Kasus Dugaan Korupsi Tanah DKI Jakarta, Anies Baswedan Dipanggil KPK

Kasus Dugaan Korupsi Tanah Dki Jakarta, Anies Baswedan Dipanggil KPK

palembangtalkKasus Dugaan Korupsi Tanah DKI Jakarta, Anies Baswedan Dipanggil KPK– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan akan memeriksa semua pihak yang telah dianggap mengetahui kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur. Termasuk kemungkinan telah melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur Jakarta Anies Baswedan.

“Pemanggilan seseorang sebagai saksi dalam penyelesaian perkara itu tentu karena jika ada kebutuhan penyidikan,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, pada hari Jumat (28/5/2021).

Ali juga sudah mengatakan, bahwa nantinya para saksi yang dipanggil dan diperiksa ini merupakan salah satu yang telah dianggap tahu mengenai kasus rangkaian peristiwa dugaan korupsi yang sudah merugikan keuangan negara sampai mencapai Rp152,5 miliar. Menurutnya, hal itu guna memperjelas kasus yang sedang ditangani.

“Proses penyidikan perkara ini juga masih terus berlanjut dilakukan dengan pengumpulan bukti baik keterangan saksi-saksi dan maupun bukti-bukti lain,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ali juga menyampaikan, bahwa nantinya setiap pemanggilan saksi-saksi yang akan diperiksa akan disampaikan ke publik.

“Mengenai pihak yang akan kami panggil sebagai saksi akan kami informasikan lebih lanjut,” ujarnya.

Tahan Tersangka

Sebelumnya KPK telah resmi untuk menetapkan status tersangka kepada mantan Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan, pada hari Kamis (27/5/2021). Yoory juga sekaligus dilakukan penahanan dalam kasus pengadaan tanah di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur.

Selain Yoory, KPK juga sudah menetapkan tiga tersangka lain yakni Wakil Direktur PT. Adonara Propertindo Anja Runtuwene; Korporasi PT. Adonara Propertindo; dan Direktur PT. Adonara Propertindo, Tommy Adrian.

Baca juga : Peristiwa Kapal Terbakar di Sanana Maluku Utara, 181 Penumpang Selamat

“Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup, KPK juga sudah melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara ini ke penyidikan pada tanggal 24 Februari 2021 dengan menetapkan 4 tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pada hari Kamis (27/5/2021).

Nurul juga menyebut selama proses penyidikan lembaga antirasuah telah memanggil sebanyak 44 saksi.

Maka itu, untuk proses selanjutnya Yoory yang dilakukan penahanan selama 20 hari pertama di Rumah Tahanan KPKnCabang Pomdam Jaya Guntur, Jakarta.

“Tim Penyidik juga sudah melakukan penahanan tersangka YRC selama 20 hari terhitung sejak hari kamis pada tanggal 27 Mei 2021 sampai dengan 15 Juni 2021,” ucap Nurul Ghufron.

Untuk mengikuti protokol kesehatan, tersangka Yoory terlebih dahulu dilakukan untuk isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan Cabang KPK Kavling C-1.

Atas perbuatannya, Yoory disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana sudah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Baca juga : Mencuri Motor dan Bakar Rumah, Pemuda di Wasior Ditangkap Polisi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *