Pemerintah Buka Opsi Tutup Akses Seluruh WNA Masuk RI

Pemerintah Buka Opsi Tutup Akses Seluruh WNA Masuk RI copy

PalembangtalkPemerintah Buka Opsi Tutup Akses Seluruh WNA Masuk RI РSatuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyebut saat ini pemerintah berupaya menyesuaikan kebijakan perihal protokol kedatangan Warga Negara Asing (WNA) dari berbagai negara dengan kondisi pandemi virus corona terkini di tanah air.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito ini mengatakan tak menutup kemungkinan pemerintah juga akan menutup akses pintu masuk kedatangan WNA secara penuh, khususnya yaitu pada WNA asal negara yang menjadi episentrum varian covid-19 baru.

“Iya akan ada [penutupan akses WNA] karena kita berusaha adaptif dengan situasi,” kata Wiku, Jumat (7/5).

Wiku tak menyebutkan kepastian kapan pembatasan mobilitas WNA di Indonesia itu mulai dilakukan. karena, sejauh ini diketahui masih ada WNA yang diizinkan memasuki kawasan Indonesia. WNA yang mendapat lampu hijau itu adalah warga asing yang memenuhi persyaratan dalam Surat Edaran (SE) Nomor 8 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Ada tiga kategori WNA yang diperbolehkan memasuki Indonesia.

Baca Juga : Sritex Kini Resmi Berstatus PKPU karena Gagal Bayar Utang

Mereka yang sesuai syarat yang tertuang dalam Permenkumham Nomor 26 Tahun 2020. Kemudian WNA yang sesuai skema perjanjian bilateral Travel Corridor Arrangement (TCA), serta WNA yang mendapatkan pertimbangan atau izin khusus secara tertulis dari Kementerian atau Lembaga.

“Mohon menunggu rilis resmi,” pungkas Wiku.

Tanggal 24 April lalu, pemerintah telah menetapkan keputusan untuk menolak masuk orang asing yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah India dalam kurun waktu 14 hari sebelum masuk wilayah Indonesia.

Tetapi Demikian, keputusan tersebut tidak berlaku bagi WNI yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah India dalam kurun waktu 14 hari. Mereka yang sempat memiliki riwayat perjalanan masih diperbolehkan masuk namun dapat melalui bandara dan pelabuhan yang ditentukan.

Usulan penutupan akses pintu masuk seluruh WNA non-India ini sempat diutarakan oleh Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra. Ia juga meminta pemerintah untuk segera menutup pintu masuk tak hanya WN India, namun WNA lainnya.

Baca Juga : Hujan Deras, Kota Bekasi Semalaman Di Rendam Banjir 15 Titik di 6 Kecamatan

Hermawan menyebut kebijakan itu penting segera ditetapkan, lantaran saat ini Indonesia sudah mencatat 7 varian corona yang berhasil teridentifikasi, yakni varian D614G, B117, N439K, E484K, B1525, B1617, dan B1351.

“Seiring mudik dilarang, ya jangan jadi alasan seperti KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) atau apapun. Seharusnya kedatangan WNA tetap tidak bisa ditoleransi. Karena kita sama halnya saat ke negara lain kita juga dibatasi,” kata Hermawan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (6/5) kemarin.

Sebelumnya, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Netty Prasetiyani mendesak pemerintah pusat agar melarang seluruh WNA dari negara yang memiliki tingkat kasus covid-19 nya tinggi memasuki wilayah Indonesia.

Upaya tersebut perlu segera dilakukan, mengingat beberapa negara tengah mengalami lonjakan kasus covid-19.

Negara dengan 1,36 miliar penduduk itu bahkan belakangan mencetak rekor kasus penambahan tertinggi hingga mencapai 414 ribu kasus covid-19 dalam sehari.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Makin Bertambah, Nepal Dalam Ancaman Bahaya Krisis Kesehatan Seperti Di India

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *