Survei Parameter Politik 52,7 Persen Menolak Presiden 3 Periode

Survei Parameter Politik

PalembangtalkSurvei Parameter Politik 52,7 Persen Menolak Presiden 3 Periode – Hasil survei Parameter Politik Indonesia menunjukkan, bahwa sebagian mayoritas responden menolak perubahan untuk masa jabatan presiden menjadi maksimal 3 periode. Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno juga mengatakan, bahwa ada sekitar 52,7 persen responden yang menyatakan bahwa mereka tidak setuju pada saat ditanya apakah mereka setuju atau tidak setuju apabila jabatan presiden diubah dan akan diperpanjang menjadi 3 periode.

” Ada 52,7 persen Rata-rata tidak setuju, yang setuju hanyalah 27,8 persen, dan selebihnya tidak menjawab. Artinya, bahwa masyarakat tidak setuju apabila jabatan presiden diubah menjadi 3 periode,” kata Adi dalam rilis survei, Pada Sabtu (5/6/2021).

Adi juga menuturkan, untuk survei juga menanyakan pendapat responden jika Presiden Joko Widodo menjabat selama 3 periode. Dan hasilnya, 45,3 persen responden yang menjawab tidak setuju, dan 25,3 persen lagi menjawab tidak setuju, sedangkan 29,4 persen yang tidak menjawab. Da sebanyak 50,6 responden pun menyatakan yang tidak setuju apabila Undang-Undang Dasar 1945 diamendemen untuk memperpanjang masa jabatan Jokowi menjadi 3 periode.

Survei Parameter Politik 52,7 Persen Menolak Presiden 3 Periode

Menariknya lagi, kata Adi, Jokowi masih menjadi tokoh dengan elektabilitas tertinggi jika pemilihan presiden dilakukan saat ini dan Jokowi diperbolehkan untuk mengikuti pilpres. Survei juga menunjukkan, bahwa Jokowi dipilih oleh 21,6 persen responden, mengungguli sejumlah nama seperti Menteri Pertahanan Prabowo Subianto 14 persen, dan Gubernur Ganjar Pranowo 11,6 persen, dan juga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 9,8 persen.

Baca Juga : Tanggapan Risma Mengenai Bupati Alor Ancam Staf Kemensos

Menurut Adi, hal tersebut mencerminkan bahwa Jokowi masih menjadi figur yang layak untuk menduduki kursi presiden. Akan tetapi publik tetap menghormati supremasi hukum dan tegaknya demokrasi yang membatasi masa jabatan presiden maksimal 2 periode.

“Jadi masyarakat kita itu hati dan pikirannya terbelah, di satu sisi masih ingin menjadikan Jokowi sebagai presiden tapi mereka juga menolak walaupun harus mau 3 periode terlampau berisiko dan harganya juga terlampau mahal jika harus mengubah Undang-Undang Dasar,” kata Adi.

Baca Juga : P2G Kritik Mentri Pendidikan bersikeras Buka Sekolah Di masa Pandemi

Survei tersebut dilakukan oleh Parameter Politik Indonesia pada tanggal 23 sampai 28 Mei 2021 dengan metode telepolling kepada 1.200 responden. Survei tersebut juga memiliki margin of error sebesar kurang lebih dari 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Isu perubahan masa jabatan Presiden bisa hingga 3 periode berkali-kali muncul di era Jokowi. Jokowi sendiri pun menekankan, dan dia juga telah berulang kali menyampaikan penolakan terhadap usulan perpanjangan pada masa jabatan presiden. Dan mantan Gubernur DKI Jakarta pun juga mengaku tidak berniat dan tidak memiliki minat untuk menjabat selama 3 periode.

Baca Juga : Waspada! Pelanggar Prokes di Pekanbaru, Akan Dikenai Denda

“Saya tegaskan, saya tidak ada niat. Tidak ada juga yang berminat menjadi presiden 3 periode,” ujar Jokowi melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (15/3/2021).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *