Kronologi Kepala Sekolah di NTT Tewas Ditikam Orang Tua Siswa

Kronologi Kepala Sekolah di NTT Tewas Ditikam Orang Tua Siswa

Palembangtalk.com Kronologi Kepala Sekolah di NTT Tewas Ditikam Orang Tua Siswa – Seorang Kepala Sekolah di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (8/6) tewas usai ditikam oleh orangtua murid. Masalah sepele berujung maut, orangtua korban tersinggung karena anaknya dipulangkan dan tidak di izinkan mengikuti ujian oleh pihak sekolah karena telat membayar komite sebesar Rp. 1.743.000.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto mengatakan, peristiwa penikaman yang menewaskan Delvina Azi (59), Kepala Sekolah Dasar Inpres Ndora I, Desa Ulupulu, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, NTT pada hari Selasa Pagi sekitar pukul 08.45 Wita.

Baca juga: Heboh Munculnya Buaya 3 Meter di Sungai Sadar Mojokerto

Dilakukan tersangka bernama Didakus Dame (56), selaku orangtua dari salah satu siswa yang menimba ilmu di sekolah tersebut.

Kombes Pol. Rishian mengatakan, anak tersangka dipulangkan karena masih telat membayar Uang Komite sebesar Rp. 1.743.000, sampai pihak sekolah menyuruh siswa tersebut pulang ke rumahnya dan tidak dapat ikut ujian sekolah.

Jelang berapa jam kemudian, tersangka Didakus Dame, sang Ayah selaku wali murid siswa tersebut mendatangi sekolah dengan membawa sembilah sangkur.

Pelaku lalu menyerang beberapa guru di sekolah tetapi ketika guru di serang langsung lari menyelamatkan diri dari amukan wali murid siswanya.

Sang pelaku Didakus Dame yang tidak terima dan tersinggung anaknya dipulangkan karena telat membayar uang komite tersebut.

Pelaku penikaman terhadap kepala sekolah anaknya

Lalu pelaku juga mencari kepala sekolah. Tanpa basa basi pelaku ketika melihat korban, tersangka pun langsung mengejar dan menyerang korban Delvina Azi dengan sangkur yang telah dibawa sang pelaku tersebut

“Tersangka wali murid tersebut menyerang korban dengan menusuk sangkur di perut bagian kanan sampai korban mengalami luka robek”, ujar Rishian.

Disampaikan Kombes Pol. Rishian, selesai melakukan penikaman, tersangka Didakus Dame pun langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Sedangkan korban Delvina Azi pun dilarikan ke Puskesmas Nangaroro oleh para guru yang berada di lokasi kejadian.

Baca juga: Heboh! Mayat Bayi Ditemukan Dalam Tong Sampah, RSU Bunda aliyah kota Depok

Akibat luka yang dialami korban cukup serius sampai korban kemudian dirujuk dari Puskesmas Nangaroro ke RSUD Ende pada hari Selasa malam sekitar 20.00 Wita dan tiba di RSUD Ende pukul 21.45 Selasa malam.

“Kondisi korban yang sangat kristis itu akhirnya tidak bisa diselamatkan. Korban pun meninggal dunia pada hari Rabu (9/6) dini hari sekitar pukul 03.50 Wita” pungkas Kombes Rishian.

Informasi lebih lanjut disampaikan Kombes Pol. Rishian,selesai kejadian tersebut, tersangka Didakus Dame yang sehari-hari bekerja sebagai petani langsung menyerahkan diri ke Polsek Nangaroro dan pada hari Rabu siang telah dipindahkan ke ruang tahanan Polres Nagekeo.

Sementara mayat korban yang meninggal dunia telah dibawa ke kampung halaman korban di Desa Ratongomobo, Kecamatan Boawae, Kabupaten Negekeo untuk dimakamkan keluarga korban.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *