Kementrian Kesehatan Perbaruhi Aturan Vaksinasi Covid-19

PalembangtalkKementrian Perbaruhi Aturan Vaksinasi Covid-19 – Kemungkinan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperbarui aturan mengenai pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Keputusan terbaru mengenai pelaksanaan vaksinasi itu tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 18 Tahun 2021 yang disahkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 28 Mei 2021.

PMK adalah penyakit mulut kuku , terbaru itu menggantikan PMK Nomor 10 Tahun 2021, yang sebelumnya digunakan sebagai acuan pelaksanaan vaksinasi. Dengan mengutip laman Kemenkes, Minggu (13/6/2021) salah satu poin dalam PMK terbaru adalah Kemenkes mengizinkan penggunaan jenis vaksin Covid-19 yang sama, dan antara program vaksinasi pemerintah dengan vaksinasi Gotong Royong.

Kemudian, vaksin yang digunakan untuk program vaksinasi pemerintah adalah yang diperoleh dari hibah, sumbangan, ataupun pemberian, baik dari masyarakat maupun negara lain. Juga Vaksin Covid-19 yang dimaksud tersebut juga tidak boleh diperjualbelikan dan harus diberikan tanda khusus yang bisa dikenali secara kasat mata.

Kementrian Perbaruhi Aturan Vaksinasi Covid-19

Sebagai penjelasan Kemenkes Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, dengan adanya aturan tersebut, bukan berarti vaksin yang digunakan untuk program vaksinasi pemerintah dapat dibeli oleh perusahaan swasta untuk vaksinasi Gotong Royong.

“Tidak ada, bukan begitu. Vaksin pemerintah dan vaksinasi Gotong Royong harus beda,” dengan kata Nadia kepada Kompas.com, Selasa (15/6/2021). Kemungkinan Nadia menegaskan, jenis vaksin yang digunakan untuk program vaksinasi pemerintah tidak dapat digunakan untuk vaksinasi Gotong Royong. “

Kemungkinan vaksin Sinovac, Pfizer, Novavax, dan AstraZeneca, tetap tidak bisa digunakan oleh vaksinasi Gotong Royong. Jadi harus tetap beda,” tegas Nadia. Menderetkan vaksin hibah Nadia menjelaskan, ketentuan dalam PMK terbaru mengatur penggunaan vaksin yang didapat pemerintah dari hibah, tetapi jenisnya sama dengan vaksin untuk vaksinasi Gotong Royong.

Kemungkinan kalau ada vaksin sumbangan atau hibah yang mereknya sama dengan jenis vaksin untuk vaksinasi Gotong Royong, maka vaksin merek ini bisa digunakan untuk vaksinasi program pemerintah,”.Sebagai contoh, pemerintah menerima hibah vaksin jenis Sinopharm, yang akan merupakan jenis vaksin untuk vaksinasi Gotong Royong. Sesuai dengan ketentuan dalam PMK tersebut, maka hibah vaksin Sinopharm itu dapat digunakan untuk program vaksinasi pemerintah, yang akan dapat diperoleh masyarakat secara gratis.

Kemungkinan saat ini, vaksin yang telah ditetapkan untuk program Vaksinasi Gotong Royong adalah Sinopharm, Moderna dan Cansino. Nadia juga menambahkan, Indonesia sebelumnya telah menerima hibah 500 ribu dosis vaksin Sinopharm dari Uni Emirat Arab (UEA). “Kemungkinan kita kan kemarin terima 500 ribu vaksin Sinopharm,” ujar Nadia.

Masing – masing hibah Covax Mengutip laman Kemenkes, Selasa (15/6/2021) Nadia mengatakan, salah satu poin penerbitan PMK terbaru adalah karena Indonesia baru saja menerima 500 ribu dosis vaksin Sinopharm, yang akan diperoleh merupakan hibah dari UEA sehingga tidak dapat diperjualbelikan.

Karena tidak ada dapat diperjualbelikan, bahwa penggunaan vaksin hibah tersebut dalam program vaksinasi pemerintah perlu diatur melalui PMK. “Akan ada Poin utama dari aturan ini untuk mengatur bahwa pemerintah diperbolehkan menerima vaksin yang sama dengan yang digunakan dalam Vaksinasi Gotong Royong selama itu merupakan skema hibah atau bantuan secara gratis. Bukan malah sebaliknya,” kata Nadia.

Bersama, penerbitan PMK terbaru juga sebagai persiapan jika Indonesia kelak menerima hibah vaksin dari fasilitas Covax/GAVI. “Akan Ada kemungkinan, di Indonesia akan menerima hibah dari Covax Facility dengan merek vaksin yang juga digunakan untuk vaksin Gotong Royong,” kata Nadia. ” Daerah Indonesia tidak mungkin untuk pilih-pilih jenis vaksin yang dihibahkan secara gratis oleh Covax, karena seluruh dunia masih berebut vaksin,” pungkas dia.

Banyak juga masyarakaat terkena covid-19, tetapi banyak juga tidak mau menurut peraturan yang di berikan kepada kita.

Kemungkinan tidak dirinci secara spesifik, namun peraturan itu membuka celah bagi mereka yang akan ke tempat kerja dan sekolah tanpa mengenakan masker, bahkan menghilangkan kebutuhan menjaga jarak sosial bagi mereka yang telah divaksinasi penuh.

Siapa pun mereka yang telah divaksinasi penuh dapat berpartisipasi dalam kegiatan di dalam dan di luar ruangan, besar atau kecil tanpa memakai masker atau menjaga jarak fisik. Jikalau Anda sudah divaksinasi penuh Anda dapat melakukan hal – hal yang sebelumnya Anda hentikan karena pandemi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *