PNS Gigit Jari, Karena THR Tidak Penuh Keluar

PNS Gigit Jari, Karena THR Tidak Penuh Keluar

Palembangtalk.comPNS Gigit Jari, Karena THR Tidak Penuh Keluar – Halo sobat kembali lagi dengan admin nih, kali ini admin akan memberi informasi mengenai  PNS Gigit Jari, Karena THR Tidak Penuh. Yuk ikuti  terus ulasan –ulasan yang akan admin bagikan ini hingga selesai.

Sejumlah abdi negara atau PNS ( Pegawai Negeri Sipil)  mereka mengaku sangat kecewa dengan keputusan pemerintah memotong komponen tunjangan kinerja (tukin) pada Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan 2021. Kebijakan itu sama dengan kebijakan pemberian THR tahun lalu.

Ardi (28), salah satunya. Ia mengaku kecewa lantaran dari awal Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menjanjikan pembayaran THR untuk PNS penuh tahun ini.

“Saya sangat kecewa mengenai keputusan pemerintah memotong komponen tunjangan kinerja pada THR PNS, berbeda dengan tahun lalu. Alasannya, karena sudah banyak diberitakan sejak awal, bahwa THR tidak akan memasukkan komponen tunjangan kinerja,” ujarnya kepada Salah satu stasiun tv. Pada hari Selasa (4/5).

Baca juga: Ketahuan, Pelaku Pengganjal ATM Diarak Warga Hingga Sampai Ke Kantor Polisi

merekasangat kecewa sekali atas keputusan pemotongan tunjangan kinerja baru diberitahukan mendekati Lebaran, saat dekat dengan waktu pencairan THR itu sendiri.

Padahal, kata mereka, banyak teman PNS yang juga mengeluh karena mereka sudah merencanakan kebutuhan anggaran untuk Lebaran, baik untuk belanja atau konsumsi maupun diberikan ke orang tua dan saudara. Alhasil, rencana yang telah disusun tidak dapat terealisasi.

“Lain halnya dengan tahun lalu yang memang sedari awal telah ada informasi adanya pemotongan komponen tunjangan kinerja saat THR yang akan diberikan, sehingga kami lebih mengerti dan menerima secara lapang dada keputusan tersebut,” ujar nya.

Lewat potongan itu, lanjutnya, besaran THR berbeda signifikan dibandingkan dengan THR 2019 lalu yang diterima penuh oleh abdi negara. Bedanya, ungkap Ardi, mencapai 40 persen sampai 42 persen, bergantung pada masing-masing instansi.

Baca juga: Sederetan Kapal Super Yang Bakal Angkat Kapal KRI Nanggala 402 dari Dasar Laut Bali

“Jika dibandingkan dengan 2019, maka terjadi pengurangan yang signifikan, karena memang tunjangan kinerja jauh lebih besar dibandingkan dengan gaji pokok beserta tunjangan melekat,” terangnya.

Namun, ia mengaku tetap bersyukur dengan pemberian THR tersebut. Rencananya, PNS di salah satu kementerian ini akan menggunakan sebagian besar THR untuk di tabung. Dan hanya sedikit untuk belanja di hari raya.

“Alasannya, bukan karena tidak mau membelanjakan uang tersebut, tetapi dengan jumlah yang lebih kecil dari UMR DKI Jakarta, maka saya berpikir lebih baik memperbanyak tabungan (simpanan) untuk mengatasi dampak pandemi yang sama-sama kita tidak tahu ke depannya akan seperti apa,” ujar nya.

Begitu juga dengan, Rian (bukan nama asli), mengaku perbandingan antara THR mencakup tunjang kinerja dan tanpa tunjangan kinerja sangat signifikan. Angkanya, mencapai 70 persen.

“Berkurangnya hampir 70 persen karena yang ditiadakan tunjangan kinerja,” ungkapnya.

Namun, sebagai PNS, ia harus mendukung apapun program pemerintah, terlebih, di masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini. Rencananya, dia akan menggunakan sebagian uang THR untuk baju baru bagi putra putrinya dan memberikan kado Lebaran kepada orang tua. Sedangkan, sisanya untuk ditabung.

“Kita semua juga tidak bisa berbuat banyak hanya bisa berharap semoga negara cepat pulih dari situasi seperti ini,” kata PNS salah satu pegawai kementerian itu.

PNS lain yang enggan menyebutkan namanya juga mengaku kecewa terhadap keputusan pemerintah tersebut. Ada informasi beredar yang menyebut salah satu kementerian mendapatkan insentif yang cukup besar kepada pegawai. Hal ini, tidak berlaku pada kementerian lainnya.

Baca juga: Erick Thohir Pastikan 7 BUMN Dibubarkan Tahun Ini, Ini Penjelasannya

“Mungkin bisa dicek lagi terkait informasi tersebut, walaupun sudah dikonfirmasi oleh teman kami yang bekerja di salah satu kementerian itu. Hal ini menjadi hal yang janggal, kementerian lain dipangkas komponen tukin dalam THR untuk membantu program-program pemerintah, tetapi di sisi lain ada pemberian insentif yang ada di salah satu kementerian,” ucapnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan alasan pemerintah mengambil keputusan yang sama seperti 2020 karena masih mempertimbangkan penanganan covid-19 yang membutuhkan dana besar. Terlebih, banyak masyarakat umum yang masih membutuhkan bantuan negara.

“Ini merupakan langkah pemerintah untuk tetap berikan THR untuk seluruh PNS, pensiunan, dan P3K, namun di sisi lain pemerintah yang dalam kondisi covid-19 butuh dana untuk penanganan sekaligus berikan perhatian yang masih dibutuhkan dari pemerintah,” paparnya dalam konferensi pers, belum lama ini.

Tahun ini, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp30,8 triliun untuk pembayaran THR bersumber dari APBN. Anggaran itu lebih tinggi dari tahun 2020 lalu, yakni Rp29,3 triliun dan 2019 Rp20 triliun.

Rinciannya, akan di alokasikan pembayaran THR di kementerian atau lembaga negara sebesar Rp7 triliun, PNS daerah Rp14,8 triliun, dan pensiunan sebesar Rp9 triliun.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *