Sri Mulyani Mengakui Proses Penyusunan APBN di 2022 Masih Dibayangi Ketidakpastian

Sri Mulyani Mengakui Proses Penyusunan APBN di 2022 Masih Dibayangi Ketidakpastian

PalembangtalkSri Mulyani Mengakui Proses Penyusunan APBN di 2022 Masih Dibayangi Ketidakpastian – Meteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengakui, proses penyusunan kebijakan fiskal di dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (ABBN) 2022 penuh dengan tantangan. Karena pemerintah masih dihadapkan dengan kondisi ketidakpastian akibat adanya virus Covid-19.

Dalam rapat paripurna DPR yang ke-18 masa persidangan V tahun 2020-2021, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengusulkan sejumlah kisaran indikator ekonomi makro untuk penyusunan RAPBN 2022.

“Pemerintah saat ini memang terus menggalakkan program vaksinasi Covid-19. Meski begitu, kondisi penuh ketidakpastian akibat pandemi Covid-19 tetap harus diantisipasi dalam menyusun kerangka ekonomi makro dan kebijakan fiskal RAPBN 2022. Berbagai indikator memang menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia menunjukkan tren pemulihan dan pertumbuhan ekonomi terus membaik, tetapi APBN tetap harus mengantisipasi bila sewaktu-waktu terjadi perburukan kondisi pandemi,” kata Puan.

Oleh karena itu, dokumen kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal yang disampaikan pemerintah pada hari ini merupakan proses awal anggaran untuk penyusunan RAPBN 2022. Pemerintah bersama DPR juga terus merespon suatu tantangan yang sangat luar biasa seperti Covid-19 yang dampaknya kepada seluruh dimensi.

Baca Juga : Vaksinasi Gotong Royong Dimulai Hari Ini, Berikut Cara Pendaftarannya

“Dan APBN merupakan instrument yang sangat penting. Jadi di dalam menyampaikan apa yang sudah dilakukan di 2020 pada saat kita merespon awal melalui Perpu dan kemudian menjadi undang-undang nomor 2 dan APBN yang dimodifikasi atau direvisi hingga 2 kali dan itu semuanya selalu dengan komunikasi yang sangat Intens dengan DPR,” jelas Sri Mulyani.

Sebelumnya, Pemerintah Jokowi juga mengusulkan indikator ekonomi makro untuk pertumbuhan ekonomi dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022 sebesar 5,2 % sampai dengan 5,8 %. Sementara inflasi berada di kisaran 2,0 sampai 4.0 persen.

“Dokumen yang sudah kami serahkan hari ini akan digunakan sebagai bahan pembicaraan pendahuluan di dalam penyusunan rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN Tahun 2022,” ujar Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam Sidang Paripurna DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2020-2021, Kamis (20/5).

Baca Juga : Remaja Cantik Asal Wonogiri Hilang, Sudah 3 Hari Tidak Pulang

Selain itu, pemerintah juga mengusulkan tingkat suku bunga SUN 10 Tahun sebesar 6,32 – 7,27 %,nilai tukar Rupiah Rp13.900 – Rp15.000 per USD, dan harga minyak mentah Indonesia USD55 – 65 per barel.

Dan untuk lifting minyak bumi diusukan sebesar 686 – 726 ribu barel per hari dan lifting gas bumi 1.031 – 1.103 ribu barel setara minyak per hari.

Baca Juga : Dalang Perampokan dan Pemerkosaan ABG, Sempat Kabur ke Bogor

“Belajar dari kondisi dinamika dalam penanganan Covid-19 yang dampaknya sangat luas, dan tantangan struktural yang harus diatasi dalam perekonomian kita, maka arsitektur kebijakan fiskal harus bersifat antisipatif, responsif, dan pragmatis, akan tetapi tetap fokus pada tercapainya tujuan jangka panjang,” pungkasnya.


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *