Rizieq Shihab Dituntut 6 Tahun Penjara, Kasus Tes Usap Rs Ummi

PalembangtalkRizieq Shihab Dituntut 6 Tahun Penjara, Kasus Tes Usap Rs Ummi – Terdakwa Rizieq Shihab dituntut selama enam tahun penjara dalam kasus tes usap (swab test) di RS Ummi Bogor. Terdakwa adalah seorang di duga telah di lakukan suatu tindakan pidana.

Tuntutan itu dibacakan dengan jaksa penuntut umum di ruang sidang utama di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, pada Kamis (3/6/2021). Pihaknya akan menyiapkan materi-materi yang menguatkan pleidoi.

Sementara hal juga meringankan, jaksa menganggap bahwa Rizieq dapat memperbaiki akan perilakunya di masa depan. Tidak melakukan apa yang dia perbuatkan seperti membohong orang.

Ada juga Rizieq didakwa telah menyiarkan sebuah berita bohong terkait soal hasil swab test-nya di RS Ummi Bogor. bersama dengan di RS Ummi Andi Tatat dan menantunya.

Muhammad Hanif Alatas Rizieq inggin dinilai dengan menghambat proses pelacakan akan rantai penularan Covid-19 di Kota Bogor. Akan banyak orang terkena virus karena penyebab di pelihara.

Kronologi versi jaksa

Kasus banyak beredar ketika Rizieq meminta izin kepada pendampingan dan pemeriksaan kesehatan ke Medical emergency Rescue Committee (MER-C) pada 12 November 2020. Hasil sweb test pimpin front pembela Islam.

Tanggal 23 November 2020, kalau tim dokter mengatakan walau MER-C memeriksa Rizieq setelah ditelepon oleh Muhammad Hanif Alatas. Rizieq hanya melakukan rapid test antigen dengan MER-C.

Ketika dia sedang ditanya oleh tim dokter, Rizieq mengaku kalau dia merasa kurang enak badan selalu lelah karena kecapean. Ternyata, dia pun setelah melakukan swab test antigen, Rizieq bersama istrinya reaktif Covid-19. Keenam saksi adalah Sarbini Abdul Murad.

Keesokan harinya pada 24 November 2020, Rizieq dan istrinya juga diperbolehkan masuk ke RS Ummi Bogor tanpa melalui IGD atas permintaan terdakwa. Dokter juga penanggung jawab, dengan atas pasien dan melakukan sejumlah pemeriksaan terhadap Rizieq dan istrinya.

Lalu, pada 26 November 2020. Hanif mengirim sebuah video melalui WhatsApp mengenai akan testimoni Rizieq terkait pelayanan RS Ummi. Video tersebut yang telah diunggah ke kanal YouTube milik RS Ummi itu.

video yang di terdugah tersebut, pada intinya Rizieq dia mengaku kalau hasil pemeriksaannya ini sangat baik dan dan akan pulang dari RS Ummi Bogor atas permintaannya diri-sendiri karena merasa sudah segar.

Pernyataan dia tersebut tidak sesuai dengan hasil dia tes yang menunjukkan bahwa Rizieq dia tidak dinyatakan positif Covid-19. Tetapi dia sudah bertahan dengan penyakit yang dia bawa-bawa selama ini.

Jaksa pandangan, pernyataan Rizieq dan terdakwa di dalam beberapa video berbeda dengan menimbulkan kalau aksi rujuk rasa terhadap Rizieq maupun demonstrasi memprotes Satgas Covid-19 Kota Bogor.

JPU menyebutkan hal yang memberatkan Habib Rizieq di antaranya klaim eks pimpinan Front Pembela Islam dengan FPI itu yang menyatakan dirinya selalu sehat saat sedang dirawat di RS UMMI Bogor sampai menimbulkan keonaran.

Sebelumnya Rizieq sudah divonis mengaku bersalah terkait perkara belum banyak kerumunan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dengan Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Habib Rizieq divonis delapan bulan penjara dalam banyak perkara kerumunan Petamburan, sampai terkena denda Rp 20 juta untuk perkara kerumunan Megamendung.

Rizieq Divonis Denda Rp20 Juta Kasus Kerumunan Megamendung

Banyak juga pemimpin Front dengan Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab divonis denda Rp20 juta subsider 5 dengan bulan penjara dengan banyaknya perkara kerumunan di Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariah, dengan mengandung kabupaten Bogor.

Pembacaan vonis juga digelar di Pengadilan dengan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (27/5/2021). Vonis tersebut lebih dari dan ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni 10 bulan penjara dengan denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Perkara tersebut bermula dengan kalah Rizieq menjalani kegiatan peletakkan batu pertama pembangunan Masjid di Pondok pesantren Alam Agrikultural Markaz Syariah di Megamendung.

Kegiatan itu sepekan setelah kepulangannya dari Arab Saudi ke Indonesia pada 10 November 2020. Kegiatan Rizieq di pesantren tersebut juga diperkirakan dihadiri ribuan banyak orang. Hal itu juga dinilai melanggar aturan protokol kesehatan dalam rangka Covid-19 di Kabupaten Bogor.

Jaksa sebelumnya telah mendakwa Rizieq juga melanggar karantinaan kesehatan dengan menghadiri acara di Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariah. Acara ini tersebut mengakibatkan banyak kerumunan yang di tengah pandemi virus corona.

Rizieq juga didakwa sejumlah pasal dalam perkara kerumunan Megamendung oleh jaksa. Di antaranya melanggar UU kekarantinaan kesehatan karena menghalangi-halangi penanggulangan wabah, dan pasal 216 ayat 1 KUHP karena sengaja tidak mengikuti dengan aturan pihak yang berwenang terkait pelaksanaan UU.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *