Novel Baswedan Mengaku Sedih Laporkan Pimpinan KPK ke Dewan Pengawas

Novel Baswedan Mengaku Sedih Laporkan Pimpinan KPK ke Dewan Pengawas

PalembangtalkNovel Baswedan Mengaku Sedih Laporkan Pimpinan KPK ke Dewan Pengawas – Ada sebanyak 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinonaktifkan melaporkan ke 5 Pimpinan kepada Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Penyidik senior KPK Novel Baswedan mengaku sedih dirinya dan 74 pegawai lembaga antirasuah lainnya harus melaporkan atasan mereka sendiri.

“Sebenarnya hari ini kami kembali bersedih. kami bersedihnya karena harus melaporkan pimpinan KPK. Seharusnya pimpinan KPK itu kan dalam integritas tentunya baik, ya seharusnya begitu. Akan tetapi dalam beberapa hal yang kami amati itu ada hal-hal yang sangat mendasar dan kemudian kami lihat sebagai masalah yang serius,” ujar Novel di Gedung ACLC KPK, Selasa (18/5/2021).

Novel termasuk perwakilan 75 pegawai yang mendatangi Dewas KPK untuk melaporkan kelima pimpinan KPK, yaitu Nurul Ghufron, Firli Bahuri, Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, dan Nawawi Pomolango.

“Seharusnya pimpinan KPK itukan dalam integritas tentunya harus baik, harusnya begitu tetapi dalam beberapa hal yang kami amati itu ada hal-hal yang sangat mendasar dan kemudian kami lihat sebagai masalah yang serius,” sambungnya.

Baca Juga : Sibuk Berperang Dengan Humas, Israel Diserang Oleh 6 Roket Dari Lebanon

Sebelumnya Novel juga mengatakan, dalam keputusan pimpinan KPK itu yang tertuang dalam SK 652 tahun 2021 terdapat upaya untuk menyingkirkan para pegawai KPK yang berprestasi.

Di mana dalam SK 652 tahun 2021 itu tertuang tentang hasil asesmen TWK yang salah satu poinnya yaitu meminta para pegawai yang dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk menyerahkan tugas dan tanggung jawab mereka kepada atasannya masing-masing.

“Dan kami kembali lagi melihat, ada upaya-upaya yang mungkin tidak jujur disana dan kemudian membuat seolah-olah ada proses pegawai-pegawai berlaku baik yang berprestasi justru malah dibuat seolah-olah tidak lulus atau tidak memenuhi syarat,” tutur Novel.

Baca Juga : Polisi Tetapkan 2 Tersangka Pada Kasus Perahu Tenggelam Di Kedung Ombo

Lanjut kata penyidik senior KPK itu, kejadian seperti ini merupakan sebuah pelanggaran kode etik di dalam lembaga KPK dan hal tersebut bukan yang pertama kali.

Novel menjelaskan, sebelumnya juga ada pimpinan KPK yang pernah diperiksa dan kemudian diputuskan melakukan suatu kesalahan dengan pelanggaran kode etik.

“Dan pada hari ini kami pun harus melaporkan kembali tentu kami tidak suka situasi itu,” ucapnya.

Dengan melayangkan laporan tersebut kepada Dewan Pengawas ini Novel berharap bahwa Komisi Antirasuah di Indonesia ini agar dipimpin oleh orang yang baik dan yang dapat menjaga etika profesi serta tetap dalam koridor integritas.

Baca Juga : Penyekatan Arus Mudik Lebaran Diperpanjang Hingga 24 Mei

Karena jika tidak seperti itu kata Novel, maka upaya untuk memberantas korupsi di Tanah Air akan terganggu.

“Oleh karena itu sekali lagi saya katakan keprihatinan dan kami berharap dewan pengawas bisa berlaku seprofesional mungkin demi kebaikan dan demi kepentingan pemberantasan korupsi yang lebih baik,” tukasnya.



Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *