Oknum Polisi Diduga, Telah cabuli Remaja Di Mapolsek Jailolo Selatan

Oknum Polisi Diduga, Telah cabuli Remaja Di Mapolsek Jailolo Selatan

Palembangtalk.comOknum Polisi Diduga, Telah cabuli Remaja Di Mapolsek Jailolo Selatan – Kabid Humas Polda Maluku Utara Adip Rojikan telah memastikan bahwa oknum Briptu II telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencabulan terhadap gadis di bawah umur di Polsek Jailolo Selatan, Halmahera Barat, Maluku Utara.

Adip mengatakan, Briptu II juga telah ditahan di Polres Ternate dan pihak kepolisian tidak akan mentoleransi jika adanya anggotanya yang melakukan pelanggaran dalam bertugas.

Seorang oknum polisi berinisial Briptu II diduga mencabuli remaja wanita berusia 16 tahun di Mapolsek Jailolo Selatan, Halmahera Barat, Maluku Utara beberapa waktu lalu.

Baca juga: Wanita Lompat dari Lantai 3 Rumahnya, usai Positif Covid-19 Di Jabar

Kejadian tersebut diceritakan melalui sebuah potongan pemberitaan media massa yang di unggah oleh akun twitter @toety_ariela pada hari Selasa (22/6) kemarin. Dalam unggahan tersebut turut disertakan desakan untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS).

Kadiv Humas Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono membenarkan peristiwa yang dilakukan oleh oknum di Korps Bhayangkara tersebut. ia, mengatakan bahwa kasus itu tengah diselidiki lebih lanjut.

“Kasus itu sudah seminggu yang lalu terjadi. Propam (bidang Profesi dan Pengamanan) Polda sedang melakukan penyelidikan,” tutur Argo saat dikonfirmasi, hari Rabu (23/6).

Dalam kronologi yang tertera di media sosial, dijelaskan bahwa korban tengah berkunjung ke Sidangoli bersama teman-temannya seminggu yang lalu, tetapi karena mereka terlalu lama di sidangoli sampai larut malam. Mereka pun hendak menginap karena jika mereka pulang kerumah mereka pun sudah larut malam sekitar pukul 01.00 WIT.

Baca juga: Sejoli Pembuang Bayi Dalam Kantong Plastik Di Brebes Kini Di tangkap

Anak dibawah umur di cabuli oleh Briptu II di dalam polsek

Tanpa alasan jelas, keduanya dibawa oleh oknum polisi tersebut ke Mapolsek menggunakan mobil patroli.

Setelah sampai di Polsek Jailolo Selatan, Halmahera Barat, Maluku Utara, korban dan temannya ditempatkan di ruangan terpisah untuk melakukan pemeriksaan.

Kemudian, kedua korban dituduh kabur dari orang tua dan melakukan pelarian ke sidangoli. Hanya saja, korban membantah tuduhan tersebut dan kedua korban mengaku telah dapat izin dari orangtua mereka masing-masing.

Selama pemeriksaan, teman korban keluar dari ruangan tersebut. Hanya korban saja berada di dalam ruang itu, dan ruangan itu kemudian dikunci dari dalam. Hanya ada korban di dalam bersama dengan Briptu II yang tengah memeriksa si korban.

Gadis dibawah umur itu diancam oleh seorang oknum briptu jika tidak bersedia melayani sang polisi, korban dan temannya akan di penjara

Beberapa jam kemudian, korban keluar dari ruangan sambil menangis karena ia mengaku bahwa Briptu II telah mencabuli dirinya di dalam ruang pemeriksaan itu.

Korban mengatakan bahwa pelaku Briptu II telah mengancam akan memasukkan korban ke dalam penjara jika tidak melayani nafsu sang pelaku.

Tidak hanya dicabuli saja, Briptu II juga telah melakukan tindakan kekerasan kepada korban

Korban sempat menceritakan perbuatan tidak senonoh yang dilakukan Briptu II itu kepada temannya.Dan mereka sempat ditegur oleh Briptu II dengan kata-kata yang sangat kasar.

Sampai pagi hari bahkan, mereka tidak boleh keluar dari Polsek dan sempat dimasukan sel tahanan oleh Briptu II.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *