Pengertian,Ciri-ciri Berserta Jenis Dan Penggunaan Kata Baku

Pengertian,Ciri-ciri Berserta Jenis Dan Penggunaan Kata Baku

Palembangtalk.com Pengertian,Ciri-ciri Berserta Jenis Dan Penggunaan Kata Baku – Kalian sebagai warga negara Indonesia yang baik, kalian harus mencintai pelajaran bahasa Indonesia. Maka dari kalian harus menunjukkan rasa cinta tersebut dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa yang sesuai dengan kondisi. Sedangkan bahasa Indonesia yang benar ialah bahasa yang sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Berbahasa Indonesia yang baik dan benar dapat kalian lihat dari pemilihan kata.

Ketika menggunakan Bahasa Indonesia kalian perlu memperhatikan kata baku dan tidak baku.

Untuk mengetahui apakah kata yang teman-teman tulis atau ucapkan sudah baku bisa dilihat melalui KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). 

Teman-teman bisa melihatnya secara daring atau melalui Kamus Besar Bahasa Indonesia yang berbentuk buku. Jika kata yang ditulis atau diucapkan terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, maka sudah dipastikan bahwa kata tersebut adalah kata baku.

Sedangkan kata tidak baku, tidak akan terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia . Hal ini karena kata tidak baku biasanya dipengaruhi oleh bahasa daerah atau bahasa asing. Walaupun sering digunakan saat mengirim pesan kepada teman, kata tidak baku tidak boleh digunakan ke dalam penulisan pesan yang berisi resmi atau formal.

Nah, agar kalian lebih tahu dengan jelas tentang kata baku, maka admin akan memberitahu tentang pengertian serta contoh kata baku dan dalam penggunaan bahasa indonesia.

Pengertian Dari Kata Baku

Kata baku adalah kata yang cara pengucapan dan penulisannya sesuai dengan kaidah yang dibakukan. Kaidah standar yang dimaksud ialah EYG, tata bahasa baku dan kamus (Kosasih dan hermawan, 2012:83).

Berdasarkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kata baku merupakan pokok utama atau tolak ukur yang berlaku untuk kuantitas dan kualitas yang telah ditetapkan berdasarkan kesepakatan. Maka dari itu kalimat baku dapat disimpulkan bahwa kata baku ialah kata yang sesuai dengan kaidah dan pedoman kebahasaan yang telah ditetapkan.

Pedoman kebahasaan tersebut adalah EYD, KBBI, dan Kamus bahasa. Kata baku digunakan untuk hal-hal yang bersifat resmi seperti teks pidato dan surat resmi.

Setelah kalian mengetahui pengertian dari kata baku silahkan kalian simak ciri-ciri dari kata baku di bawah ini.

Ciri-ciri Atau Karakteristik Dari Kata Baku

Berikut ini beberapa ciri-ciri yang membedakan kata baku dengan kata yang tidak baku, silahkan kalian simak ulasannya di bawah ini.

1.) Kata baku tidak akan terpengaruh oleh adanya bahasa daerah yang masuk.

2.) Kata baku tidak dipengaruhi oleh adanya bahasa asing dari luar negara Indonesia.

3.) Kata baku mempunyai sifat eksplisit dikarenakan kata baku tidak memakai imbuhan.

4.) Kata baku ialah suatu bahasa yang biasa digunakan dalam sebuah percakapan resmi atau formal.

5.) Kata baku akan kalian gunakan sesuai dengan konteks yang ada pada sebuah kalimat.

6.) Kata baku bentuknya tidak campur aduk, maka sebab itu keberadaannya tidak pernah terkontaminasi.

7.) Kata baku tidak mengandung pleonasme di dalamnya dan juga tidak mengandung hiperkorek.

Penggunaan Dari Kata Baku

Seperti yang sudah admin jelaskan tadi, jika kata baku biasa digunakan pada percakaoan resmi, baik secara verbal dan non verbal. Dikarenakan kata baku juga di anggap sebagai kata resmi sehingga penggunaanya biasanya digunakan untuk kebutuhan yang lebih formal.

Berikut ini Kata baku yang biasanya digunakan untuk membuat kalimat, silahkan kalian simak ulasannyan di bawah ini :

1.) Karya tulis ilmiah

2.) Pidato resmi Presidrn

3.) Acara kenegaraan

4.) Pertemuan resmi

5.) Surat lamaran kerja

6.) Surat dan dokumen negara

7.) Artikel koran

Jenis-jenis Dari Kata Baku

Kata baku sendiiri terdiri dari beberapa jenis, berikut di bawah ini adalah jenis dan penjelasanya secara lengkap:

1.) Verba

Pada bahasa indonesia terdapat dua dasar yang digunakan di dalam pembentukan kata verba yaitu dasar tanpa afiks yang telah mandiri, karena telah memiliki makna dan bentuk dasar yang berafiks atau turunan.

Jika diperhatikan menurut dari bentuknya, kata verba sendii bisa di bagi ke dalam beberapa bagian, seperti berikut ini:

1.) Verba Dasar Bebas

Contoh dari Verba dasar bebas sebagai berikut ini : pulang, makan, mandi, minum.

2.) Verba Berafiks

Contoh dari Verba Berakfiks : bernyanyi, bertaburan, ajari.

3.) Verba Berproses Gabungan

Contoh verva berproses gabungan: terbayang–bayang, bernyanyi–nyanyi.

2.) Adjektiva

Adjektiva adalah katerogori yangtelah di tandai oleh kemungkinan untuk dapat bergabung dengan partikel tidak, di damping nomina dan partikel. Misalnya lebih, sangat,

Merupakan kategori yang ditandai oleh kemungkinan untuk dapat bergabung dengan partkel tidak, mendampingi nomina dan didampingi oleh partikel seperti lebih, sangat, dan perasangka.

Contohnya dari Kata Baku Adjektiva

Adil = sangat adil

Bagus = sangat bagus

Deras = sangat deras

Agung = sangat agung

Bahagia = sangat bahagia

Disiplin = sangat disiplin

3.) Nomina

Nomina adalah kategori yang secara sintaksis tidak mempunyai potensi untuk bergabung dengan partikel tidak, dan mempunyai potensi untuk didahului oleh partikel dari.

Contohnya dari Kata Baku Nomina

– batu

– radio

– kertas

– kemarin

4.) Pronominal

Pronominal adalah kategori yang mempunyai sebuah fungsi untuk dapat menggantikan nomina, yang digantikan tersebut biasa disebut dengan antiseden.

Pemakaian Pronomina

– Di dalam ragam non standar, jumlah pronominal akan lebih banyak jika dibandingkan yang terdaftar, hal ini dikarenakan penggunaan non standar tergantung dari daerah penggunanya.

– Di dalam bahasa kuno juga terdapat pronominal contohnya seperti patih dan baginda.

– Semua pronominal hanya bisa mengganti nominal orang, nama orang mau pun hal-hal lain yang dipersonifikasikan seperti : “ Kita telah kehabisan uang, maka biarlah saya bekerja untuk mencari nafkah mulai hari ini”.

5.) Numerelia

Numerelia merupakan dari kata baku yang sering digunakan untuk menyatakan suatu jumlah tertentu. Kata ini sendiri terdiri dari beberapa kategori seperti sebagai berikut ini:

– Numerelia utama (koordinat)

– Numerelia tingkat

– Numerelia kolektif

6.) Adverbia

Adverbia merupakan dari kata baku yang bisa digunakan untuk mendampingi adjektiva mau pun proposisi pada konstruksi sintaksis. Contonya seprti: ia sudah pulang sana.

Contoh Kata Baku Adverbia

Alangkah – Gus – pula

Agak – Hampir – rada-rada

Agak-agak – Hanya – saja

Amat sangat – Harus – saling

Demikianlah ulasan singkat mengenai pengertian, ciri-ciri berserta jenis dan penggunaan kata baku ini, dapat bermanfaat untuk kalian yang telah membaca ulasan ini sampai selesai. Sekian dan terimakasih telah berkunjung.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *