dia menjelaskan, BMKG merilis informasi gempa yang terjadi di sekitar Pulau Buru tersebut memiliki kekuatan IV MMI. Dengan Skala MMI atau Modified Mercalli Intensity ini merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi, sedangkan skala IV menunjukkan warga yang berada di dalam dan luar rumah merasakan gempa, serta gerabah pecah, jendela aatu pintu berderik dan dinding berbunyi.

Analisis juga berdasarkan InaRISK, Kabupaten Buru memiliki 10 kecamatan dengan potensi bahaya gempa bumi pada kategori sedang hingga tinggi. Jangkauan wilayah dengan potensi bahaya tersebut seluas 64.244 hektar. Inggin di lihat dari populasi terpapar, sebanyak 86.945 warga berada pada wilayah bahaya gempa bumi sedang hingga tinggi,” tuturnya.

Sementara ini Kabupaten Buru Selatan, Raditya menjelaskan, memiliki cakupan wilayah yang lebih luas dilihat dari luas wilayah dengan potensi bahaya gempa bumi sedang hingga tinggi. Dengan luas bahaya mencapai 84.082 hektar dengan populasi terpapar 33.736 warga yang berada pada 4 kecamatan.

Dengan berpihak pun mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap potensi gempa di wilayahnya, khususnya saat ini masih menghadapi situasi pandemi Covid-19.

Saat Terjadi Gempabumi:

– Jikalau Anda berada dalam bangunan: lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja, cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan, lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.

– Takdirnya berada di luar bangunan atau area terbuka: Menghindar dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon. Dengan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.

– Jikalau Anda sedang mengendarai mobil: keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.

– Jikalau Anda tinggal atau berada di pantai: jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.

– Jikalau Anda tinggal di daerah pegunungan: apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

Setelah Terjadi Gempa bumi:

– Jikalau Anda berada di dalam bangunan, keluar dari bangunan tersebut dengan tertib. Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa. Akan periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K, telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.

– Akan meriksa lingkungan sekitar Anda. Seandainya yang terjadi kebakaran, apabila terjadi kebocoran gas, apabila terjadi hubungan arus pendek listrik. Periksa aliran dan pipa air, periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan.

– Janganlah memasuki bangunan yang akan sudah terkena gempa karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.

– Janganlah berjalan di daerah sekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.

– Dengarkan informasi mengenai gempa bumi dari radio. Jangankan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.

– Dengan adanya mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.

– Jangan kan panik dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan demi keamanan dan keselamatan kita semuanya. 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *