Kasus Covid-19 Bertambah Parah Di DKI, Anies Perketat Aturan

Kasus Covid-19 Bertambah Parah Di DKI, Anies Perketat Aturan

Palembangtalk.com Kasus Covid-19 Bertambah Parah Di DKI, Anies Perketat Aturan – Sudah Dua hari berturut-turut pertambahan kasus virus covid-19 di DKI Jakarta sudah hampir menyentuh angka 4.000 orang kasus covid-19. Sehingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terus menerapkan sejumlah kebijakan untuk membatasi aktivitas warga yang berada di luar rumah.

Dan kemarin tambahan kasus positif di Jakarta sebanyak 4.737 orang kasus covid-19. Sehari sebelumnya kasus baru covid-19 berjumlah 4.144 orang kasus covid-19.

Diketahui terakhir kasus covid-19 di angka 4.000-an yang terjadi pada tanggal 7 Februari 2021 lalu dan saat ini ada 4.213 kasus baru.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sadar bahwa kondisi provinsi yang saat ini ia pimpin sangat mengkhawatirkan. kemudian Ia mengatakan pihaknya akan kembali menegakkan aturan protokol kesehatan di lapangan.

Baca juga: Sebanyak 577 Pengendara Kabur Saat Tes Covid-19 Di Suramadu

penyebaran virus covid-19 meningkat di DKI Jakarta

“Kita harus tahu bahwa pandemi virus covid-19 ini disebabkan oleh penyebaran virus dari satu orang ke orang lainnya. Pertemuan interaksi yang tidak menuruti prokes yang sudah di buat pemerintah, akan langsung berdampak kepada penularan virus covid-19,” tambah Anies.

Saat apel gabungan darurat penanganan pandemi Covid-19 DKI Jakarta di Monas, hari Jumat (18/6) sore.

Anies menjelaskan juga ia akan bekerja ekstra agar masyarakat akan menuruti protokol Kesehatan, dengan cara menggunakan masker, menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain, dan menghindari keramaian di suatu tempat yang di kunjungi.

Baca juga: Tim Dokter Sebut Varian Delta, Bisa Menular Sampai Ke 8 Orang

Menaati peraturan yang sudah diterapakan oleh pemerintah

Selanjutnya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini juga meminta warga Ibu kota ini untuk putar balik jika menemukan sebuah restoran atau kafe yang kapasitas-nya sudah penuh. Hal ini menjadi salah satu upaya untuk mencegah penyebaran covid-19 di Ibu kota tersebut.

“Jika anda ingin mendatangi sebuah restoran atau sebuah rumah makan ada terlihat tanda-tanda sudah penuh, putar balik dan cari tempat yang kosong, jangan masuki tempat rumah makan yang sudah penuh,”terang Anies.

Dan Selain itu, Anies dan pihaknya tidak segan-segan mengenakan sanksi maksimal berupa denda uang sebesar Rp50 juta kepada pemilik restoran atau kafe yang melanggar aturan protokol kesehatan.

Baca juga: 369 Pasien Covid-19 Dirawat, Kapasitas Tempat Tidur RSLI Surabaya Tersisa 31

Aturan ini berkaitan dengan kapasitas jumlah pengunjung sampai adanya pembatasan jam operasional restoran atau kafe yang buka.

“Pesan utama kepada masyarakat adalah bagi masyarakat yang melanggar atura tersebut akan diberikan denda maksimal, denda maksimal-nya adalah sebesar Rp50 juta, karena itu kami peringatkan kepada semua masyarakat harus mengikuti peraturan untuk keselamatan kita bersama,” pungkas Anies.

Ia juga mengimbau agar warga tak banyak beraktivitas pada akhir pekan ini. Warga diimbau untuk tetap dirumah dan mengurangi mobilitas untuk menekan laju penularan. 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *