Pengertian Karmina, Ciri-Ciri, Beserta Contoh Karmina

karmina copy
karmina copy

Palembangtalk.com – Pengertian Karmina, ciri-Ciri, Beserta Contoh Karmina – Pada pertemuan kali ini Mimin akan membahas tentang Kata Karmina. Di mulai dari pengertianya, ciri – cirinya hingga contohnya. Di artikel ini Mimin akan jelaskan secara detail dan rinci yang tentunya mudah untuk dimengerti dan dipahami dan tidak kelua dari kata makna sesungguhnya. Nah, tanpa panjang lebar, mari simak penjelasan yang akan Mimin bagikan di bawah ini hingga selesai ya.

Pengertian Karmina

Pengertian Karmina, Ciri-Ciri, Beserta Contoh Karmina

Karmina merupakan salah satu sebuah karya sastra klasik yang hampir punah pada era modern saat ini. Dan ada banyak dari sebagian orang – yang tidak tahu dan tidak mengenal apa itu yang di maksud dari karmina itu sendiri. Karmina adalah salah satu suatu bagian dari jenis pantun yang telah ada sejak pada abad ke-16.

Alasan mengapa di sebut sebagai nama Karmina. Pasalnya, karena sejak pada awalnya karya satra klasik ini hanya terdiri dari dua baris dengan sajak a – a. Nah, pada baris yang pertama berisi dengan sampiran dan baris yang kedua berisi isi atau pantun.

Sama seperti kebanyak pada pantun umumnya bahwa karmina dengan menggunakan sebuah kata dan kalimat kiasan untuk bait pertama dan untuk pada mengumpamakan suatu objek atau perilaku. Sementara pada bait is kedua dengan berisi penjelasan yang merupakan salah satu isi dari pantun tersebut.

Dan pada bait kedua ini pembaca akan mengetahui tentang maksud dari kata karmina itu sendiri, sehingga mudah dipahami secara langsung oleh pembaca. Di tengah masyarakat – masyarakat tradisional pada zaman dahulu, bahwa kata karmina sering dikatakan dan diucap dengan sebagian masyarakat untuk menegur seseorang dengan lebih sopan. Akan tetapi, kebanyakan sebagian orang tidak mengerti bahwa perumpaan seperti itu adalah salah satu jenis pantun karmina.

Biasa di sebut pantun karmila itu sendiri dengan jenis pantun yang tidak langsung atau pantun kilat. Karena hanya terdiri dengan dua baris dan memakai dengan gaya bahasa yang lugas dan tepat sasaran.

Namun, pada abad 21 ini banyak sekali dari diantaran kita sudah melupakan karya sastra klasik ini. Maka dari itu, mari kita angkat serta kita kenal kembali sastra dengan mempelajari dan mengajarkannya kepada anak cucu keturunan kita.

Baca juga : Pengertian Verba Material, Jenis, Besarta Contoh Kalimatnya

Ciri – Ciri Karmina

  • Karmina terdiri dari 2 baris
  • Memiliki bersajak a-a atau b-b
  • Baris pertama disebut sebagai sampiran
  • Garis kedua disebut isi
  • Setiap baris pada karmina terdiri dari 8 samapi 12 suku kata atau 4 suku kata
  • Dan di antara sampiran serta isi tidak ada hubungan dengan yang lain nya
  • Terdapat dengan dua hal yang bertentangan diantaranya adalah rayuan maupun perintah
  • Disetiap baris harus selalu diakhiri dengan tanda koma, tetapi kecuali pada baris keempat yaitu dengan selalu diakhiri dengan tanda titik
  • Setiap bait merupakan keseluruhan
  • Disampaikan untuk menyindir seseorang secara langsung

Contoh Karmina

Beriku ini adalah contoh karmina

  • Burung Gelatik berterbang ke awan
    Orang cantik itu dermawan
  • Ada jelaga di pelupuk mata
    Mata terjaga hati tertata
  • Buah ranum kulitnya luka
    Bibir tersenyum banyak yang cinta
  • Tari saman indah gerakannya
    Tanda iman lapang dadanya
  • Ikan kakap makan terong
    Banyak cakap suka bohong
  • Ada air panas di dalam panci
    Kurang pantas tuk memuji diri
  • Kucing garong kucing betina
    Kalau bohong masuk neraka
  • Parfum disemprot harum baunya
    Baca Al-Quran paham maknanya
  • Tiada umat sepandai Nabi
    Turutlah ilmu sebelum mati
  • Dahulu ketan sekarang ketupat
    Dahulu preman sekarang uztad
  • Kelapa diparut enak rasanya
    Biar perutnya gendut baik hatinya
  • Ikan lele beli di pasar
    Persoalan sepele jangan diumbar
  • Dahulu parang, sekarang besi
    Dahulu sayang, sekarang benci
  • Sudah garahu cendana pula
    Sudah tahu bertanya pula.
  • Parfum dicium harum baunya
    Baca Al-Quran paham maknanya
  • Pinggan retak, nasi tak dingin
    Tuan tak hendak, kami tak ingin
  • Satu dua tiga empat
    Kakek tua pakai tongkat
  • Candi mendut jalanya rusak
    Orang gendut banyak makannya
  • Situ bagendit jangan dicaci
    Kakek genit digoda banci
  • Ikan lele belinya dipasar
    Masalah sepele jangan diumbar
  • Di rumpun bambu ada buaya
    Kalau tak tahu makanya tanya
  • tari saman indah lenggoknya
    tanda iman lapang dadanya
  • Jeruk purut di tepi rawan
    Sakit perut karena ketawa

Baca juga : Paragraf Deskriptif, Pengertian, Tujuan, Beserta Contohnya

Itulah beberapa contoh tentang karmina atau yang bisa di sebut sebagai salah satu pantun pendek dengan dua bari yang dapat kalian mengerti dan dapat kalian pelajari, semoga dengan adanya penjelasan dan informasi yang sdha Mimin bagikan diatas, maka kita dapat untuk menegmbangkan karya satra berpantun sebagai masyarakat yang cerdas dalam berucap serta dengan menjaga bahasa kita sebagai bahasa yang baik dan benar untuk di tuturkan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *