Kalimat Kompleks, Kalimat Setara, Campuran, Dan Contohnya

pengertian kalimat kompleks

Palembangtak.com – Kalimat Kompleks, Kalimat Setara, Campuran, Dan Contohnya – Pada kesempatan kali ini Mimin akan membahas seputar pembelajaran Bahasa Indonesia tentang Kalimat Kompleks, Kalimat Setara, Campuran, Beserta Contohnya.

Kalimat komplek adalah salah satu sebuah kalimat yang memiliki lebih dari satu struktur. Nah, kalimat kompleks ini mempunyai lebih dari satu verbal dan diikuti oleh dua aksi atau dalam peristiwa.

Pada umumnya, terdapat dua struktur yang akan dipisahkan oleh tanda baca koma (,), kata sambung (konjungsi) atau bisa juga tanpa pemisah sama sekali.

Biasanya kalimat ini disebut sebagai kalimat pola majemuk. Mengapa demikian, karena memiliki pola atau struktur yang kompleks (majemuk).

Kalimat itu sendiri di susun oleh struktur – struktur tertentu yakni subjek (S), predikat (P), objek (o), keterangan (ket) dan pelengkap (pel). Yang dikatakan sebagai kalimat komplek atau tidak disesuaikan dengan struktur dalam kalimat itu sendiri. Kalimat dengan pola majemuk mempunyai struktur yang lebih dari satu. Untuk lebih jelasnya supaya kalian paham, simak contoh yang Mimin bagikan di bawah ini.

  1. Dina akan memasak sayur jika ibu membelikan sayur bayam segar di pagi hari.
  2. Dika membeli buah di pasar sedangkan Jaka berjualan buah di pasar tersebut.

Kalimat yang telah Mimin berikan diatas merupakan sebuah kalimat yang menandakan adanya dua verba dan dua peristiwa yang dilengkapi dengan kata sambung (konjungsi). Seperti halnya pada kalimat pertama, predikatnya ialah “memasak” dan “membelikan” dengan konjungsi “jika”.

Sementara pada kalimat kedua, predikatnya ialah “membeli” dan “berjualan” serta konjungsinya adalah “sedangkan”.

Supaya kalian lebih memahaminya lebih lanjut kalimat komplek yang dibagi ke dalam beberapa jenis, yakni kompleks setara dan kompleks campuran, kalian bisa simak uraian di bawah ini.

Baca juga : Kalimat Sufiks, Pengertian Sufiks Beserta Contohnya

Kalimat Paratatik (Setara)

Kalimat Paratatik adalah salah satu sebuah kalimat yang terdiri dari dua struktur dengan makna yang setara. Pada umumnya, konjungsi yang digunakan seperti, “dan”, “tetapi”, “atau”.

  1. Ibu membeli buah – buahan dan beberapa sayur- sayuran di pasar pagi.
  2. Dika tidak bermaksud untuk kasar, hanya saja ia sangat menyayangi adiknya.
  3. Susi belanja di pasar tapi ia berangkat sendiri.
  4. Paman makan roti, kemudian minum Teh.
  5. Sulaiman memiliki banyak uang dan ia rajin bersedekah.
  6. Marsyah suka jalan – jalan ke mall bahkan ia suka belanja mahal – mahal.
  7. Dina menyukai bunga melati dan ia sangat rajin merawatnya.
  8. Anggun dan Sinta menyukai hewan kucing dan ia sangat rajin merawatnya.
  9. Sinta suka main game dan mendengarkan musik.
  10. Ibu pergi ke pasar dan ia berangkat bersama ibu.
  11. Ibu belanja ke toko boneka lalu ke toko perabotan.
  12. Dika makan nasi ramas dan ia sangat kenyang.
  13. Adik menyukai boneka dan ia juga mempunyai banyak koleksi boneka.
  14. Natal sibuk kuliah sedangkan Vero sibuk berkerja.
  15. Natal menabung dan rajin bekerja.

Baca juga :  Pengertian Homofon Dan Contohnya, Cek Disini Penjelasannya

Kalimat Bertingkat atau Hipotatik (Campuran)

Kalimat Bertingkat atau Hipotatik (Campuran) merupakan salah satu sebuah kalimat yang terdiri dari dua struktur dengan makna yang bersifat bertingkat atau tidak setara yang digabung menjadi satu kalimat. Pada umumnya, kalimat seperti ini memakai kalimat konjungsi seperti, “karena”, “jika”, “ketika”, “sehingga” dan “supaya”. Untuk lebih jelasnya simak contoh yang Mimin bagikan ini.

  1. Pandi membawa jas hujan karena cuaca sedang hujan.
  2. Pandi rajin belajar sehingga ia mendapat nilai terbaik di sekolahnya.
  3. Lia rajin belajar supaya ia lolos ujian.
  4. Dina ngamuk karena bajunya terkena saos.
  5. Sebaiknya cuci tangan terlebih dahulu jika ingin makan.
  6. Pandi tidak masuk sekolah karena tidak mengerjakan tugas sekolah.
  7. Solihin terjatuh ketika hendak mengambil buah jambu itu.
  8. Dina bersedih karena nilainya turun.
  9. Jhon suka makan sayur – sayuran dan buah – buahhan sehingga matanya bagus.
  10. Tika tidak mandi karena ia sudah terlambat sekolah.
  11. Aku ingin kuliah jika aku sudah taman SMK .
  12. Dinda tidak masuk sekolah karena ia sakit.
  13. Winda perlu berjemur supaya tubuhya jadi sehat dan kuat.
  14. Dika menabung uang karena ia ingin merayakn ulang tahun Ibunya.
  15. Mereka memilih untuk pergi bersama supaya mereka dapat saling memantau.

Baca juga : Pengertian Klausa, Struktur, Jenis, fungsi Dan Contohnya

Nah, itulah tadi pembahasan singkat tentang kalimat komplek berserta jenis – jenis dan contoh – contohnya yang terdiri lebih dari dua verba dan beberapa peristiwa yang dapat Mimin bagikan pada kesempatan kali ini. Semoga dengan adanya informasi diatas dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi kalian semua.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *