Pulang Mudik, Warga Wajib Isolasi Mandiri Meski Negatif Covid-19

Palembangtalk.comPulang Mudik, Warga Wajib Isolasi Mandiri Meski Negatif Covid-19 – Halo sobat kembali lagi dengan admin nih. Kali ini admin akan membahas informasi mengenai berita Pulang Mudik, Warga Wajib Isolasi Mandiri Meski Negatif Covid-19. Yuk simak dan ikuti ulasan-ulasan yang akan admin bagikan ini sampai selesai.

Pihak Kementerian Kesehatan sedang mewanti-wanti warga yang kembali dari kampung halaman atau pulang mudik Lebaran wajib harus mematuhi aturan pemerintah terkait micro lockdown untuk isolasi mandiri selama lima hari di rumah mereka masing-masing, sebelum mereka melakukan aktivitas mereka sehari-hari.

Baca juga: Perahu Di Boyolali Tenggelam Memakan Korban Jiwa Wisatawan Lokal

Foto: Gugus Covid-19 RW 003 Kelurahan Pondok Labu menyiapkan Gedung Sasana Krida Karang Taruna sebagai tempat isolasi mandiri untuk warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan fasilitas lima tempat tidur,

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi berharap upaya itu mampu meminimalisasi transmisi virus corona ( covid-19) dalam lingkup keluarga hingga komunitas terkecil

“Di dalam micro lockdown, proses karantina itu digunakan untuk pendatang maupun baru pulang dari arus balik itu memang diminta melaksanakan karantina lima hari. Dan ini berlaku baik dia positif maupun negatif Covid-19,” tambah Nadia kepada salah satu stasiun tv, hari Selasa (18/5).

Nadia lantas meminta pihak RT/RW mampu menjadi pengawas kegiatan karantina warga tersebut. Langkah ini menurutnya sesuai dengan esensi dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Baca juga: 212 Daftar Kasus Kematian Covid-19, Kota Jateng Terbanyak

Pihak Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes itu pun mewanti-wanti potensi kenaikan kasus Covid-19 setelah libur panjang sangat besar kemungkin terjadi. Apalagi bila berdasarkan pengalaman, setiap selesai libur panjang, terjadi kenaikan kasus aktif hingga terisi tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit Covid-19.

Bila dibandingkan pada libur panjang Lebaran 2020, penambahan jumlah kasus positif Covid-19 baik secara harian maupun kumulatif mingguan melonjak hingga 93 persen sejak libur Idul fitri 22-25 Mei 2020. Lonjakan kasus itu terlihat dalam rentang waktu sampai 10-14 hari kemudian.

“Upaya ini dilakukan agar jangan sampai wilayah zona hijau malah menjadi oranye atau bahkan merah. Ini tentu diantisipasi tentunya dalam kaitan kita melakukan kebijakan PPKM Mikro,” ujarnya.

Kemenkes menyatakan telah mempersiapkan langkah-langkah guna mengantisipasi lonjakan kasus dan mutasi Covid-19 yang ditemukan di daerah- daerah tertentu.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, momen libur Lebaran memiliki potensi yang besar akan ada lonjakan kasus positif Covid-19 sebesar 30 sampai 80 persen. Hingga sampai hari Senin (17/5), ketersediaan tempat tidur untuk isolasi adalah sebanyak 70 ribu dengan kesediaan 20 ribu.

“Jadi masih ada buffer cadangan sebanyak 50 ribu atau 250 persen dari kesediaan tempat tidur isolasi,” ujar Budi dalam jumpa pers virtual di YouTube Sekretariat Presiden usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Senin (17/5).

Baca juga: Banyak Warga Luar Daerah Berwisata Ke Yogya, Terutama Di Pantai

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *