Penyekatan Arus Mudik Lebaran Diperpanjang Hingga 24 Mei

penyekatan arus mudik lebaran diperpanjang hingga 24 mei mendatang

palembangtalkPenyekatan Arus Mudik Lebaran Diperpanjang Hingga 24 Mei – Pemerintah telah menetapkan penyekatan atau pelarangan mudik lebaran selama periode 6–17 Mei 2021. Walaupun demikian, periode penyekatan tersebut akhirnya diperpanjang hingga 24 Mei 2021 mendatang. 

Perpanjangan ini pun juga mewajibkan setiap pengguna jalan, motor, mobil, serta angkutan umum mematuhi ketentuan dalam upaya menekan laju penyebaran pandemi selama lebaran.

Jika kajian tersebut bisa selesai dan direalisasikan, maka kepolisian lalu lintas akan memutar balik semua kendaraan yang hendak masuk Jakarta.

Pembatasan dan penyekatan yang dilakukan Polres Jember itu juga berlanjut melalui penerapan operasi Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di empat titik pos penyekatan tiap pintu perbatasan Jember dengan kabupaten tetangga, terhitung Selasa (18/5) hingga 24 Mei mendatang.

Kabag OPS Polres Jember Kompol Agus Supariyono mengatakan, selama perpanjangan masa penyekatan, pengguna jalan tetap diwajibkan memenuhi persyaratan jalan. Seperti membawa surat keterangan negatif Covid-19 (PCR, Antigen, dan GeNose). “Diharapakan semua mematuhi persyaratan tersebut,” jelasnya.

Perlu diketahui, bahwa penyekatan arus balik lebaran ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mencegah lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia. Sejumlah persiapan pun juga dilakukan untuk memaksimalkan kebijakan yang ada, di antaranya adalah untuk pelaksanaan tes secara acak di sejumlah lokasi, khusunya yang menuju ke Jakarta. 

Baca juga : Larangan Mudik Tidak Sepenuhnya Berhasil, Namun Bukan Berarti Gagal Total

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, juga sudah menerangkan bahwa tes antigen secara acak tersebut penting untuk dilakukan sehingga dapat memastikan bahwa pemudik yang kembali ke Jakarta tidak membawa virus Covid-19. 

“Operasinya (penyekatan mudik) akan berlangsung sampai 24 Mei 2021, tetapi jika dievaluasi jumlah pemudik masih banyak, maka bisa diperpanjang kembali,” tegasnya dilansir pada Senin, 17 Mei 2021

“Perlu adanya random tes Covid-19 dari arus balik dari berbagai provinsi di Jawa menuju Jakarta, baik jalan tol maupun jalan nasional,” pungkasnya seperti dilansir dari laman YouTube BNPB, Jakarta.

Baca juga : Pulang Mudik, Warga Wajib Isolasi Mandiri Meski Negatif Covid-19

Dengan tetap diberlakukannya operasi KRYD itu, maka setiap pengguna jalan yang hendak keluar kota, akan diperiksa oleh petugas yang berjaga di tiap pos penyekatan.

Sementara itu untuk lokasi pos penyekatan, kata Agus, masih sama di empat titik kawasan perbatasan. “Ada di perbatasan Jember-Bondowoso, Garahan, Pondok Dalem, dan Jombang Kencong,” bebernya.

Berdasar kan monitoring dan evaluasi petugas kepolisian, selama berlangsungnya masa arus mudik Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah yang berakhir pada 17 Mei kemarin, tercatat sekitar 200 motor, 150 mobil penumpang, dan sekitar 10 mobil barang yang harus diputar balik oleh petugas.

“Angkutan umum yang mulai beroperasi juga menjadi pertimbangan. Selama dapat menunjukkan surat tugas maupun hasil tes antigen masih diperbolehkan melintas.

Baca juga : ART Aniaya Majikannya, karena Ditegur Boros Air Saat Cuci Piring

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *