Malaysia Kembali Catat Rekor Kematian Tertinggi, akibat Covid-19

Malaysia Kembali Catat Rekor Kematian Tertinggi, akibat Covid-19

Palembangtalk.comMalaysia Kembali Catat Rekor Kematian Tertinggi, akibat Covid-19 – Pasalnya, pada hari Rabu (2/6/2021) kemarin Malaysia dilaporkan bahwa malaysia mengalami kasus kematian hingga 126 orang. Jumlah korban tersebut merupakan angkat yang catatan harian tertinggi sejak adanya pandemi melanda negara malaysia tersebut.

Malaysia awalnya hanya mencatat angka kematian tertinggi pada hari sabtu (29/5) dengan 98 jiwa atau orang. Dan Hari sabtu itu juga malaysia telah melaporkan bahwa malaysia telah mencatat rekor kasus kematian tertinggi yaitu ada 9.020 kasus akibat terinfeksi covid-19 di negara jiran tersebut.

Sedang pada hari Rabu ini pihak pemerintah yang berwenang telah melaporkan 7.702 orang kasus baru terinfeksi virus corona. Dan Malaysia mengalami pertambahan lonjakan kasus covid-19 selama sebulan belakangan ini. varian baru Corona lebih menular muncul dinegara malaysia ini. Virus tersebut yang menjadi salah satu penyebab meningkatnya penularan virus Covid-19 di sana.

Baca juga: Kondisi Kasus Covid-19 di Malaysia Mengerikan, Warga Diminta Waspada!

Malaysia mencapai rekor tertinggi kematian akibat covid-19

Pada saat ini Negara Malaysia juga menjadi salah satu negara yang memiliki kasus infeksi harian Covid-19 tertinggi di Asia Tenggara. Sehingga harus melaksanakan masa lockdown atau tutup total kegiatan keluar rumah di tiadakan selama lockdown itu dilaksanakan di negara jiran tersebut.

Agar dapat menekan angka penularan virus Covid-19 tersebut, Pemerintah Malaysia kini menerapkan kembali masa lockdown untuk beberapa wilayah atau lockdown secara keseluruhan, di mulai hari Selasa (1/6).

Rencana pemerintah, masa lockdown akan diberlakukan pada tanggal (1/6) sampai Senin (14/6) mendatang atau dua minggu kedepan aktivitas diluar rumah tidak diperbolehkan oleh pihak pemerintah jika ada ada masyarakat yang melanggar maka akan dikenakan sanksi tegas oleh pemerintah setempat.

Lockdown akan dilakukan secara ketat atau diberlakukan sampai seluruh ruang publik dan kawasan niaga yang tidak berkepentingan wajib tutup untuk sementara waktu. Sampai pandemi covid-19 ini dapat ditekan angka penyebarannya.

Pihak pemerintah hanya membolehkan sejumlah kegiatan masyarakat niaga yang dinilai penting dapat tetap berjalan, tentunya dengan sejumlah persyaratan yang berlaku di negara malaysia.

Baca juga: Menjelang Lockdown, Warga Malaysia Sibuk berbelanja ke Supermarket

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menjelaskan akan membagi subsidi atau bantuan sosial bagi penduduk dan pengusaha secepatnya selama masa lockdown diberlakukan di negara jiran itu.

Agar masyarakat setempat tidak khawatir akan kebutuhan pokok atau kebutuhan sehari-hari, maka dari itu pemerintah akan membagi setiap rumah tangga bahan- bahan kebutuhan pokok untuk dua minggu kedepannya.

Dan masyarakat malaysia tidak merasa kecewa atas pemberlakuan masa lockdown di negara jiran tersebut.

Berdasarkan data Worldometer, sampai hari Kamis ini (3/6) Malaysia memiliki 587.165 orang kasus virus corona dan 2.993 orang kasus kematian. Sementara 501.898 orang dinyatakan sembuh, dan kasus yang masih aktif sebanyak 82.274orang.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *