Pengertian, Ciri-ciri Berserta Contoh Dari Pasar Oligopoli

Pengertian, Ciri-ciri Berserta Contoh Dari Pasar Oligopoli

Palembangtalk.comPengertian, Ciri-ciri Berserta Contoh Dari Pasar Oligopoli – Ilmu ekonomi telah mengajarkan kita bahwa jenis pasar yang dikelompokkan berdasarkan kategori tertentu. Yaitu ada yang berdasarkan pada bentuk kegiatannya, cara transaksinya, waktu pelaksanaannya, jenis barangnya dan juga strukturnya.

Khusus berdasarkan strukturnya, ada pasar persaingan sempurna serta pasar persaingan tidak sempurna. Pasar persaingan tidak sempurna ini sendiri masih dibagi lagi menjadi beberapa jenis dan salah satunya ialah pasar oligopoli.

Bagi orang yang baru pertama kali mendengar nama pasar oligopoli tersebut, tentu mereka akan mempunyai sejumlah pertanyaan tentang pasar oligopoli. Misalnya apa pengertiannya, bagaimana ciri-cirinya, apa saja contoh, jenis-jenisnya dan lain sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan semacam itu adalah hal yang wajar dan jawabannya akan dibahas secara singkat di bawah ini. Silahkan kalian simak ulasannya sebagai menambah pengetahuan kalian semua.

Pengertian Pasar Oligopoli

Pasar oligopoli merupakan pasar yang dikuasai oleh beberapa perusahaan, dengan jenis barang yang ditawarkan yaitu barang homogen atau satu jenis yang sama. Pengertian lain dari pasar oligopoli adalah salah satu tempat yang di dalamnya terdapat banyak pembeli tetapi hanya ada beberapa penjual atau produsen saja yang dapat kalian temui.

Pada umumnya, pasar oligopoli ini didominasi kan oleh sekitar 3 prodesen sampai 10 produsen. Meskipun ada cukup banyak produsen dalam pasar ini, namun seperti yang telah disebutkan sebelumnya pasar oligopoli hanya menyediakan barang-barang yang bersifat homogen atau sejenisnya. Maka oleh sebab itu, masing-masing produsen akan rutin melakukan promosi terutama untuk meningkatkan loyalitas serta membentuk persepsi konsumen mengenai keunggulan dari produk yang di tawarkan.

Ciri-Ciri Dari Pasar Oligopoli

Ciri-ciri atau karakteristik dari pasar oligopoli memiliki khas dan setiap orang dapat menjadikan sebagai pedoman agar lebih mudah dalam membedakannya dengan jenis pasar yang lain. Adapun ciri-ciri yang dimaksud adalah sebagai berikut ini.

  • Jumlah produsen pada umumnya lebih dari dua namun masih kurang dari sepuluh, sementara jumlah konsumen sangat banyak jumlahnya.
  • Produk yang dijual ialah produk satu jenis atau homogen, sehingga antara produk yang satu dengan produk yang lainnya dapat bersifat saling menggantikan atau substitusi.
  • Walaupun produknya relatif homogen, produk-produk tersebut masih terdifferensiasi. Contohnya seperti ada 3 perusahaan yang memproduksi sabun cuci, masing-masing perusahaan akan menawarkan sabun cuci dengan aroma serta bentuk yang berbeda.
  • Ada juga produsen yang lebih menonjol dan lebih berpengaruh. Biasanya, kebijakan ini dibuat oleh produsen yang menonjol akan memberikan pengaruh kepada kebijakan produsen yang lainnya. Misalnya, jika produsen tersebut menurunkan harga, maka produsen yang lainnya juga harus ikut menurunkan harga jual dari barang dagangannya.
  • Masing-masing produsen memiliki kemampuan menentukan harga, mengingat produknya masih mempunyai perbedaan dari produk lainnya
  • Produsen baru yang berniat memasuki pasar akan mengalami kesulitan, karena selain memerlukan modal yang besar untuk promosi, juga ada faktor permainan harga yang dilakukan oleh produsen lama supaya konsumen tetap berminat terhadap produknya dan tidak beralih pada produk baru dari produsen lainnya yang ada di sekitar pasar oligopoli.
  • Dikarenakan sering perang harga, demi menarik minat konsumen, sehingga timbul sistem harga yang kaku.Hal ini berhubungan dengan ciri yang sebelumnya, yaitu kebijakan satu perusahaan akan membuat perusahaan lain ikut terpengaruh sehingga akan menimbulkan yang namanya ketergantungan strategi. Ketergantungan hal seperti ini terjadi dalam hal harga, dimana umumnya harga yang berlaku dipasar akan mengikuti harga dari produsen yang jualannya masih kaku.
  • Harga yang telah di tetapkan cenderung sangat konsisten dan tidak mudah berubah. Hal ini karena produsen telah merasakan adanya keuntungan dengan harga yang stabil dengan harga yang telah mereka tetapkan.
  • Selain itu, jika ada kenaikan harga, mereka akan merasa khawatir konsumen akan beralih pada produsen lain yang memiliki fungsi yang sama.
  • Persaingan antar produsen dengan produsen lainnya sangat ketat dan hal ini sangat tampak pada kegiatan promosi yang mereka lakukan pada pasar oligopoli.

Contoh Dari Pasar Oligopoli

Sama seperti contoh pasar monopolistik yang begitu banyak dan mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, contoh pasar oligopoli juga demikian. Contoh ini juga mencakup berbagai bidang, di mana di antaranya ialah sebagai berikut:

  • Pada industri jasa penerbangan, terdapat Adam Air, Lion, Mandala, Merpati, Garuda dan lain-lain. Dalam industri ini sangat ramai perang tarif antar maskapai penyedia jasa penerbangan terutama pada saat momen tertentu, contoh nya seperti liburan, hari raya atau momen yang lainnya
  • Pada produk elektronik keperluan rumah tangga ada antara lain seperti, National, Samsung, Sony, Toshiba dan lain sebagainya
  • Pada industri sepeda motor, contohnya seperti Sanez, Kawasaki, Suzuki, Yamaha, Honda dan lain sebagainya
  • Pada industri semen, contohnya seperti Semen Cibinong, Semen Indocement, Semen Holcim dan Semen Gresik

Inilah ulasan singkat yang admin bagikan mengenai Pengertian, Ciri-ciri Berserta Contoh Dari Pasar Oligopoli yang dapat admin bagikan di dalam ulasan ini. Dan semoga ulasan yang admin bagikan dapat bermanfaat bagi kalian yang telah membaca ulasan ini sampai selesai.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *