Polisi Menangkap Pembunuhan Ojol Mayatnya Terbakar Di Brebes

Palembangtalk-Polisi Menangkap Pembunuhan Ojol Mayatnya Terbakar Daerah Brebes, Jawa Tengah juga Pelaku tesebut ditangkap polisi di rumahnya.

Terdakwa adalah Jamal. Kemungkinan dia tertangkap di hari Jumat sore di rumahnya,”di tegur Reskrim Polres Brebes, AKP Hadi Handoko, kepada wartawan di kantornya, Jumat (11/6/2021).

Polisi Menangkap Pembunuhan Ojol Mayatnya Terbakar Daerah Brebes

Pelaksana Ahmad Jamaludin (22) pelaku sedang ditangkap di rumahnya yaitu di daerah Desa Sengon, daerah Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes. Bisa jadi menahan pelaku, kemungkinan polisi juga menyita sejumlah barang yang dapat bukti di antaranya sepeda.

Hadi memembuka anggapan autopsi jenazah Slamet dia lah yang terdapat sejumlah tanda – tanda dengan kekerasan pada bagian tengkorak belakang. Kemungkinan dari hasil autopsi menunjukkan luka bakar yang dialami korban ada pada bagian tangan dan wajah.

Kesaksian Istri dan Rekan Korban

Kemungkinan berita sebelumnya. jenaza korban juga ditemukan di atas flyover Kramat Sampang Kersana, Brebes, Jawa Tengah, pada Rabu (9/6) pagi. Sedangkan Salah satu seorang rekan korban dengan sesama driver ojol, Seugihartono (34) jujur sempat melihat Slamet yang mengangkut seorang penumpang sebelum itu ditemukan tewas.

Sugihartono mengungkap penumpang itu seorang laki – laki berusia sekitar 25 tahun. Kemarin itu saya melihat dia membawa penumpang dari perempatan Pasific mau ke Tanjung (Brebes). Penumpangnya laki-laki itu sekitar 25 tahun membawa tas kecil,” dengan katanya kepada wartawan, kemarin.

Lewat wawancara juga terpisah. Dengan istri korban, Mardiani (32), ingat ucapan suaminya sempat berpamitan untuk mencari penumpang pada Selasa (8/6) soreh usai salat magrib.

Mardiani juga menjemput jenazah sang suaminya dengan mendampingi seratusan driver ojol dengan rekan suaminya. Nampak sangat sedih dari wajah dengan keluarga dan driver ojol yang datang ke rumah sakit. Mardiani mengaku sempat memiliki firasat.

Beberapa hari sebelum mungkin ditemukan tewas, kemungkinan suaminya meminta nasi dengan lauk ikan yang digoreng gosong. “Jumlah hari kemungkinan sebelum kejadian, suami juga meminta makan nasi dengan lauk ikan goreng gosong. Sangat bingung biasanya tidak kaya gini,” kata Mardiani ketika sedang menjemput jenazah suaminya di RSUD Brebes, Kamis (10/6/2021).

Perempuan yaitu sang istri pun yang berjilbab tersebut mengaku terpukul dengan kepergian suaminya. Apalagi dengan anak mereka juga masih berusia empat bulan apa lagi membutuh sosok seorang Ayah. “Sangat sedi juga terpukul, tetapi saya berusahamengiklas suami yang meninggal kan kami sambil menangis,” kata Mardiani. Istri mencerita, suaminya bekerja hanya driver ojol sejak 2017. Istri mengungkapi, Slamet adalah suami yang bertanggung jawabjuga pekerja keras.

“Kemungkinan akhir 2017 bekerja sebagai driver ojek online. Suami saya pekerja keras, orderannya pun sangat banyak kapan pun selalu berusaha diantarkan dengan tujuan,”Istri mengungkap. Kemungkinan Mardiani berharap agar pihak kepolisian bisa segera memburu pelaku yang tega menghabisi nyawa suami tercintanya.

Kemungkinan saya minta tolong, Pak Polisi, saya sangat bermohon. Tangkap pelaku secepatnya yang dia buat kepada suami saya. Kalau pelakunya tertangkap hukum seadil – adilnya,”menjelaskan. Kemungkinan, Kapolsek Kersana Iptu Suratman membenarkan penemuan mayat yang terbakar. diamenyebutkan, daerah lokasi penemuan mayat juga ditemukan bekas pembakaran.

Kemungkinan. Dia belum juga bisa memastikan dengan penyebab kematian sikorban ksebab pembunuhan atau bukan. “Dengan sementara, kami juga belum bisa memastikan dengan penyebab kematian sikorban. Kemungkinan kami masih belum melakukan pengembangan,” katanya.

Kemungkinan mengaku sangat berat. Tetapi saya berusaha ikhlas ditinggal suaminya, dengan anaknya yang baru berusia 4 bulan kemungkinan masih sangat membutuhkan seorang seorang ayah. “Sangat Sedih, juga terpukul, tetapi saya akan berusaha ikhlas,” kata Mardiani. Mardiani kemungkinan sempat pamitan suaminya dengan berangkat mencari penumpang. Saat soreh itu,kemungkinan kali itu selepas magrib.

Kemungkinan pamit untuk bekerja cari penumpang. Dengan komunikasi saat terakhir kami,” katanya. Suaminya, dengan ungkap Mardiani, merupakan sosok sang suami dengan bertanggung jawab juga pekerja keras. Suaminya sudah bekerja sebagai driver ojol sejak 2017 silam. “Sejak akhir 2017 bekerja sebagai driver ojek online. Suami saya juga pekerja keras, orderan sangat banyak kapan pun selalu berusaha diantarkan ke tujuan,” ujar Mardiani. Kemungkinan Mardiani sangat berharap agar pihak kepolisian bisa segera memburu pelaku yang tega menghabisi nyawa suami tercintanya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *