Perbedaan Pajak Langsung Dan Tidak Langsung Secara Lengkap

Perbedaan Pajak Langsung Dan Tidak Langsung Secara Lengkap

DPalembangtalk.com Perbedaan Pajak Langsung Dan Tidak Langsung Secara Lengkap – Halo pada kesempatan kali ini admin akan membahas mengenai pengertian pajak langsung dan tidak langsung, serta perbedaan di antara kedua berserta dengan contohnya.

Silakan kalian simak ulasan yang akan admin bagikan di bawah ini secara lengkap dan akurat.

Pengertian Dari Pajak

Berikut ini beberapa pengertian dari pajak yang wajib kalian ketahui di bawah ini:

1. Pajak Langsung

Pajak langsung adalah suatu pajak yang mana bebannya harus ditanggung sendiri oleh orang yang bersangkutan (wajib pajak) dan tidak bisa dialihkan kepada pihak lain.

Yang Artinya, pajak langsung harus dibayar oleh orang yang yang bersangkutan (wajib pajak). Pajak langsung sifatnya pemungutannya teratur atau juga secara periodik.

Pemberlakuan pajak-nya bisa dilakukan secara berkala selama memenuhi peraturan UU perpajakan yang berlaku.

Contoh pajak yang termasuk dalam pajak langsung, ialah sebagai berikut:

  • Pajak kendaraan bermotor
  • Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
  • Pajak penghasilan (PPh)

Penjelasannya :

  • Pajak kendaraan bermotor : Pajak yang dikenakan atas kepemilikan kendaraan bermotor seperti kendaraan beroda 2 atau lebih. Kalian Wajib membayar pajak kendaraan bermotor adalah pribadi individu maupun suatu badan yang mempunyai kendaraan bermotor
  • Pajak Bumi dan Bangungan (PBB) : Pajak yang dikenakan atas bumi dan bangunan, berdasarkan UU No 12 Tahun 1985 yang telah berubah kedalam UU No 12 Tahun 1994. Pajak ini bersifat kebendaan, besar dan kecilnya pajak ditentukan oleh keadaan atau lokasi objek yaitu ranah atau bumi atau bangunan.
  • Pajak Penghasilan (PPh) : Pajak yang dikenakan kepada subyek pajak atas penghasilan yang diperoleh dalam tahun pajak.

Baca juga: Pengertian, Dan Kebijakan Dari Perdagangan Internasional

2. Pajak Tidak Langsung

Pajak tidak langsung yaitu pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain.

Artinya, kalian harus melakukan pembayaran pajak dan bisa diwakili oleh pihak lain. Pajak tidak langsung tidak mempunyai surat ketetapan pajak, yang mana pengenaan-nya tidak dilakukan secara berkala melainkan dikaitkan dengan tindakan perbuatan atas kejadian yang dilakukan oleh individu atau badan.

Pajak tidak langsung sifatnya tidak menentu, yang berarti pemberlakuan pajak tidak dilakukan secara berkala (periodik) melainkan bergantung dari terjadinya tindakan perbuatan atas kejadian yang mengakibatkan munculnya kewajiban untuk membayar pajak.

Pajak tidak langsung mempunyai 3 unsur, diantaranya sebagai berikut ini:

  1. Penanggung pajak yaitu orang yang memikul beban pajak
  2. Penanggung beban pajak, yaitu orang yang menurut undang-undang harus memikul beban pajak
  3. Penanggung jawab pajak, adalah orang yang secara formal yuridis diharuskan melunasi kewajiban pajak, apabila terdapat faktor atau kejadian yang menimbulkan sebab untuk dikenakan pajak kepadanya.

Baca juga: Pengertian, Manfaat Dan Bentuk Kebugaran Jasmani, Cek Disini

Contoh pajak yang termasuk dalam pajak tidak langsung, yaitu sebagai berikut ini:

  • Pajak ekspor
  • Pajak bea masuk
  • Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Penjelasannya:

  • Pajak ekspor : Pajak adalah suatu pajak yang dipungut secara resmi terhadap barang ekspor tertentu
  • Pajak bea masuk : Pajak adalah suatu yang dikenakan terhadap barang yang masuk daerah pabean
  • Pajak Pertambahan Nilai (PPN): Pajak adalah suatu yang disetor oleh pihak lain yang bukan merupakan penanggung pajak. Pajak dikenakan pada setiap proses produksi dan distribusi, namun jumlah pajak dibebankan kepada konsumen akhir yang memakai produk tersebut.

Baca juga: Pengertian, Ciri Ciri Dan Tujuan Teks Berita, Cek Disini

Perbedaan pajak langsung dan tidak langsung

Sama seperti pengertian yang diatas antara perbedaan pajak langsung dan tidak langsung yaitu:

Pajak langsung :

  • Tidak bisa dialihkan kewajibannya ketika saat membayar pajak kepada pihak lain
  • Dipungut secara periodik berdasarkan surat ketetapan pajak
  • Contohnya PPh, PBB dan PpnBM

Pajak tidak langsung :

  • Dapat dialihkan kewajibannya ketika saat membayar pajak
  • Dipungut tidak secara periodik atau tanpa berdasarkan ketetapan pajak
  • Contohnya PPN, PPnBM, Bea materai dan cukai

Demikianlah pembahasan mengenai Perbedaan Pajak Langsung dan Tidak Langsung Secara Lengkap, semoga ulasan yang admin bagikan ini dapat bermanfaat bagi kalian yang telah membaca ulasan ini sampai selesai, sekian dan terima kasih telah berkunjung.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *