Gila! Sembako Bakal Kena Pajak, Pedagang Protes Ke Presiden Joko Widodo

Gila! Sembako Bakal Kena Pajak, Pedagang Protes Ke Joko Widodo

Palembangtalk.comGila! Sembako Bakal Kena Pajak, Pedagang Protes Ke Presiden Joko Widodo – Pemerintah sedang berencana menjadikan bahan pokok atau sembako sebagai obyek pajak pertambahan nilai (PPN).

Rencana itu ditanggapi oleh Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) memprotes rencana pemerintah untuk menjadikan bahan pokok sebagai obyek pajak. Ketua Umum IKAPPI Abdullah Mansuri mengatakan, pemerintah dapat membatalkan rancana bahan pokok sebagai obyek pajak dan harus mempertimbangkan banyak hal sebelum menjalankan kebijakan tersebut di Indonesia ini.

“Apalagi kebijakan tersebut dijalankan pada masa pandemi covid-19 dan situasi perekonomian saat ini sangat sulit akibat dampak covid-19,” ujarnya melalui siaran pers nya, dikutip Palembangtalk.com, pada hari Rabu (9/6/2021).

Baca juga: Heboh! Mayat Bayi Ditemukan Dalam Tong Sampah, RSU Bunda aliyah kota Depok

Ikappi menilai bahwa, jika bahan pokok dikenakan PPN, maka akan membebani banyak masyarakat dan membunuh masyarakatnya sendiri jika bahan poko di buat oyek pajak.

Foto: bahan pokok seperti beras dan gabah, jagung, sagu, kedelai, garam konsumsi, daging, telur, susu, buah-buahan, sayur-sayuran, ubi-ubian, bumbu-bumbu, dan gula masuk dalam PPN

Sebab, barang yang dikenakan PPN meliputi bahan pokok seperti beras dan gabah, jagung, sagu, kedelai, garam konsumsi, daging, telur, susu, buah-buahan, sayur-sayuran, ubi-ubian, bumbu-bumbu, dan gula.

Pada saat ini katanya, pedagang pasar sedang mengalami kondisi yang sangat sulit karena lebih dari 50 persen omset pedagang yang menurun dratis akibat dampak covid-19. Sementara itu, pemerintah dinilai belum melakukan stabilitas bahan pangan dalam beberapa bulan terakhir tahun ini.

Baca juga: Kronologi Kepala Sekolah di NTT Tewas Ditikam Orang Tua Siswa

Foto: Harga cabai belum turun sembako malah buat pajak PPN

“Dan juga harga cabai bulan lalu sampai Rp 100.000, harga daging sapi belum stabil juga sekarang mau di bebanin PPN lagi? Gila, kami kesulitan jualan karena ekonomi menurun akibat covid-19, dan daya minat beli masyarakat rendah saat ini. Ini malah mau ditambah PPN lagi, lama-lama kami pedagang akan gulung tikar semua para pedagang jika PPN di buat di bahan kebutuhan pokok” ungkapnya.

“Kami memprotes keras rencana-rencana pemerintah dan sebagai organisasi penghimpunan pedagang pasar di indonesia, kami akan tetap protes kepada Bapak Presiden agar kementerian yang terkait tidak melaukan rencana-rancana yang justru menyelulitkan anggota kami (pedagang pasar) dan juga masyarakat” pungkasnya.

Baca juga: Biadab! Guru Ngaji Tega Mencabuli 5 Muridnya Di Penjaringan

Dengan adanya protes dari Ketua Umum IKAPPI dan pedagang dapat membuat pemerintah membatalkan rencana bahan pokok masuk ke dalam obyek pajak. Jika rencana itu dapat di batalkan pedagang dapat sedikit bernafas lega.

“Kami para pedagang mengharapkan Bapak Presiden Jokowi dapat mendengar jeritan para pedang dan masyarakat dan bisa mengatasi masalah rencana bahan pokok masuk ke dalam pajak pertambahan nilai dan dapat dibatalkan dan tidak akan dibuat di negara yang sulit ini,” pungkasnya.

Baca juga: Ledakan Covid di Bangkalan dan Kudus Meningkat, Kemenkes Diminta Lebih Cepat Tanggap

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *