Nasib Para Pekerja, Lebaran Duluan THR Belakangan

Nasib Para Pekerja, Lebaran Duluan THR Belakangan

Palembangtalk.com Nasib Para Pekerja, Lebaran Duluan THR Belakangan – Halo sobat kembali lagi dengan admin nih, kali ini admin akan membahas informasi mengenai Nasib Para Pekerja, Lebaran Duluan THR Belakangan. Yuk simak dan ikuti ulasan – ulasan yang akan admin bagikan ini hingga selesai.

Keinginan Aldo (bukan nama sebenarnya) mengenakan baju baru bersama adik dan kedua orang tua di Hari Raya Idulfitri pupus. Karena Tunjangan hari raya (THRLebaran yang dinanti-nantikannya, baru dibayarkan Rp250 ribu hingga H-2 Lebaran.

Jangankan baju baru, untuk membeli bahan masakan khusus hari kemenangan umat Islam saja, ia perlu berpikir ulang. Pasalnya, ada kebutuhan yang harus diutamakan, seperti membayar listrik hingga zakat fitrah.

“Saya mau beliin baju adik dan kedua orang tua biar sama-sama merayakan kemenangan dengan memakai pakaian baru tidak bisa. Saya mengutamakan pengeluaran yang lebih penting,” cerita Aldo kepada salah satu stasiun tv lewat sambungan telepon, kepada hari Selasa (11/5).

Baca juga: Sapri Pantun Meninggal Dunia, Vega Darwanti Turut Sampaikan Belasungkawa

Kecewa? Tentu saja. Namun, tidak banyak yang bisa ia lakukan ketika perusahaan tempatnya bekerja mengumumkan bahwa pembayaran THR akan dilakukan secara bertahap atau dicicil.

“Manajemen menyampaikan arus kas tidak baik. Melihat ini ya kecewa, karena kan saya sendiri dan teman butuh banget,” katanya lirih

Jumlah THR yang diterima Aldo hingga H-2 Lebaran hanya 12,5 persen dari total yang seharusnya ia dapat. Perusahaan berjanji akan membayar THR dalam lima tahap, saat lebaran selesai.

“Empat kali 12,5 persen dan yang terakhir itu September nanti 50 persen,” katanya.

Sebetulnya, kejadian ini bukan yang pertama dialami Aldo. Tahun lalu, perusahaan tempatnya bekerja juga mengeluarkan keputusan yang sama, yaitu membayar THR secara dicicil.

“Kalau 2020 komitmen perusahaan dicicil 8 kali, tapi realisasinya tidak sampai 8 kali sudah clear (selesai), sudah dibayar 100 persen,” ucap Aldo.

Awalnya, ia cukup ‘yakin’ kejadian 2020 tak akan terulang pada tahun ini. Pasalnya, pemerintah terus mengeluarkan pernyataan yang meminta seluruh pengusaha swasta untuk membayar THR secara penuh kepada para pekerja.

Baca juga: Gadis Cantik di Cianjur dibakkar Oleh Kekasihnya, Pengakuan Pelaku Sempat Peluk Korban yang Berteriak Kepanasan

Foto pembagian thr yang dipotong mencapai 30 persen

Pernyataan terkait THR itu dikeluarkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada April 2021 lalu. Kemudian, dilanjutkan oleh Pak Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.

Kalau lihat aturan pemerintah, tidak sesuai dengan pernyataan pemerintah, jadi begini ya saya kecewa,” katanya lagi.

Memang, THR ujung-ujungnya juga akan didapatkan 100 persen. Hanya saja, kalau dibayar secara bertahap, Aldo tiak bisa dibagikan, rencananya untuk memberikan uang belanja lebih ke orang tua dan membeli kebutuhan untuk keluarga sebelum Lebaran hanya tinggal rencana.

“Kebutuhan Hari Raya itu banyak, yang jelas untuk saudara,” imbuh Aldo.

Meskipun demikian, Aldo berusaha ikhlas. Yang penting, katanya, perusahaan tidak memotong gaji dan tetap membayar THR 100 persen.

Dia juga merasa lebih beruntung karena statusnya saat ini masih lajang. Belum menikah. Sehingga, kebutuhannya belum banyak sebanyak rekan kerjanya yang sudah berkeluarga.

“Saya tidak begitu berat mungkin,karena saya masih single. namun saya hanya ingin meringankan beban orang tua, tapi mungkin untuk yang sudah berkeluarga ini berat sekali,” jelas Aldo.

Senasib juga dengan Karina (bukan nama sebenarnya) baru mengantongi 30 persen dari total THR yang seharusnya ia kantongi. Sebab, perusahaan tempat ia bekerja memutuskan pembayaran THR akan dicicil sebanyak tiga kali.

“Kebijakan ini diumumkan awal Mei 2021. Padahal, berita soal tidak boleh dicicil itu sudah senang banget dan kami sudah tenang ya, THR akan penuh tahun ini,” ungkap dia.

Menurut Karina, perusahaan tempatnya bekerja berjanji untuk menyelesaikan pembayaran THR tahun ini juga. Skemanya persis seperti 2020 lalu, di mana sebelum tutup tahun semuanya sudah lunas.

Perempuan yang sudah bekerja di perusahaan lebih dari dua tahun ini pun harus merombak semua rencana yang sudah disusun sejak awal. Sama seperti Aldo, Karina juga batal membeli baju baru untuk lebaran tahun ini.

Bukan cuma itu, alokasi dana untuk membuat kue kering terpaksa dipotong 50 persen. Lalu, dana untuk belanja bahan makanan Lebaran juga dipotong 50 persen.

Baca juga: Cegah Jebol, Penyekatan di Bekasi-Karawang Dibagi Jadi 2 Posko

“Tahun ini tidak menyediakan uang receh untuk dibagikan ke keponakan, baju Lebaran juga kami jadinya tidak beli. Kondisi orang tua juga kan berdagang, mereka jua terkena dampak dari pandemi, jadinya tempat makan usaha orangtuanya itu terpaksa tutup dulu,” ungkap karina.

Perempuan berusia 30 tahun ini juga tak bisa menyisihkan hasil kerjanya untuk menabung. Sebab, ia banyak menggunakan 30 persen THR nya yang sudah cair untuk membeli hampers atau bingkisan yang akan dibagikan ke rekan kerja.

“Alokasi untuk konsumsi tidak siap kalau dicicil. Butuh untuk Lebaran nih 70 persen dari gaji, ini cuma dapat 30 persen. Jadi, pengurangan pada tabungan. THR tidak terasa. Konsumsi tidak terasa. Itu sih yang saya rasakan,” jelas Karina.

Baca juga: 7 Orang Tewas Tertimbun Longsor Tambang Emas di Solok Selatan Dievakuasi, Petugas Masih Mencari Siman

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *