Menantu Rizieq Shihab Divonis 1 Tahun Masuk Penjara

Menantu Rizieq Syihab Divonis 1 Tahun Penjara

palembangtalkMenantu Rizieq Shihab Divonis 1 Tahun Masuk Penjara – Menantu Rizieq Shihab yaitu Hanif Alatas divonis 1 tahun masuk penjara dengan perkara tes swab Covid-19 di Rumah Sakit (RS) Ummi, di Pengadilan Negeri (PN)┬áJakarta┬áTimur, pada hari Kamis 24 Juni 2021.

Dengan menjatuhkan pidan kepada yang terdakwa selama 1 tahun, dikurangi pidana selama terdakwa ditahun, dan juga membebankan biaya perkara terhadap terdakwa,” ujar Hakim Ketua Khadwanto saat sidang pembacaan vonis.

Vonis tersebut dijatuhkan terhadap Hanif, sebab dianggap terbukti sudah melanggar sebagaimana dakwaan pertama Pasal 14 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP pidana tentang penyebaran berita bohong yang timbulkan keonaran.

Pasalnya, majelis hakim telah menganggap bahwa pernyataan Hanif yang sudah menyiarkan mertuanya Rizieq sehat pada saat dirawat di RS Ummi Bogor pada November 2020 dianggap merupakan kebohongan sebab hasil tes swab dinyatakan reaktif dan saat di tes PCR pun terbukti terkonfirmasi Covid-19.

Atas vonis tersebut, Hanif berserta tim kuasa hukumnya selesai berdiskusi sejenak. Kemudian lewat kuasa hukumnya menyatakan banding terhadap vonis satu tahun yang sudah dijatuhkan majelis hakim.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah menuntut terdakwa Hanif Alatas dengan hukuman dua tahun penjara atas perkara penyebaran berita bohong hasil swab test covid-19 di Rumah Sakit Ummi Kota Bogor.

Tuntutan itu dijatuhkan, sebab jaksa menganggap menantu Rizieq, Hanif Alatas terbukti terbukti turut serta dan menyakinkan secara sah menyebarkan berita bohong sebagaimana Pasal 14 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana

“Menjatuhkan pidana terhadap Muhammad Rizieq bin Husein Shihab berupa pidana penjara selama 2 tahun. Berdasarkan barang bukti 1 sampai 26 keseluruhan,” kata jaksa saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (3/6)

Dalam tuntutan jaksa, pertimbangan hukuman penjara bagi Hanif Alatas akan dikurangi dengan masa penahanan yang sudah dijalaninya. Meski demikian, Hanif tetap diminta untuk ditahan di sel tahanan.

“Terdakwa Hanif Alatas telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah turut serta melakukan perbuatan menyiarkan atau menyebarkan berita bohong yang menimbulkan keonaran,” ucap jaksa.

Adapun hal-hal yang yang memberatkan untuk jadi pertimbangannya, yaitu memberatkan, Hanif dianggap tidak mendukung program pemerintah untuk dalam pencegahan penyebaran Covid-19, akibat tindakannya membuat kegaduhan dan mengganggu ketertiban umum.

“Hal yang meringankan, terdakwa masih berusia muda sehingga bisa memperbaiki prilakunya di masa mendatang,” kata jaksa.

Atas hal itu, Jaksa meminta kepada Hakim Ketua Khadwanto yang memimpin jalannya sidang supaya tuntutan penjara selama enam tahun dikabulkan. Sehingga selesai dibacakan tuntutan, maka agenda selanjutnya dilanjutkan pembacaan pleidoi atau nota pembelaan atas tuntutan jaksa pada hari Kamis (10/5) pekan depan.

Baca juga : Kronologi 6 Prajurit TNI AL, Aniaya 2 Warga Sipil Di Purwakarta

Sebagai informasi, dalam perkara yang sama Rizieq Shihab dituntut pidana penjara selama 6 tahun. Dia dinyatakan secara sah sudah menyebarkan informasi atau berita bohong soal kondisi kesehatannya yang terpapar Covid-19.

Sebelumnya, sebagaimana dalam dakwaan penuntut umum, Rizieq bersama dua terdakwa lainnya sudah didakwa turut melakukan penyebaran berita bohong kepada hasil tes swabnya yang dilakukan di RS Ummi, Kota Bogor, pada akhir November 2020.

Berawal pada saat Rizieq dirawat karena reaktif Covid-19, tidak lama setelah dirinya datang ke Indonesia pada 10 November lalu. Rizieq yang saat itu merasa tidak enak badan dan telah terkonfirmasi reaktif Covid-19 lalu disarankan jalani perawatan oleh tim MER-C yang kemudian di pilih lah RS Ummi, Kota Bogor.

Baca juga : Polisi Tangkap 3 Pemuda, Perkosa Wanita Terapis Pijat di Surabaya

Sampai pada akhirnya, Rizieq Syihab didakwa sudah menyiarkan berita bohong serta sudah menutupi hasil swab test yang dilakukan di RS UMMI Bogor. Dia juga didakwa sudaj menghalangi upaya satgas Covid-19 kota Bogor pada saat menanggulangi penyebaran pandemi Covid-19.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *