Kasus Pembunuhan Berantai di Kulon Progo, Pelaku Coba Habisi 2 Perempuan Lain tapi Gagal

Kasus Pembunuhan Berantai di Kulon Progo Pelaku Coba Habisi 2 Perempuan Lain tapi Gagal

PalembangtalkKasus Pembunuhan Berantai di Kulon Progo, Pelaku Coba Habisi 2 Perempuan Lain tapi Gagal – Fakta baru tentang kasus pembunuhan berantai di Kulon Progo terkuak. Bahwa pelaku menargetkan membunuh 4 wanita. Akan tetapi 2 wanita gagal dieksekusi.

Percobaan terhadap 2 perempuan itu dilakukan pelaku sebelum membunuh TS (21), warga Paingan, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih dan DSD (21) warga Gadingan Kapanewon Wates. Hal tersebut diungkapkan oleh Kasatreskrim Polres kulon Progo, AKP Munarso. Kedua wanita tersebut yaitu R dan C tetapi rencana nya gagal. Pada calon R tersangka memberi obat sakit kepala disoto yang dia makan. Tetapi R merasa rasanya aneh, dan dia tidak jadi memakannya.

Kasus Pembunuhan Berantai di Kulon Progo, Pelaku Coba Habisi 2 Perempuan Lain tapi Gagal

Pada calon korban C, NAF gagal mengeksekusi karena saat itu siang hari dan NAF mengajak C pergi keluar rumah.

“Menurut analisa kami, bahwa tersangka belum menemukan tempat yang sesuai untuk melakukan aksinya karena mereka keluar rumah.”

“Jadi C hanya diajak pelaku keliling tidak jelas. Dan C juga selalu dihubungi oleh ibunya.”

“Dari pengakuan tersangka memang sudah ada niatan untuk membunuh mereka (R&C) tetapi momennya kurang pas. Maka kedua calon korban selamat,” terang Munarso saat memimpin gelar reka adegan pembunuhan terhadap TS di Dermaga Wisata Glagah, Kamis (3/6/2021).

TS juga merupakan perempuan yang dibunuh oleh tersangka di Dermaga Wisata Glagah pada 2 April 2021 yang lalu. Dalam rekontruksi itu, pelaku sudah memperagakan sebanyak 36 adegan pembunuhan terhadap TS. AKP Munarso juga mengatakan rekontruksi ini untuk mengetahui rangkaian pembunuhan yang dilakukan oleh NAF.

“Dari situ membuktikan ada penyidik Kulon Progo memegang asas hukum yang ada serta keterbukaan informasi publik tanpa melakukan hal-hal di luar prosedur hukum yang ada khususnya terhadap tersangka,” tuturnya.

Munarso menjelaskan dari 36 adegan itu diperagakan di beberapa lokasi. Yaitu di Warung Klintong Daendels, Pelabuhan Tanjung Adikarta, dan juga Dermaga Wisata Glagah dan penitipan sepeda motor di Stasiun Wates. Rekontruksi tersebut dimulai ketika pelaku membeli 2 botol minuman bersoda dan 2 strip obat sakit kepala dan 1 buah masker di Warung Klintong Daendels.

Baca Juga : Kesal dengan Suami, Ibu Muda Tega Aniaya Bayi Berumur 15 Hari Di Banten

NAF dan TS pada saat itu menuju ke arah Pelabuhan Tanjung Adikarta namun hanya berputar-putar. Kemudian mereka menuju Dermaga Wisata Glagah dimana NAF menghabisi nyawa korban. Ia juga merinci di Dermaga Wisata Glagah, NAF memperagakan sebanyak 22 adegan.

Di teras tersebut, pelaku menghabisi nyawa korban dengan memberikan minuman bersoda yang sudah dicampur dengan obat sakit kepala. Pada saat kondisi korban sudah tidak berdaya, pelaku mengangkat dan menjatuhkan korban dengan posisi kepala terkena lantai lebih dulu. Lalu korban diseret ke dalam Gedung Dermaga Glagah dan meninggalkan korban.

Setelah itu pelaku membawa motor korban. Adapun kesimpulan awal di lapangan, pelaku dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pasal 338 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Baca Juga : Seorang Balita di Merangin Tewas Digigit Ular Kobra

“Sehingga untuk ancamannya hukuman mati atau kurungan penjara selama 20 tahun,” ucapnya.

Dan Kakak kandung TS yang turut hadir pada rekontruksi itu, Sunardi (40) mengatakan setelah melihat reka adegan pembunuhan adiknya, dia merasa geram dengan kekejaman pelaku. Dia tidak menyangka NAF tega membunuh TS yang memiliki kondisi tidak normal sejak lahir. Padahal dimata keluarga NAF sudah dianggap seperti keluarga sendiri karena sering juga main ke rumah. Maka Sunardi pun meminta pelaku dihukum seberat-beratnya.



Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *