Pasien Covid-19 Bertambah, RSUD Bekasi Dirikan Tenda Darurat

Pasien Covid-19 Bertambah, RSUD Bekasi Dirikan Tenda Darurat

Palembangtalk.com – Pasien Covid-19 Bertambah, RSUD Bekasi Dirikan Tenda Darurat – Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Chasbullah Abdulmajid di Kota Bekasi merawat pasien Covid-19 sudah melebihi kapasitas. Kondisi tersebut terjadi setelah pasien Covid-19 terus berdatangan ke RSUD Bekasi untuk mendapatkan perawatan secara intensif.

“Sekarang kepadatan pasien saat ini sudah hampir 120 persen dari tempat yang kita sediakan didalam rumah sakit ini,”tutur Direktur Utama RSUD Kota Bekasi Kusnanto Saidi di Bekasi, hari Rabu (23/6/2021).

Kusnanto menjelaskan, daya tampung RSUD Kota Bekasi ada sebanyak 265 tempat tidur yang tersedia di dalam tenda. Namun saat ini jumlah pasien sudah mencapai 300 orang. “Tidak mungkin kita menolak pasien yang terus berdatang untuk masuk kerumah sakit saat inikan,” terang dia.

Baca juga: Kasus Covid-19 Yang Terdeteksi Bisa Jadi Hanya 1/8 Dari Kasus Yang Sesungguhnya

Untuk itu, pihak rumah sakit berharap agar pasien maupun pihak keluarga pasien dapat bersabar dalam kondisi saat ini. Pasalnya, karena adanya aduan pasien yang merasa tidak ditangani dengan baik oleh perawat di rumah sakit umum bekasi ini.

“Namun sepanjang sudah masuk IGD pastinya kita akan tangani dengan baik pasien covid-19. Baik itu sudah melakukan pemeriksaan dan juga PCR. Sedangkan untuk menunggu PCR saja hampir 8 jam baru hasil nya keluar, ya pasien harus dapat bersabar untuk menunggu hasil pemeriksaan dan mendapat perawatan secara intensif oleh pihak rumah sakit,” tutur dia.

Baca juga: Kemenkes Izinkan Bodetabek Untuk Vaksinasi Usia 18 Tahun ke Atas

Pihak rumah sakit daerah bekasi mendirikan tenda darurat untuk pasien yang belum memiliki ruangan dan belum melakukan tes swab PCR

Maka dari itu Pihak RSUD bekasi sudah mendirikan tenda darurat untuk pasien yang baru datang ke RSUD Bekasi. Tenda darurat itu dibuat sesuai dengan instruksi Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.

“Karena ruangan IGD kita saat ini sangat terbatas, sementara masyarakat sangat membutuhkan layanan dari pihak rumah sakit saat ini,”tambah dia.

Dan dari tenda tersebut, nantinya para pasien terlebih dahulu melakukan pemeriksaan tes swab PCR di dalam tenda. Sambil menunggu hasilnya keluar, mereka akan dirawat di dalam tenda darurat untuk sementara waktu ini guna menunggu mendapat ruangan IGD buat mereka semua.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Di Surabaya Diklaim Tembus 1,2 Juta Orang

Tenda digunakan untuk pasien yang belum mendapatkan ruangan perawatan di dalam rumah sakit

Jika hasil PCR sudah keluar namun ruangan perawatan belum tersedia, maka mereka (pasien) diminta untuk menunggu di tenda darurat tersebut.

“Jadi tenda itu adalah SOP pemeriksaan awal dari pasien masuk nanti di-skrining dulu, yang belum PCR di-PCR dulu dan sambil menunggu hasil PCR itu. Yang sudah ada hasil PCR kita akan memasukkan mereka ke dalam ruangan IGD guna untuk mendapatkan perawatan secara intensif,” terangnya.

Tetapi ketika tidak ada ruangan untuk pasien, paling tidak pasien harus menunggu di ruangan IGD yang sekarang ada di dalam tenda saat ini,”pungkasnya.


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *