Kasus Covid Meledak, 5 Organisasi Dokter Mendesak PPKM Total

PalembangtalkKasus Covid Meledak, 5 Organisasi Dokter Mendesak PPKM Total – Dengan angka kasus positif Covid-19 di Indonesia per harinya juga mengalami lonjakan. Dengan kondisi ini membuat banyak pihak semakin khawatir, terutama para dokter dan tenaga medis dengan keterbatasan fasilitas kesehatan saat ini.

Pada Kamis (17/6/2021) ada juga penambahan 12.624 kasus baru. Pada Jumat (18/6/2021) kemarin, kasus positif kembali naik hampir 13 ribu kasus atau 12.990 kasus harian, sehingga total kasus Covid-19 di Indonesia secara kumulatif naik menjadi 1,963 juta orang.

Limitasi ini membuat para dokter meminta pemerintah untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara menyeluruh dalam membendung lonjakan kasus Covid-19.

Baca juga :Disangka Boneka, Ternyata Mayat Bayi Ditemukan Warga Di Kali Cipinang

Terdapat ada lima perhimpunan dokter yang mendesak pemerintah untuk melakukan tersebut. Juga kelimanya adalah Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), dan Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif (PERDATIN).

Kasus Covid Meledak, 5 Organisasi Dokter Mendesak PPKM Total

Ketika konferensi pers virtual kemarin, Jumat (18/06/2021), turut pula hadir Ketua PAPDI dr. Sally Aman Nasution, Ketua Umum IDAI Aman Pulungan, Ketua Umum PDPI dr. Agus Susanto, Ketua Umum PERKI dr. Isman, dan Ketua Umum PP PERDATIN Prof. Syafri Kamsul Arif.

Berikut adalah lima rekomendasi lima organisasi profesi kedokteran tersebut:

1. Supaya pemerintah pusat memberlakukan PPKM secara menyeluruh dan serentak terutama di Pulau Jawa;
2.Supaya pemerintah atau pihak yang berwenang memastikan implementasi serta penerapan PPKM yang maksimal;
3.Supaya pemerintah atau pihak yang berwenang melakukan percepatan dan memastikan vaksinasi tercapai sesuai standar;
4.Supaya semua pihak lebih waspada terhadap varian baru Covid‐19 yang lebih mudah menyebar, mungkin lebih memperberat gejala, mungkin lebih meningkatkan kematian dan mungkin menghilangkan efek vaksin. Lakukan Tracing dan Testing dengan lebih massif.
5. Supaya masyarakat selalu dan tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, tidak bepergian jika tidak mendesak, menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan lainnya.

Sila kita sama – sama “juga menderita” dan bersama ‐ sama berusaha sangat keras dan sangat maksimal dalam waktu yang singkat untuk kemudian bersama ‐ sama terbebas dari penderitaan ini untuk waktu yang panjang,” tulis pernyataan resmi lima organisasi profesi tersebut.

5 Organisasi Dokter Mendesak PPKM Total

Mempertemukan dokter – dokter spesialis mengeluarkan pernyataan merespons situasi pandemi di Indonesia yang tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19 secara signifikan. Banyak 5 perhimpunan dokter – dokter spesialis mengadakan konferensi pers pada Jumat (18/6/2021), yang salah satunya ditayangkan melalui Youtube Pengurus Besar PAPDI.

5 perhimpunan tersebut adalah: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI).

Kemudian ketua Umum Perhimpunan Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) DR. Dr. Sally Aman Nasution, SpPD, KKV, FINASIM, FACP mengungkapkan, pandemi telah berlangsung setahun lebih dan sejak awal pandemi para dokter telah mengimbau pada orang-orang dengan komorbid untuk tidak berobat ke rumah sakit jika tidak terpaksa. Kemungkinan, hal itu tidak bisa berlangsung seterusnya.  Menurut Dr Sally, Indonesia menghadapi dobel ancaman ketika orang – orang dengan komorbid datang ke rumah sakit berbarengan dengan pasien Covid-19.

Banyak orang – orang berpenyakit non Covid-19 juga perlu mendapatkan pelayanan yang layak. “Mungkin perlu menjadi perhatian kita semua. Bahkan ini kita punya beban dobel. Jangka kasus – kasus Covid-19 bukan menurun malah melonjak tinggi, kasus – kasus non Covid terutama penyakit kronis yang setahun ini mereka tidak mendapatkan pelayanan maksimal, mereka kebanyakan datang dengan kondisi kurang baik,” kata dia.

Tidak hanya orang dewasa yang terjangkit virus ini. Dengan merujuk data nasional, proporsi kasus konfirmasi Covid-19 pada anak usia 0-18 tahun mencapai 12,5 persen. Artinya, 1 dari 8 kasus konfirmasi Covid-19 adalah anak.

Rekomendasi 5 perhimpunan dokter

Dengan Dokter Erlina mengatakan, kita seua tidak ingin sistem kesehatan Indonesia kolaps karena akan berdampak kepada yang lainnya. “Kemungkinan kalau sistem kesehatan kita collapse dan kita tidak melakukan action apa – apa, maka sistem yang lain juga akan collapse.

Malar pendidikan, anak – anak tidak bisa sekolah, sampai sekarang masih belum sekolah tatap muka itu karena kesehatannya tidak dibenahi,” kata dr Erlina. Oleh karena itu, lima perhimpunan dokter – dokter spesialis mendorong dan merekomendasikan 5 hal berikut: Agar pemerintah pusat memberlakukan PPKM

Secara menyeluruh dan serentak terutama di Pulau Jawa; Agar pemerintah atau pihak yang berwenang memastikan implementasi serta penerapan PPKM yang maksimal; Agar pemerintah atau pihak yang berwenang melakukan percepatan dan memastikan vaksinasi tercapai sesuai standar; Agar semua pihak lebih waspada terhadap varian baru Covid-19 yang lebih mudah menyebar, mungkin lebih memperberat gejala, mungkin lebih meningkatkan kematian dan mungkin menghilangkan efek vaksin. Lakukan Tracing dan Testing dengan lebih massif.

Kemungkinan masyarakat selalu dan tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, tidak bepergian jika tidak mendesak, menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan lainnya. “Mari kita sama sama ‘menderita’ dan bersama – sama berusaha sangat keras dan sangat maksimal dalam waktu yang akan singkat untuk kemudian bersama – sama terbebas dari penderitaan ini untuk waktu yang panjang,” kata dr Erlina.

Dengan Catatan kasus yang terus meningkat sejak Mei

Kasus Covid-19 yang terus mengalami peningkatan tajam sejak Mei 2021. Berdasarkan data kasus harian dari Satgas Covid-19, pada 15 Mei 2021, angka penambahan kasus Covid-19 yaitu 2.385 kasus. Kemungkinan, kasus perlahan meningkat dan semakin meningkat tajam. Dengan tercatat, pada 15 Juni 2021 ada 8.161 kasus harian, 16 Juni 2021 dilaporkan 9.944 kasus, dan pada17 Juni 2021 sebanyak 12.624 kasus.

Dokter Erlina Burhan juga mengatakan, jika inggin dibandingkan dengan data 15 Mei, terjadi peningkatan kasus pada 17 Juni sekitar 500 persen, diikuti dengan peningkatan kasus kematian berkaitan dengan Covid-19. Kemungkinan melonjaknya jumlah kasus Covid-19, yang akan menjadi sorotan adalah bed occupation rate (BOR) yang sudah hampir penuh di berbagai daerah di Indonesia. Namun salah satunya di DKI Jakarta. BOR untuk ruang isolasi dan ICU sudah hampir penuh.

Menurut data Dinkes DKI Jakarta hingga 17 Juni 2021, dari sekitar 8.000 tempat tidur isolasi yang tersedia, sudah terisi 84 persen dan ruang ICU sudah terisi 74 persen. ” Dengan Pasien – pasien sudah banyak yang tidak akan bisa ditampung di ICU,” ujar Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), Prof. DR. Dr. Syafri Kamsul Arif, SpAn, KIC, KAKV.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *