Menteri Pendidikan, Minta Sekolah Dibuka Dan Tidak Ada Penundaan Lagi

Menteri Pendidikan, Minta Sekolah Dibuka Dan Tidak Ada Penundaan Lagi

Palembangtalk.comMenteri Pendidikan, Minta Sekolah Dibuka Dan Tidak Ada Penundaan Lagi – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi ( mendikbudristek) Nadiem Makarim mengatakan bahwa sekolah harus segera dibuka kembali. karena Menurutnya, Tidak Ada Penundaan Lagi dan harus dilakukan demi pendidikan.

Nadiem Makarim mengatakan bahwa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidak lagi efektif sehingga menimbulkan beberapa masalah. Dia pun mendorong agar pihak sekolah segera melakukan tatap muka.

Karena siswa-siswi tidak dapat menguasai ilmu yang ada jika pembelajaran jarak jauh terus diterapkan selama covid-19 melanda Indonesia maka selama itu siswa siswi tidak dapat sama sekali memahami ilmu pada semua mata pelajaran.

“Tentu bapak dan ibu sudah pahami masa depan Indonesia sangat bergantung pada sumber daya manusia pada siswa-siswi generasi Muda Indonesia. Sehingga tidak ada tawar-menawar untuk pendidikan, meskipun dari situasi yang kita hadapi sekarang” kata Nadiem dalam acara yang disiarkan dari Youtube Kemendikbud RI, pada hari Rabu (2/6).

Baca juga: Dampak Pandemi, Pelajar Butuh Waktu 9 Tahun Kejar Ketertinggalan

Proses pembelajaran tatap muka terbatas

Nadiem menteri pendidikan ini juga mengatakan telah memahami kekhawatiran guru, tenaga kependidikan, dan orang tua masalah pembukaan tatap muka di sekolah pada saat pandemi virus Covid-19 masih ada. Namun, Dia mengatakan jika terus-menerus penundaan pembukaan sekolah bisa berdampak panjang bagi seluruh siswa-siswi di seluruh lembaga sekolah.

Sampai pada hari ini, Nadiem selaku menteri pendidikan menyatakan juga sering mendengar dan membaca langsung keluhan anak-anak di media sosial atas keinginan segera masuk sekolah dan belajar seperti biasa layaknya anak sekolah pada umumnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjelaskan bahwa masih banyak sekolah yang belum dibuka meski sudah didorong oleh pemerintah pusat, agar dapat membuka kembali sekolah tatap muka walaupun sekolah tatap muka terbatas.

“Dari semua pertimbangan yang dilakukan, kami upayakan untuk pendidik dan tenaga kependidikan jadi prioritas penerima vaksinasi Covid-19 terlebih dahulu,” tambahnya.

Sebelumnya, Nadiem melaporkan bahwa baru 30 persen sekolah yang membuka opsi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Dia juga mendorong sekolah dibuka setelah vaksinasi guru dan tenaga kependidikan dapat di terapkan.

Panduan dari opsi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dari PAUD, pendidikan dasar dan juga menengah yang dikeluarkan oleh Kemendikbudristek. Kemendikbudristek harus menegaskan sekolah yang sudah mengikuti vaksinasi dan harus melakukan opsi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas paling lambat pada Tahun Ajaran 2021/2022 harus sudah dilaksanakan untuk mengejar ketertinggalan penguasaan pendidikan.

Baca juga: Berita Covid-19 Harian DKI Tembus 1.000 Kasus Dua Pekan Usai Lebaran

Jika sekolah belum dapat memenuhi ketentuan tersebut, pembelajaran di satuan pendidikan masih diperbolehkan mengikuti SKB 4 oleh Menteri pendidikan yang telah diterbitkan pada tanggal 30 Maret 2021 terkait Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran tatap muka di Masa Pandemi virus Covid-19.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *