Pengertian Berserta Contoh Dari Kalimat Ungkapan

Palembangtalk.com Pengertian Berserta Contoh Dari Kalimat Ungkapan – Pada kesempatan kali ini admin akan menjelaskan mengenai pengertian, jenis berserta contoh dari kalimat ungkapan. Kalimat Ungkapan sering kali terdengar dalam percakapan sehari-hari. Bukan hanya dalam percakapan saja, tetapi juga dalam berbagai tulisan di media massa.

Nah, kepada kalian yang masih pelajar kalian dan ingin mengetahui pengertian, jenis dan contoh dari kaliamat ungkapan di dalam ulasan yang akan admin bagikan ini, silahkan kalian simak ulasannya di bawah ini.

Pengertian Dari Kalimat Ungkapan

Ungkapan atau idiom adalah gabungan kata yang maknanya sudah menyatu dan tidak ditafsirkan dengan makna unsur yang membentuknya. Gabungan kata tersebut membentuk arti baru di mana tidak berhubungan dengan kata pembentuk dasarnya.

Sedangkan Kalimat ungkapan sendiri merupakan kalimat gabungan dari dua kata. Atau bahkan lebih yang menggabungkan kata yang harus ditafsir terlebih dahulu apa makna asli dari kata tersebut, penggabungan kata atau kalimat ungkapan ini sendiri biasanya digunakan oleh seseorang untuk menyatakan sebuah situasi tertentu atau guna mengkiaskan sesuatu kata.

Gabungan kata itu juga jika tidak ada konteks yang menyertainya memiliki dua kemungkinan makna, yaitu makna sebenarnya (denotasi) dan makna tidak sebenarnya (makna kias atau konotasi).

Oleh karena itu, untuk mengetahui apakah gabungan kata itu termasuk ungkapan atau tidak, harus ada konteks kalimat yang menyertainya.

Ungkapan adalah gabungan dari kata yang memiliki makna yang sudah menyatu dan tidak ditafsirkan dengan makna unsur yang membentuknya, ungkakapan sendiri juga dapat disebut dengan idiom yang jika membentuk arti baru maka tidak akan berhubungan lagi dengan kata pembentuk dasarnya.

Ungkapan merupakan gabungan dua kata mau pun lebih yang digunakan seseorang di dalam situasi tertentu guna mengkhiaskan suatu hal.

Kalimat ungkapan sendiri terbentuk dari 2 kata. Atau pun lebih dari dua kata. Dan gabungan kata tersebut apabila tidak terdapat konteks yang menyertainya maka akan mempunyai dua kemungkinan makna yakni makna yang sebenarnya atau denotasi dan juga makna kias atau yang disebut dengan konotasi.

Contohnya seperti kata ‘membanting tulang’.

“Ayah budi membanting tulang yang berada di sampingnya untuk meluapkan amarahnya”.

Kalimat di atas membentuk makna yang sebenarnya atau disebut dengan denotasi. Pada penggabungan kata membanting tulang memiliki makna denotasi yang berarti membanting tulang.

“Ayah budi membanting tulang setiap hari untuk dapat menyekolahkan anak anaknya sampai sarjana”.

Kalimat di atas membentuk makna kias atau konotasi, kata membanting tulang sendiri memiliki arti kerja keras.

12 Contoh Dari Kalimat Ungkapan

  1. Kakek lilis datang dari Surabaya dan membawa jeruk sebagai buah tangannya.

Buah tangan adalah Oleh oleh.

  1. Keluarga pandi itu menjadi buah bibir semenjak ibunya kabur membawa lari uang milik para tetangganya.

Buah bibir adalah bahan pembicaraan.

  1. Mendengar perkataan anaknya ayah budi menjadi naik pitam.

Naik pitam adalah marah.

  1. Berkat kecantikannya, gadis itu menjadi bunga desa yang diidam-idamkan semua para pemuda.

Bunga desa adalah perempuan cantik yang disukai banyak orang sampai satu desa menyukainya.

  1. Hanya karena mencuri ayam milik tetangga, pemuda itu sampai diseret sampai ke meja hijau.

Meja Hijau adalah Pengadilan.

  1. Dalam menghadapi masalah kita harus menggunakan kepala dingin untuk dapat menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi.

Kepala dingin adalah Sabar dan Tenang.

  1. Sejak kecil wati, dikenal sangat rendah hati dan mudah bergaul, pantas saja dia memiliki banyak sekali teman.

Rendah hati adalah baik hati dan tidak sombong.

  1. Hanya karena berasal dari keluarga berada, anak itu sangat besar kepala sehingga sering meremehkan orang lain dan teman temannya.

Besar kepala adalah sombong.

  1. Karena sifatnya yang jujur dan amanah, Ronald menjadi tangan kanan bos nya padahal ia belum satu tahun bekerja di sana.

Tangan kanan adalah orang kepercayaan.

  1. Setelah 10 tahun menikah akhirnya Tika dan suaminya dikaruniai oleh seorang buah hati yang cantik dan lucu.

Buah hati adalah anak kandung.

  1. Begitu berat hidup yng dia alami ayu, sejak kecil ia sudah menjadi tulang punggung bagi ibu dan ke delapan adiknya yang masih kecil, namun dia tidak pernah mengeluh dan bahkan selalu menjadi juara 1 di kelasnya.

Tulang punggung adalah orang yang bertanggung jawab penuh untuk menghidupi keluarga atau seseorang.

  1. Akhirnya tika bercerai dengan suaminya, karena suaminya sangat ringan tangan

Ringan tangan adalah suka memukul.

Inilah beberapa contoh dari kalimat ungkapan yang dapat adin bagikan kepada kalian semua yang masih pelajar, semoga kalian dapat mengerti dengan kalimat ungkapan. Dan semoga ulasan ini dapat bermanfaat untuk kalian yang telah membaca ulasan ini sampai selesai. Sekian dan terimakasih telah berkunjung.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *