Sang Kakek Tega Cabuli Cucu Tirinya Berulangkali Di Karawang

kakek 1 copy
kakek 1 copy

Palembangatalk.comSang Kakek Tega Cabuli Cucu Tirinya Berulangkali Di Karawang – AS (53), kakek di Karawang tega mencabuli cucunya sendiri hingga berulang kali. Kakek bejat tersebut mencabuli cucunya sejak pada 2013 silam.

“Korban yang berinisial FA (18) dicabuli sama kakek tirinya sendiri dari tahun 2013 hingga tahun 2018 yang lalu, di tiga tempat yang berbeda seperti rumah kontrakan di Cikampek, Kotabaru dan Kabupaten Purwakarta.

Modus tersebut tersangka memaksa cucunya sendiri dengan ancaman kekerasan kepada korban untuk melakukan persetubuhan atau membiarkan dilakukannya perbuatan cabul itu,” kata Kapolres Karawang, AKBP Rama Samtama Putra lewat Kasat Reskrim, AKP Oliestha Ageng Wicaksana kepada wartawan, pada Kamis (27/5/21).

Menurut Oliestha ( korban ), awalnya kejadian tersebut di lakukan pada Tahun 2013 lalu. Korban tersebut duduk di kelas 4 SD. Saat ia sedang tidur di kamar neneknya. Lalu, datang tersangka tersebut, dengan meraba – meraba tubuh korban, dan kemudian menyetubuhinya seenaknya.

Baca juga : Sang Kakek Di Tuban Tega Cabuli Cucunya, Berulang Kali Sampai Hamil

“Kejadiannya itu sudah berulang pada pada Tahun 2015 lalu, kejadiannya di rumah kontrakan daerah Kota Baru. Ketika korban tertidur tiba – tiba ia merasakan ada yang merabanya,” terang oleh korban.

Lanjutnya, ia menjelaskan, ketika korban tersebut tengah terbangun ternyata pelaku kakeknya yang melakukannya. Lalu, korban menutup mata karena alasan merasa takut dan ia langsung berbalik arah tidur dengan membelakangi posisi keberadaan pelaku tersebut.

Kemudian, korban disetubuhi. Peristiwa itu terakhir terjadi pada Maret 2018 lalu di rumah neneknya. Di Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta.

Baca juga : Sang Supir Truk Di Kaltim Cabuli Anak Remaja, Dengan Modus Pacaran

“Tersangka tersebut dikenai pasal 81 atau 82 UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan PERPPU No. 1 tahun 2016. Tentang Perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang – undang dengan ancaman hukuman sekitar 15 tahun penjara,” jelas Oliestha ( korban )

Tersangka tersebut dikenai pasal 81 atau 82 UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan PERPPU No. 1 tahun 2016.

Sementara itu, Panit Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Aiptu Asep Danny menjelaskan, bahwa pengungkapan ini berawal saat korban tersebut pulang dari Pondok Pesantren lebih awal.

Namun korban tidak langsung pulang ke rumahnya, ia langsung ke tempat neneknya dengan alasan takut terhadap tersangka yakni Kakeknya. Dan korban memutuskan untuk menginap di rumah temannya sendiri.

“Saat itu pihak pondok, berkomunikasi dengan pihak keluarga korban, untuk menanyai akan keberadaan korban tersebut. Namun Bibi korban beralasan bahwa ia tidak pulang ke rumah.

Dan setelah itu, saat mereka sudah bertemu dengan korban. Kemudian ia langsung mengaku pernah disetubuhi oleh kakeknya sendiri, tetapi ia tidak mau mencerita hal tesebut.

Baca juga : Bencana Longsor Menimpa 2 Rumah Di Banyuwangi, Satu Orang Tewas

Karena alasan takut merusak rumah tangga neneknya dengan tersangka tersebut. Hasil pemeriksaan tersebut, akhirnya tersangka telah mengakui atas perbuatannya yang keji terhadap cucunya sendiri. Untuk visum korban ada luka robekan di bagian kemaluannya,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *