Polisi Analisis CCTV Dan Selongsong Peluru Aksi Koboi Fortuner

PalembangtalkPolisi Analisis CCTV Dan Selongsong Peluru Aksi Koboi Fortuner – Polisi mengamankan dua selongsong peluru yang diduga berasal dari senjata api (senpi) pengendara mobil Toyota Fortuner di samping kompleks Pati Polri di Jalan Joko Sutono, Melawai, Kebayoran Baru. Selongsong itu ditemukan di sekitar lokasi kejadian.

Bahkan sudah dua, selongsong yag bukan peluru,” dengan kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Achmad Akbar kepada wartawan, Senin, 21 Juni.

Dalam hasil pemeriksaan selongsong sementara, terduga peluru yang akan digunakan berkaliber 9 mm. Tetapi, belum bisa dipastikan jenis senpi tersebut. Kemungkinan belum tahu, kalau kita hanya bisa melihat secara fakta kaliber 9 milimete.

Polisi Analisis CCTV Dan Selongsong Peluru Aksi Koboi Fortuner

Ketika proses penyelidikan polisi mengamankan 10 kamera pengawas atau CCTV di lokasi kejadian. Kami mengambil, mau kami teliti (CCTV),” dengan kata Kompol Akbar. Mengikuti dia, dari 10 CCTV yang sudah diamankan, kata dia, hanya dua CCTV yang merekam di sekitar lokasi kejadian.

Bahkan dia menyebut orang tidak dikenal yang melakukan penembakan itu mengendarai kendaraan roda empat dengan merek Toyota Fortuner berwarna hitam. Padahal nomor kendaraan yang digunakan pelaku, lanjut dia, masih belum diketahui.

Kelihatan sebuah video yang akan merekam pengendara mobil Toyota Fortuner melepaskan tembakan di samping kompleks Pati Polri di Jalan Joko Sutono, Melawai, Kebayoran Baru viral.

Baca juga : 75 Dokter di Surabaya Positif Covid-19, 2 Dokter Meninggal Dunia

Kesempatan penembakan tersebut terekam CCTV di sekitar lokasi dan rekaman video tersebut diunggah akun Instagram.

Ketika rekaman video berwarna hitam putih yang akan viral di media sosial itu terlihat kondisi lalu lintas saat kejadian sedang lengang.

Bahkan Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan menggandeng Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri untuk mengusut aksi koboi pengendara Toyota Fortuner di kawasan Melawai.

Warna Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Achmad Akbar menerangkan, akan keterlibatan Labfor Mabes Polri dalam kasus ini, untuk menganalisis rekaman CCTV dan selongsong yang ditemukan saat olah tempat kejadian perkara (TKP).

Juga CCTV dan selongsong kami akan kirimkan ke Labfor Mabes Polri untuk dilakukan pemeriksaan. Kemungkinan sekarang kami masih menunggu hasilnya,” dengan kata Akbar terkait aksi koboi tersebut, Jumat (25/6/2021).

Dia akan memastikan penyelidikan aksi koboi tersebut terus berjalan. Sudah sejauh ini, bahkan pihaknya juga telah meminta keterangan kepada enam orang saksi. Bahkan saat ini mereka masih dalam proses, saat ini sudah enam orang yang diperiksa.

Baca juga : Anies Bunyikan Alarm Tanda Bahaya, Ibu Kota Perlu Perhatian Ekstra

Lebih dahulu, sebuah rekaman video ini berdurasi satu menit viral di media sosial. Mungkin seorang pengedara minibus memelankan laju kendaraan. Tiba-tiba dia mengeluarkan senjata api dan melepaskan dua kali tembakan ke atas bak koboi.

Tidak Ada Kaitan dengan Teror Apapun

Bahkan menurut polisi, peristiwa itu akan terjadi di Traffic Light Jalan Prof Joko Sutono, Kelurahan Melawai, Jakarta Selatan, Sabtu, 19 Juni 2021 malam. Kemungkinan tidak ada korban jiwa maupun materil dalam insiden tersebut.

Bahkan Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Azis Ardiansyah akan memastikan aksi koboi pengendara Toyota Fortuner tidak ada hubungannya dengan teror apapun.

Dengan pernyataan ini akan disampaikan akan beraksi tersebut dikait – kaitkan dengan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan karena lokasi penembakan dengan rumah dinas yang akan berdekatan.

Tingka koboi jalanan ini sebelumnya juga pernah terjadi pada 2 April 2021. Saat itu, Muhammad Farid Andika, seorang pengendara mobil yang akan mengacungkan senjata ke warga di kawasan Banjir Kanal Timur, Duren Sawit, Jakarta Timur, 2 April 2021,berakhir menabrak pemotor yang akan hendak belok. Bahkan menggunakan darurat ketika beraksi. Dengan alasan Farid mengacungkan pistol karena takut. Dengan korban tersungkur, pengendara ojek daring dan warga membantu pemotor perempuan itu bangkit.

Kemungkinan massa sempat memukul kap mobil Farid. Keadaan itulah yang akan menyebabkan Farid keluarkan pistol. Bahkan tidak membantu korban, tapi langsung tancap gas. Mungkin sempat pergi dan kembali lagi untuk menolong korban, berdasarkan keterangan korban. Farid ditangkap sehari setelah peristiwa.

Mungkin Korban tersebut terluka hingga dia pun melaporkan kepihak polisi yang akan menangkap pelaku tersebut, karena berkorban tidak bisa apa – apa.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *