Taiwan Perpanjang Aturan Pembatasan Covid-19 Hingga 12 Juli

PalembangtalkTaiwan Perpanjang Aturan Pembatasan Covid-19 Hingga 12 Juli – Taiwan memperpanjang peraturan pembatasan Covid-19 selama dua pekan, hingga 28 Juni. Perpanjangan dilakukan karena wabah Covid-19 yang belum stabil.

Menteri dan Kesehatan Chen Shih-chung pada Senin (7/6) mengatakan, keputusan perpanjangan diambil setelah pertemuan kabinet yang akan dipimpin oleh Perdana Menteri Su Tseng-chang.

Dengan melewat perpanjangan tersebut, maka sekolah akan tetap ditutup hingga musim panas. Setelah berbulan – bulan relatif aman, Taiwan menghadapi lonjakan infeksi domestik dan berada di tingkat siaga tertinggi kedua, dengan pertemuan dibatasi, tempat hiburan ditutup dan siswa beralih ke pembelajaran online.

Pada Minggu (6/6), Taiwan melaporkan 343 kasus baru Covid-19, turun dari 511 pada Sabtu (5/6). Totalnya, Taiwan mencatat 11.298 kasus Covid-19, dengan 260 kematian.

Taiwan Perpanjang Aturan Pembatasan Covid-19 Hingga 12 Juli

Dalam pekan ini, pemerintah akan mendistribusikan 1,24 juta vaksin Covid-19 AstraZeneca yang akan disumbangkan oleh Jepang. Vaksinasi diprioritaskan untuk lansia di atas 75 tahun

AIWAN bakal memperpanjang pembatasan akibat virus korona selama dua minggu lagi hingga 12 Juli, karena situasinya belum mencapai titik di mana mereka dapat dilonggarkan. Keadaan disampaikan Menteri Kesehatan Chen Shih-chung pada Rabu.

Taiwan telah menghadapi peningkatan infeksi domestik sejak Mei setelah berbulan – bulan relatif aman. kemudian membuat pemerintah membatasi pertemuan pribadi dan menutup tempat hiburan. Pembatasan itu dimaksudkan akan berakhir pada 28 Juni.

Kemungkinan Chen mengatakan kepada wartawan bahwa pembatasan tersebut akan diperpanjang. “Walaupun tren keseluruhan telah membaik selama periode ini, itu belum tentu memenuhi persyaratan kami. Kemungkinan selama dua minggu lagi, semua orang akan bertahan dan bekerja sama, berharap mencapai level yang lebih stabil setelah 12 Juli,” katanya.

Chen mengumumkan 104 infeksi domestik yang baru, naik dari 78 pada Selasa. Maupun jumlah infeksi di Taiwan tetap relatif rendah, pihak berwenang melaporkan penularan komunitas dan klaster infeksi. Juga Taiwan telah mencatat 14.260 kasus sejak pandemi dimulai, termasuk 599 kematian. (CNA/OL-6).

Banyak juga waisata maupun pekerjaan yang tutup semenjak pandemi datang ke dunia ini, tetapi semua bercomen kalau semua pekerja di tutup maka warga semua tidak bisa kerja.

Bahkan maupun mencari uang untuk makan aja sudah susah lagi – lagi tidak boleh kerja, kemungkinan di tanggal 12 ini kalau sudah buka akan naik gaji kariawan semua.

Kemudian Chen mengatakan kalau di perpanjang libur bahkan semua akan mengelu karena tidak ada modal untuk makan sekeluarga.

Wewenang juga melaporkan penularan komunitas juga taiwan telah mencatan kematian warga sekitarnya karena terkena virus.

Makanya semuanya akan di tutup dan tidak ada yang membuka taman wisata mau pun permainan dan kegiatan kerja akan di berhentikan.

Samapai warga pun berkomentar “kalau di perpanjangkan libur pekerjaan kami mau makan apa” setidak kita wajib menjaga denngan kesehat kita.

Begitu juga sekolah akan di tutup hingga liburan musim panas. Setelah beberapa bulan relaktif dengan aman Taiwan kini menghadapi lonjakan kasus lokal.

Menerapkan status peringatan tertinggi kedua. Di kutip dari kantor kalau sekolah wajib libur karena pandemi yang sangat bahaya.

Sejumlah orang tidak boleh ngumpul rame – rame karna sudah di larang, juga tempat taman pun akan di tutup sekarang murid – murid akan berlajar dari oline.

Dengan perpanjangnya covid-19 kemungkinan di perluaskan, saat rapat akan di mulai disitu lah akan menceritakan samapai kapan di liburkan.

Su mengatakan Taiwan pekan akan melalui pembagian 1,24 juta dosis vaksin covid-19 yang akan di sumbangkan oleh Jepang.

Banyak juga orang – orang dengan penyakit gronit, makanya sekolah, dan perwisata juga di libur bahkan pekerjaan nya pun wajib kerja.

Taiwan pada minggu akan melaporkan 343 dengan kasusu lokal dengan kondisi covid-19. Banyak juga orang memahami dengan keadaan tersebut.

Walaupun tren secara keseluruhan telah membaik selama periode ini, ini belum memenuhi persyaratan kami. Kemungkinan selama dua minggu lagi, semua orang akan bertahan dan bekerja sama, berharap mencapai level yang akan lebih stabil setelah 12 Juli,” kata Menteri Kesehatan Taiwan Chen Shih-chung pada Rabu (23/6).

Chen akan mengungkapkan, terdapat 104 kasus baru Covid-19 pada Rabu. Skor itu akan naik dibandingkan hari sebelumnya yang akan berjumlah 78 kasus. Walaupun jumlahnya relative rendah, otoritas kesehatan di sana melaporkan penularan komunitas dan kelompok infeksi.

Taiwan inggin menghadapi peningkatan infeksi domestik sejak Mei lalu. Keadaan terjadi setelah situasinya cenderung cukup aman dan terkendali selama berbulan – bulan. Keadaan tersebut yang mendorong pemerintah menerapkan pembatasan lebih ketat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *