Mudik Lebaran Selesai,Penumpang Bus Keluar Jakarta Naik 2.000 Persen

Mudik Lebaran Selesai,Penumpang Bus Keluar Jakarta Naik 2.000 Persen

Palembangtalk.com Mudik Lebaran Selesai,Penumpang Bus Keluar Jakarta Naik 2.000 Persen – Halo sobat kembali lagi dengan admin nih, kali ini admin akan membahas informasi mengenai berita Mudik Lebaran Selesai,Penumpang Bus Keluar Jakarta Naik 2.000 Persen. Yuk simak dan ikuti ulasan-ulasan yang akan admin bagikan sampai selesai.

Jumlah penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di empat terminal tipe A yang keluar Jakarta tercatat mengalami kenaikan signifikan usai masa larangan mudik berakhir.

Baca juga: Warga Pekanbaru Serbu Pusat Perbelanjaan Setelah Selesai Ramadhan

Diketahui, larangan mudik lebaran 2021 ditetapkan pada tanggal 6 sampai 17 Mei. Selain itu, ada juga masa pengetatan mudik pada 22 April-5 Mei, dan 18-24 Mei. Masa pengetatan ini hanya punya dokumen surat bebas Covid-19 untuk keluar daerah. 

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebut jumlah penumpang yang datang ke Jakarta berjumlah 3.901 orang. Angka ini naik hingga 13.080 persen jika dibanding pada tanggal 6 Mei yang hanya berjumlah 25 orang.

Sementara, jumlah penumpang yang berangkat dari Jakarta mencapai 1.918 orang. Dan ada Sebanyak 140 penumpang ditolak keberangkatannya.

Foto: Bus yang dipenuhi para pemudik

“Penumpang berangkat dari Jakarta naik 2.592 persen dibandingkan pada tanggal 6 Mei 2021 (yang mencapai) 49 penumpang,” kata Syafrin dalam laporan evaluasi penerapan larangan mudik hari raya Idul Fitri melalui pesan singkatnya, Kamis (20/5).

Pemprov DKI Jakarta juga mencatat sebanyak 2.154.564 kendaraan memasuki Ibu Kota pada waktu tanggal 6-18 Mei. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.010.812 masuk melalui gerbang tol utama. Sementara, 1.143.752 kendaraan masuk melalui jalan arteri.

Jumlah ini berkurang 342.029 unit jika dibanding jumlah kendaraan yang keluar meninggalkan ibu kota selama tanggal 6-18 Mei, yakni 2.496.593 kendaraan. Rinciannya, 1.002.791 di antaranya keluar melalui gerbang tol utama dan 1.493.802 kendaraan lainnya keluar melalui jalur arteri.

Buat penumpang angkutan umum perkotaan, dia menyebut jumlahnya justru menurun. Syafrin menyebut rata-rata penumpang harian angkutan umum perkotaan 729.335 orang per hari. Padahal, sebelumnya rata-rata jumlah penumpang per hari sebanyak 886.644 orang.

“Mengalami penurunan sebesar 17,74% dibandingkan sebelum larangan mudik,” jelas dia.

Sementara itu, Syafrin juga menyebut sebanyak 236 kendaraan diputar balik pada 8 titik checkpoint, yaitu Kalideres, Joglo, Lampiri, Panasonic, Perintis Kemerdekaan, Kolong FO Cakung – Cilincing, Pasar Jumat, dan Budi Luhur.

“Pada lokasi penyekatan (jalan tol Jakarta-Cikampek KM 34 dan jalan non tol Kedung Waringin) adalah 10.072 kendaraan,” tambahnya.

Syafrin juga mengatakan sebanyak 7.028 orang telah menjalani tes deteksi Covid-19. Sebanyak 5.751 orang menjalani tes swab Antigen dan 1.277 orang menjalani tes GeNose. Sebanyak 23 orang dinyatakan positif berdasarkan tes swab Antigen dan 47 orang positif berdasarkan tes GeNose.

Baca juga: Positif Covid Tambah 4.871 Kasus, Meninggal Dunia 192 Orang

Di tempat terpisah, Kepala Terminal Cicaheum, Bandung, Rony Hermanto mengatakan penggunaan bus AKAP dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) mulai meningkat sejak Selasa (18/5) atau pasca-larangan mudik. Termasuk, penumpang yang keluar daerah.

“Semenjak dibukanya kembali operasional terminal dalam rangka pelarangan mudik 2021 jumlah armada yang diberangkatkan kemarin untuk AKAP, kedatangan bus mencapai 42 armada dengan jumlah penumpang 320. Sedangkan, yang berangkat 43 armada dan jumlah penumpang 415,” kata Rony saat ditemui di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Jawa Barat, pada hari Rabu (19/5).

Selain bus AKAP, kedatangan bus AKDP juga mengalami peningkatan. Dari 52 kedatangan armada, sebanyak 341 di antaranya berhasil diangkut. Sementara untuk keberangkatan berjumlah 38 armada dengan jumlah penumpang 363 unit.

Sehingga, total keseluruhan armada bus baik yang bertolak dari Terminal Cicaheum berjumlah 81 armada dan 877 penumpang. Sedangkan, jumlah kedatangan armada mencapai 94 dan 364 penumpang.

” Jika untuk bus AKAP tiap-tiap jurusan stabil artinya lonjakan tidak signifikan. Dan sejauh ini pun relatif tidak ada yang signifikan apalagi pandemi,” ujarnya.Rony mengatakan, tujuan favorit penumpang bus AKDP meliputi Tasikmalaya, Kuningan, dan Indramayu. Sedangkan, bus AKAP dengan tujuan Malang, Surabaya, Solo, dan Jepara.

Rony juga menyampaikan para calon penumpang tidak perlu lagi membawa surat perjalanan dinas dari kantor atau surat keterangan dari kelurahan usai masa larangan mudik.

Namun, para penumpang diwajibkan membawa surat keterangan bebas Covid-19, yang bisa berupa bukti rapid test antigen, tes swab PCR, maupun GeNose C-19 yang berlaku 1×24 jam sejak pengambilan sampel.

Adapun prediksi puncak arus balik di Terminal Cicaheum diprediksi bakal terjadi pada akhir pekan ini. “Puncaknya sekitar tanggal 23 Mei,” kata Rony.

Baca juga: Vaksinasi Gotong Royong Dimulai Hari Ini, Berikut Cara Pendaftarannya

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *