KPK Tidak Akan Bongkar 75 Pegawai Tak Lulus Wawasan Kebangsaan

75 Pegawai Tak Lulus Wawasan Kebangsaan

PalembangtalkKPK Tidak Akan Bongkar Nama 75 Pegawai Tak Lulus Wawasan Kebangsaan – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan, tidak akan mengungkap nama 75 pegawai yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK). Dan keputusantersebut tidak akan diungkapnya nama 75 pegawai berdasarkan rapat yang dihadiri seluruh pimpinan, dan dewan pengawas, seluruh pejabat struktural eselon 1 dan 2 di lingkungan komisi antikorupsi.

“Dan disepakati bahwa sebagai bentuk perlindungan pegawai maka KPK secara tegas tidak akan pernah mempublikasikan kepada masyarakat nama-nama pegawai KPK baik yang Memenuhi Syarat ataupun Tidak Memenuhi Syarat,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (2/6/2021).

75 Pegawai Tak Lulus Wawasan Kebangsaan

Dan Ali juga mengatakan, bahwa pihaknya sudah memberitahukan soal hasil TWK terhadap 75 pegawai tersebut. Dan pemberitahuan tersebut akan diserahkan kepada mereka.

“Pemberitahuan dilakukan dengan cara melalui surat yang diserahkan kepada atasan langsungnya dan kemudian diserahkan kepada masing-masing pegawai,” tambahnya.

Diberitakan, bahwa KPK menyelenggarakan tes wawasanuntuk kebangsaan TWK terhadap para pegawainya. Dan KPK juga mengklaim TWK dari bagian dari proses alih status pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN). Dan dari 1.349 pegawai KPK yang mengikuti TWK, sebanyak 75 dinyatakan tidak lulus. Melalui Surat Keputusan Pimpinan KPK Nomor 652 Tahun 2021 yang ditandatangani oleh Ketua KPK Komjen Pol Firli Bahuri, dan yang ke-75 pegawai tak lulus TWK dibebastugaskan.

Baca Juga : Menteri Pendidikan, Minta Sekolah Dibuka Dan Tidak Ada Penundaan Lagi


Dan sebanyak 1.271 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang resmi menjadi aparatur sipil negara (ASN). Damn ketua KPK Firli Bahuri memimpin langsung di pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di Gedung Juang KPK, Selasa 1 Juni 2021.

Secara simbolis, para pegawai KPK yang langsung dilantik akan menjadi ASN yang diwakili oleh sekretaris Jenderal (Sekjen) KPK Cahya Hardianto Harefa dan Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan. Dan keduanya lantas mengucap sumpah jabatan yang dipimpin oleh Firli.

 “Sebelum saya mengambil sumpah janji pengambilan sumpah kepada saudara Cahya dan Pahala. Apakah Saudara beragama Kristen?dan Apakah Saudara bersedia saya ambil sumpah?” tanya Firli dalam upacara pelantikan.

Firli memimpin pelantikan dan sumpah jabatan dan diikuti oleh Cahya dan Pahala.

“Demi Tuhan Yang Maha Esa, saya yang menyatakan dan berjanji dengan sungguh-sungguh bahwa saya bersedia untuk diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan saya akan setia kepada Pancasila, dan UUD 1945, Negara dan juga Pemerintah. Saya akan mentaati segala peraturan perundangan-undangan yang berlaku dan melaksanakan nya dengan penuh pengabdian dan kesadaran dan tanggung jawab,” ujar Firli seraya diikuti para pegawai KPK.

“Dan saya juga akan senantiasa menunjung-menjung tinggi kehormatan negara, pemerintah dan juga martabat PNS. Dan akan senantiasa untuk mengedepankan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri, seseorang atau pun golongan,” ujar Firli di hadapan para pegawai KPK.

Baca Juga : Walikota Bogor Minta Pemasok Vaksin Covid-19, Diperbanyak Lagi!

“Dan saya juga akan memegang rahasia sesuatu yang menurut sifatnya atau menurut perintah juga harus saya rahasiakan. Dan saya akan bekerja dengan jujur,cermat, tertib, dan lebih bersemanggat untuk kepentingan negara,” ucap Firli.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *