Sopir Truk di Kupang, Sudah Dua Kali Bunuh dan Perkosa Gadis Remaja

Sopir Truk di Kupang, Sudah Dua Kali Bunuh dan Perkosa Gadis Remaja

Palembangtalk.comSopir Truk di Kupang, Sudah Dua Kali Bunuh dan Perkosa Gadis Remaja – Kupang – Sopir truk, YT alias T (41) ditangkap Unit Resmob Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda NTT. Dia adalah pelaku pembunuhan terhadap Yuliana Apriani Welkis (19), gadis remaja asal Dusun Tuasene, Desa Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Yuliana Apriani Welkis yang biasa disapa Nani Welkis ini, dibunuh karena korban menolak saat diajak berhubungan badan oleh pelaku YT, yang dikenalnya melalui media Facebook. Bahkan pelaku YT tega menyetubuhi jasad Nani Welkis, yang meninggal dunia.

Setelah polisi sudah menyelidiki kasus pembunuhan dan pemerkosaan tersebut, ternyata bukan hanya Nani Welkis saja korbannya. Marsela Bahas (18), warga Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang itu juga ikut menjadi korban kebejatan pelaku YT.

Baca juga: Banjir Masih Merendam, 3 Desa di Kabupaten Aceh Selatan

Jasad Marsela Bahas ditemukan dengan luka tusuk dan sebagian pakaian terbuka dalam semak belukar, pada hari Kamis (25/2) pagi.

Berdasarkan keterangan Ketua RT 09/RW 05, Kelurahan Oenesu, Maxen Sollu, sebelum ditemukan meninggal dunia, Siswi kelas II SMA Negeri Kupang Barat berpamitan kepada ibunya, Rabu (24/2) sekitar pukul 13.00 WIB. Dia mengaku disuruh ayahnya ke kebun untuk memindahkan ternak sapi milik mereka.

Namun Marsela tidak kunjung pulang ke rumahnya. Sekitar pukul 16.00 WIB, ayahnya yang sudah pulang, lalu menanyakan keberadaan Marsela. Istrinya menjelaskan anak mereka pergi memindahkan ternak sapi sesuai instruksi ayahnya.

“Namun bapaknya mengatakan tidak ada menyuruh seperti itu. Menurut ibu korban, anak mereka setelah diberlakukan sekolah online, kesehariannya mengurus ternak sapi mereka yang berjumlah dua ekor,” tambah Maxen yang ditemui di rumah duka, pada hari Jumat (26/2).

Ibunya yang khawatir mulai mencari Marsela ke rumah tetangga. Namun hingga pukul 19.00 WIB, korban tidak juga pulang, sehingga dia memberitahu kepada perangkat desa, bahwa anaknya tidak kunjung pulang.

“Kami langsung bergerak cari keliling kampung sampai jam 11 malam, namun hasilnya tetap nihil. Kami semua yang mencari bersepakat untuk melanjutkannya lagi Kamis (25/2) pagi,” ungkap Maxen.

Sekitar pukul 09.30 WIB, saat hujan reda, Maxen didatangi Yakob Pong (50) dan Niko Okto Takene (50). Kedua warga ini mengaku menemukan sesosok jenazah di semak belukar. Jasad itu dikenali sebagai Marsela.

Penemuan mayat ini menggegerkan warga. Apalagi kondisi jenazah korban tampak tidak wajar. Karena celana pendek warna merah yang dikenakan korban melorot hingga betis. Sementara itu jaket hitam serta baju korban tersingkap hingga leher. Maxen menjelaskan, lokasi penemuan jenazah korban sangat rapi.

“Tidak ada semak yang patah. Tidak ada juga bekas jejak kaki pada rumput, padahal sejak hari Rabu hingga Kamis sedang hujan deras,” pungkasnya.

Sebelum kejadian, korban juga membawa handphone. Namun perangkat itu tidak ditemukan di lokasi. Nomor selulernya juga sudah tidak aktif saat dihubungi keluarga korban.

Baca juga: Pembunuh Gadis Yang Ditemukan Membusuk Di Hutan Ditangkap, Ternyata Pelaku Sopir Truk

foto: ilustrasi penemuan sendal jepit korban pembunuhan dan pemerkosaan.

Di lokasi kejadian ditemukan juga sandal jepit milik ayahnya yang digunakan korban. Jenazah Marsela rencananya dimakamkan di pemakaman keluarga, tidak jauh dari rumah mereka, hari ini.

Kapolsek Kupang Barat Ipda Sadikin mengatakan, korban diduga diperkosa lalu dibunuh oleh pelaku, karena tubuhnya penuh luka dan bagian bawah tubuhnya terbuka.

“Dan ada juga luka tusuk di leher bagian kiri, memar hitam di perut dan memar hitam lutut kanan dan lutut kiri. Dugaan sementara, korban diperkosa lalu dibunuh oleh pelaku,” tambahnya

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto, Jumat (21/5) mengungkapkan, bahwa pelaku mengaku sendiri bahwa dia juga yang memperkosa dan membunuh korban lain bernama Marsela Bahas, pada bulan Februari 2021 lalu.

“Motif pelaku melampiaskan hasrat seksual kepada para korban, dengan modus menawarkan pekerjaan kepada korban melalui Facebook dan iming-iming gaji besar. dan dalam perjalanan, korban dibujuk untuk berhubungan badan, sebagai balas budi telah kepada pelaku karena telah memberikan pekerjaan kepada korban. pungkasnya.

Baca juga: Anak Anggota DPRD Bekasi, Tersangka Pencabulan Serahkan Diri

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *