Polisi Menangkap Koordinator Pungli Daerah JICT

Palembangtalk Polisi Sedang Meringkus Koordinator Pungli Daerah JICT – Penghancuran pungli di area JICT, Pelabuhan daerah Tanjung Priok terus dilaksanakan oleh kepolisian. Kemungkinan menangkap 7 orang karyawan operator bongkar muat, kini polisi juga kembali mengamankan seorang pelaku.

Pelaksanaan bernama Ahmad Zainul Arifin (39) dengan ditangkap pada Jumat (11/6) malam. Kapolres Pelabuhan daerah Tanjung Priok AKBP Putu Kholis juga mengatakan tersangka merupakan koordinator para pelaku pungli yang sedang ditangkap lebih dulu.”Satu yang tujuh orang kemarin ditangkap,” ungkap Putu saat dikonfirmasi, Sabtu (12/6).

Zainul merupakan sedangkan karyawan outsourcing dari PT MTI. Kemungkinan berwenang juga memerintahkan para operator crane untuk memilih truk mana yang akan dibongkar muat lebih dulu.”Kemungkinan bersangkutan mengetahui aktivitas dengan operator di bawah ini pengawasannya yang sedang melakukan pungli dengan modus meletakkan saat kantong plastik atau botol air mineral,” kata Putu.

Baca juga: Prajurit TNI di Lampung Tertembak Sendiri, Bukan Ditembak OTK

Sedangkan Putu mengatakan dengan hasil pungli sedang dilakukan. Dengan pelaku kerap mengambil uang sebesar Rp 100 ribu-Rp 150 ribu per hari. Uang tersebut digunakan untuk keperluan pribadi. Saat Polres Pelabuhan Tanjung Priok juga mengamankan para pelaku pungli, yaitu Zainul juga mengkoordinir dengan pelaku agar bisa terbebas dari tuduhan.

Polisi Sedang Meringkus Koordinator Pungli Daerah JICT

Kemungkinan yang bersangkutannya juga mengakui memberikan dan pengumuman di group WA “Dapur RTGC A” kemudian Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok akan melakukan penindakan pungli sebagai langkah – langkah antisipasi agar bisa menyangkal kegiatan sedang mereka lakukan,” ungkapan Putu. Polisi juga menyita barang bukti uang tunai Rp 600 ribu juga hasil pungli dengan sepasang sepatu dari Zainul, sedangkan dia dijerat dengan Pasal 368 juncto 55 KUHP.

Akhirnya Kariawan Juga Tertangkap

Tim Gabungan juga Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Utara dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap 49 orang, dengan tujuh di antaranya adalah karyawan PT Jakarta International Container Terminal (JICT) terduga preman melaku pungutan liar (pungli) daerah kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Kepala Bidang dengan Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus juga mengatakan penangkapan dari lingkup Polres Metro Jakarta Utara sebanyak 42 orang dari Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap sebanyak tujuh orang.

Baca juga :Heboh! Mayat Pria Terbakar di Jalan Maros, Diduga Korban Pembunuhan

“Saya mengatakan ini baru permukaan. Kemungkinan malam hari, perintah bapak Kapolda Metro Jaya bentuk tim usai adanya salah satu keluhan sopir truk. Sedangkan kami sedangkan mengamankan (menangkap) pelaku – pelaku ini juga, melebihi 49 orang,” dengan kata Yusri dengan konferensi pers di Markas Polres Metro Jakarta Utara, dikutip dengan antaranews Jumat (11/6).

Yusri juga menambahkan. Terduga dalam daerah lingkup Polres Jakarta Utara sendiri , sebanyak 42 orang terkena dari Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara sebanyak 28 orang, yang akan ditangkap dari dua lokasi, yaitu dengan depo PT DKM (12 orang) dan dari depo PT GFC (16 orang).

Kemudian juga Polsek Cilincing menangkap enam orang dan Polsek dengan Tanjung Priok menangkap delapan orang. Sementara itu, Polres akan Pelabuhan Tanjung Priok wajib menangkap tujuh tersangka masing – masing berinisial MAG (37), RD (41), AS (36), WW (24), BEP (31), RPH (50), dan B (42). Sedangkan mereka merupakan karyawan operator “crane” akan bertugas sif malam daerah Jakarta International Container Terminal (JICT) juga melayani aktivitas bongkar muat kontainer.

Kemungkinan Yusri mengatakan tidak ada menutup kemungkinan bahwa jumlah penangkapan masih bisa bertambah. Petugas juga turut menyita sejumlah pecahan uang kertas dengan nominal Rp 5.000 tujuan Rp 50.000 sebagian barang terbukti kasus tersebut. Kemungkinan, tim juga mengusut kasus tersebut masih menggali dengan keterangan dari sejumlah pihak terkait kemacetan dan kerap terjadi daerah kawasan tersebut. “Kemungkinan kami akan rapat dengan pihak terkait, apa yang jadi pokok masalah saat ini, kenapa hsrus terjadi macet,”

Yusri juga mengatakan akan mengenakan pasal 368 Kitab dengan Undang – Undang Hukum Pidana dengan tindakan pemerasan dengan ancaman terhadap para pelaku dengan ancaman hukuman, selama sembilan tahun penjara. *rah

Kalau hukumananya harus kurang. Wajib membayar menurut Undang – undang tersebut saat ini pelaku atau pun keluarga nya tidak datang untuk menjenguk.

Kemungkinan dia akan di tahan. Soal apa dia bunuh harus bertanggung jawab sampai dia harus kena sangsi sama Anggota polisi.

Pelaku hanya bisa diam dan dia hanya merasa sakit yang ada kakiknya yang terkana tembak sama senjata polisi. Saat ini pun keluarga belum juga menjenguk dia.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *