Satgas, Meminta Perusahaan Angkutan Umum Kembalikan Pemudik yang Nekat kembali Ke Tempat Asalnya

Satgas, Meminta Perusahaan Angkutan Umum Kembalikan Pemudik yang Nekat kembali Tempat Asalnya

Palembangtalk.comSatgas, Meminta Perusahaan Angkutan Umum Kembalikan Pemudik yang Nekat Kembali ke Tempat Asalnya – Halo sobat kembali lagi dengan admin nih. kali ini admin akan membahas informasi mengenai Satgas, Meminta Perusahaan Angkutan Umum Kembalikan Pemudik yang Nekat kembali Tempat Asalnya. Yuk ikuti terus ulasan – ulasan yang akan admin bagikan ini hingga selesai.

Baca juga: Demi Bisa Mudik Lebaran, Ratusan Warga Penjaringan Rela Sewa Bus Pariwisata Buat Mudik Lebaran

Berdasarkan laporan juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, bahwa pihaknya mendapat banyak laporan penumpukan penumpang yang sedang melakukan mudik Lebaran dengan memanfaatkan transportasi umum. Penumpukan itu terjadi di setiap titik-titik penyekatan yang dijaga aparat keamanan kepolisan.

Terjadinya penumpukan warga itu akibat nya karena mereka tidak memenuhi syarat perjalanan sesuai aturan pemerintah. “Sampai saat ini Satgas masih terus memperoleh banyak laporan temuan di lapangan adanya penumpukan masyarakat yang memanfaatkan transportasi umum. (Penumpukan terjadi) di pintu penyekatan yang mengakibatkan (warga) tidak memenuhi syarat perjalanan,” ujar Wiku dalam konferensi pers secara virtual melalui video YouTube Sekretariat Presiden, pada hari ini Kamis (6/5/2021).

Baca juga: Ada Daftar 8 Kawasan yang Boleh Mudik Lebaran Lokal pada Tanggal 6-17 Mei 2021

Penumpukan masyarakat ini menimbulkan kerumunan sehingga akan timbul penyebaran virus covid-19. Bahkan, kata Wiku. Terlihat beberapa orang tidak menggunakan masker dan tidak mematuhi pertokol kesehatan yang dibuat pemerintah. Oleh karenanya, Satgas meminta perusahaan angkutan umum tetap mengembalikan para warga itu ke lokasi asal nya mereka. “Tolong kerjasamanya lagi bagi perusahaan angkutan umum untuk mengembalikan lagi para penumpang ke tempat asal perjalanan,” tegas Wiku. “Bagi petugas di lapangan mohon untuk tidak segan-segan menindak lanjuti para pelanggaran dengan hukum yang berlaku,” tambahnya. Sebagaimana diketahui, larangan mudik Lebaran kepada masyarakat mulai berlaku mulai hari ini hingga Senin (17/5/2021) mendatang atau selama 12 hari ini.

Baca juga: Erick Thohir Pastikan 7 BUMN Dibubarkan Tahun Ini, Ini Penjelasannya

Larangan ini berlaku bagi semua masyarakat yang melakukan perjalanan antar kota atau kabupaten, provinsi, maupun negara, baik yang menggunakan sarana transportasi darat, kereta api, laut, maupun udara. Meski demikian, larangan mudik Lebaran ini dikecualikan bagi kelompok masyarakat tertentu baik yang memiliki tugas atau kepentingan mendesak bukan mudik tapi untuk non mudik, Mereka tidak lain dari pengemudi kendaraan distribusi logistik dan kelompok masyarakat dengan keperluan perjalanan nonmudik yakni bekerja atau perjalanan dinas, kunjungan keluarga yang sedang sakit, kunjungan duka atau kemalangan salah satu anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang harus didampingi 1 orang untuk membantu ibu hamil tersebut dan kepentingan persalinan yang harus didampingi maksimal nya 2 orang dan tidak lebih dari 2 orang saja.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *