Rumah Sakit Apung dr Lie Dharmawan Karam di NTB

Rumah Sakit Apung dr Lie Dharmawan Karam di NTB

palembangtalkRumah Sakit Apung dr Lie Dharmawan Karam di NTB – Salah stau kapal Rumah Sakit Apung atau RSA pertama di indonesia karam di teluk sape, pada saat pelayaran dari kupang menuju ke Torano. Rumah sakit ini adalalah satu milik dari dr Lie Dharmawan. RSA ini karam pada saat masuk ke perairan Bima NTB.

Sebelum kapal RSA ini karam, dr Lie Dharmawan ini baru saja menyelesaikan tugas medis di pulau semau, kupang mulai dari tanggal 7 sampai 14 Juni 2021. Beliau juga memastikan bahwa tidak adanya korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Dan alhasil semua anak buah kapal yang berjumlah enam orang semuanya selamat.

Dengan kapal tersebut, Lie yang menjalankan program doctorSHARE telah berlayar keberbagai daerah pelosok Indonesia sejak tahun 2013. Hal ini ia lakukan untuk mengatasi kebutuhan masyarakat yang kekurangan fasilitas kesehatan di pulau-pulau terpencil Di Indonesia. Permasalahan kesehatan yang terkendala masalah geografis dan kondisi ekonomi.

DoctorShare adalah salah satu organisasi kemanusiaan nirlaba yang fokus untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang kurang mampu di Indonesia. Nama lain organisasi yang sudah didirikan oleh Lie A. Dharmawan ini adalah Yayasan Dokter Peduli. Lembaga ini berdiri pada 19 November 2009.

Baca juga : Peristiwa Kapal Terbakar di Sanana Maluku Utara, 181 Penumpang Selamat

Menukil dari kanal doctorshare.org, isu utama yang membuat mereka melakukan program ini yaitu, layanan kesehatan yang terbatas, tidak ada layanan spesialis sekunder, kurang meratanya infrastruktur seperti jalan, transportasi dan layanan kesehatan masyarakat. Lebih lanjut, Keberadaan infrastruktur kesehatan tidak didukung dengan ketersediaan tenaga medis yang dibutuhkan. Semua isu tersebut terjadi di daerah pedesaan terpencil di Indonesia.

Fokus pelayanan medis di rumah sakit yang terombang-ambing ombak ini merupakan pengobatan umum dan operasi. Layanan operasi itu mencakup semua jenis bedah, kecuali di bagian kepala, seperti operasi mata. Relawan dokter yang direkrut pun disesuaikan dengan kebutuhan di setiap wilayah. Sebelum berangkat, timnya juga tidak lupa melakukan riset lebih dulu.

Tenggelamnya Rumah Sakit Apung dr Lie Dharmawan langsung menyentuh hati para netizen yang segera menyampaikan rasa prihatin. Antara lain adalah dari Ilham Akhsanu Ridlo (@iaridlo) yang menulis, “Turut berduka cita atas tenggelamnya RSA dr. Lie Dharmawan di sekitar selat Sape, NTB. Ikut sedih, berkurang satu RSA di tanah air yang ikut mempermudah akses pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan kita.”

Baca juga : Evakuasi KRI Nanggala, Militer China Masuk Tahap Pengangkatan Kapal

Sampai saat ini masih belum ditemukan penyebab pasti oleh tenggelamnya rumah sakit apung tersebut. Sebelumnya, meskipun cuaca dan ombak laut yang tidak menentu RSA dr Lie Dharmawan tetap beroperasi. Hal ini dikarenakan banyak calon pasien yang sudah menunggu dan memerlukan pertolongan kesehatan. Belum lagi perjalanan yang memakan waktu panjang. 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *